Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang usaha, bunga Krisan asal Sukabumi digemari warga Jepang - Istimewa

Peluang usaha, bunga Krisan asal Sukabumi digemari warga Jepang - Istimewa

sukabumiheadline.com – Krisan atau nama latinnya Chrysanthemum sp adalah bunga dalam kelompok Plantae dari famili Asteraceae, spesies Chrysanthemum indicum L. Menurut catatan dihimpun sukabumiheadline.com, bunga ini berasal dari Asia Timur (terutama China).

Di Indonesia, bunga ini banyak dibudidayakan di Malino, Sulawesi Selatan. Krisan sangat diminati karena variasi warna serta bentuk bunganya yang indah.

Krisan adalah sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. Tumbuhan berbunga ini mulai muncul pada zaman Kapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diterima pasar Jepang

Krisan
Bunga Krisan atau Serunai – Ist

Bunga seruni yang merupakan bagian dari tumbuhan suku kenikir-kenikiran atau Asteraceae yang mencakup bermacam-macam jenis Chrysanthemum.

Tanaman ini diterima pasar Jepang, karena merupakan bunga nasional Negeri Matahari Terbit tersebut. Karenanya, dalam bahasa Jepang disebut sebagai キク (kiku). Karena aromanya yang wangi, bunga ini sering ditambahkan ke dalam teh agar lebih wangi dan nikmat.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa bunga ini kerap dijadikan bunga potong ataupun bunga hiasan pot di dalam rumah-rumah. Baca selengkapnya: Bunga krisan dari Cicurug, Cidahu, Sukaraja dan Sukabumi digemari warga Jepang

Kecamatan penghasil bunga Krisan

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bagian Luas Panen Tanaman Hias Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman di Kabupaten Sukabumi (m2), 2024 dan 2025, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (22/6/2026), berikut adalah 4 kecamatan penghasil bunga Krisan:

  1. Cidahu: 410.000 m2 (2024), naik menjadi 530.000 m2 (2025)
  2. Sukaraja: 150.000 m2 (2024), naik menjadi 210.000 m2 (2025)
  3. Sukabumi: 38.000 m2 (2024), naik menjadi 51.000 m2 (2025)
  4. Cicurug: 8.000 m2 (2024), turun menjadi 7.000 m2 (2025)

Dengan demikian, luas panen bunga Krisan di Kabupaten Sukabumi pada 2024 adalah 606.000 m2, lalu naik menjadi 798.000 m2 pada 2025.

Karakteristik bunga Krisan 

Chrysanthemum sp., lebih dikenal sebagai bunga krisan atau seruni, adalah tanaman hias herba abadi dari famili Asteraceae yang populer sebagai bunga potong maupun tanaman hias pot.

Adapun teknik pembudidayaan bunga ini, umumnya diperbanyak menggunakan teknik stek pucuk.

Selain sebagai hiasan, Krisan juga lazim digunakan sebagai teh herbal krisan yang kaya akan antioksidan dan kalium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, meredakan stres, serta mengontrol gula darah. Selain itu, tanaman ini terbukti mampu mengurangi polusi udara dalam ruangan.

Krisan tumbuh optimal di dataran tinggi dengan suhu 18-25°C. Di dataran rendah, kualitas dan warna bunga bisa memudar.

Krisan merupakan tanaman hari pendek, sehingga membutuhkan durasi penyinaran kurang dari 12-14 jam untuk memicu pembungaan. Oleh karena itu, petani sering menggunakan tambahan lampu di malam hari.

Berita Terkait

1 tahun program MBG: Menghitung produksi sayuran dan buah di Sukabumi
Pria asal Sukabumi ini raup omzet Rp3 miliar per bulan hanya dari gula semut
Membanding produksi jahe Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia, jutaan ton!
Minyak atsiri Sukabumi menarik perhatian peneliti dari Malaysia, potensi jadi produk ekspor unggulan
Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi
Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing
Mengenal 27 produk kerajinan khas Jawa Barat, ada Batik Lokatmala Sukabumi
Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 00:19 WIB

1 tahun program MBG: Menghitung produksi sayuran dan buah di Sukabumi

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:44 WIB

Pria asal Sukabumi ini raup omzet Rp3 miliar per bulan hanya dari gula semut

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:21 WIB

Membanding produksi jahe Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia, jutaan ton!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:56 WIB

Minyak atsiri Sukabumi menarik perhatian peneliti dari Malaysia, potensi jadi produk ekspor unggulan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:03 WIB

Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi

Berita Terbaru