Mengintip capaian 1 tahun Bupati dan Wakil Sukabumi, Asep Japar – Andreas

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grafik IPM Kabupaten Sukabumi 2024 dan 2025 - sukabumiheadline.com

Grafik IPM Kabupaten Sukabumi 2024 dan 2025 - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator penting untuk mengukur kualitas hidup dan keberhasilan pembangunan suatu wilayah atau negara. IPM diukur berdasarkan tiga dimensi dasar, sebagai berikut:

  • Kesehatan: Diukur dari Angka Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir.
  • Pendidikan: Dilihat dari Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).
  • Standar Hidup Layak: Diukur melalui pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

Kategori penilaian IPM menurut standar PBB dan Badan Pusat Statistik (BPS) dibagi menjadi 4 tingkatan, yaitu Rendah (<60), Sedang (60-70), Tinggi (70-80), dan Sangat Tinggi (≥80).

IPM Kabupaten Sukabumi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IPM Kabupaten Sukabumi pada 2025, atau satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Japar dan Andreas, menunjukkan tren peningkatan, mencapai kategori “Tinggi” dengan skor 71,13.

Capaian ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup penduduk melalui peningkatan dimensi kesehatan, pengetahuan, dan standar hidup layak.

Berikut adalah ulasan terkait dimensi dasar IPM Kabupaten Sukabumi, dirangkum sukabumiheadline.com, Selasa (19/5/2026).

Usia Harapan Hidup

Grafik Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Sukabumi, 2024-2025 - sukabumiheadline.com
Grafik Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Sukabumi, 2024-2025 – sukabumiheadline.com

Usia Harapan Hidup (UHH) adalah rata-rata perkiraan jumlah tahun yang dapat dijalani oleh seseorang sejak lahir, dengan asumsi kondisi kesehatan dan lingkungan pada saat itu terus berlangsung.

UHH penduduk Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Asep Japar dan Andreas, mengalami peningkatan pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024 UHH penduduk Kabupaten Sukabumi 74,06 tahun, lalu meningkat jadi 75,12 tahun pada 2025. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur tingkat kesejahteraan dan kualitas kesehatan suatu masyarakat di wilayah tertentu.

Angka ini sangat dipengaruhi oleh fasilitas kesehatan, lingkungan, kecukupan gizi, tingkat kemiskinan, serta gaya hidup seperti pola makan dan kebiasaan merokok. Secara umum, semakin tinggi angka harapan hidup di suatu daerah, semakin baik pula fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Harapan Lama Sekolah

Grafik Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Sukabumi, 2024-2025 - sukabumiheadline.com
Grafik Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Sukabumi, 2024-2025 – sukabumiheadline.com

Harapan Lama Sekolah (HLS) adalah indikator yang mengukur lamanya waktu bersekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada usia tertentu di masa mendatang. Angka ini memprediksi peluang anak-anak untuk menamatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Statistik ini dihitung berdasarkan angka partisipasi sekolah penduduk usia 7 tahun ke atas.

Angka HLS Kabupaten Sukabumi adalah 12,34 tahun pada 2024, dan naik menjadi 12,40 tahun pada satu tahun kepemimpinan Asep Japar – Andreas.

Untuk diketahui, angka HLS mencerminkan prediksi target atau harapan pendidikan untuk anak-anak yang baru mulai masuk sekolah. Dengan demikian, semakin tinggi angka HLS di suatu wilayah, semakin besar pula peluang generasi mudanya untuk menempuh pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.

Rata-rata Lama Sekolah 

Grafik Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Sukabumi, 2024-2025 - sukabumiheadline.com
Grafik Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Sukabumi, 2024-2025 – sukabumiheadline.com

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah jumlah tahun rata-rata yang dihabiskan penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh pendidikan formal.

Berdasarkan data BPS terbaru, RLS penduduk Kabupaten Sukabumi mencapai 7,63 tahun (setara dengan kelas VIII SMP) pada 2025. Capaian tersebut naik ketimbang 2024 yang hanya 7,34 tahun.

Pengeluaran Perkapita per Orang

Grafik Pengeluaran Perkapita per Orang Kabupaten Sukabumi, 2024-2025 - sukabumiheadline.com
Grafik Pengeluaran Perkapita per Orang Kabupaten Sukabumi, 2024-2025 – sukabumiheadline.com

Rata-rata pengeluaran riil per kapita (per orang) di Kabupaten Sukabumi adalah sebesar Rp10.244.000 per tahun (2025) atau sekira Rp853.660 per bulan. Jumlah tersebut lebih tinggi (naik) daripada setahun sebelumnya (2024) yang hanya Rp9.815.000, atau sekira Rp817.000 per bulan.

Angka di atas dihitung berdasarkan standar harga konstan oleh BPS. Dengan demikian, angka tersebut berada di atas Garis Kemiskinan Nasional digunakan sebagai batas kesejahteraan dasar dengan rata-rata Rp609.160 per kapita per bulan.

Upah Minimum Kabupaten Sukabumi

Grafik peningkatan UMK Kabupaten Sukabumi, 2025-2026 - sukabumiheadline.com
Grafik peningkatan UMK Kabupaten Sukabumi, 2025-2026 – sukabumiheadline.com

UMK atau Upah Minimum Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, UMK Sukabumi sebesar Rp3.604.482, naik menjadi Rp3.831.926 pada 2026.

Untuk informasi, UMK adalah standar upah bulanan terendah (meliputi gaji pokok dan tunjangan tetap) yang berlaku di wilayah Kabupaten Sukabumi. Aturan ini ditetapkan oleh gubernur dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Bupati Sukabumi dan Dewan Pengupahan. (adv)

Berita Terkait

Sidak ke RSUD Palabuhanratu, Bupati Sukabumi minta doa selalu dekat dengan rakyat
Pemkab Sukabumi bangun belasan sarana air bersih, yuk cek lokasi, anggaran dan hasilnya
Susah sinyal, daerah blank spot di Sukabumi disorot Kemenko Polkam
Ini jumlah ASN Kota Sukabumi 2026 menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin
Didominasi perempuan, ini data terbaru jumlah PNS dan PPPK di Kabupaten Sukabumi
Mengintip defisit APBD Kabupaten Sukabumi 2026
Disentil KDM, Pemkab Sukabumi satset verval korban bencana di Simpenan
Momen Bupati Sukabumi dipuji setinggi langit oleh KDM, sebelumnya sempat dikritik

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:54 WIB

Mengintip capaian 1 tahun Bupati dan Wakil Sukabumi, Asep Japar – Andreas

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:34 WIB

Sidak ke RSUD Palabuhanratu, Bupati Sukabumi minta doa selalu dekat dengan rakyat

Rabu, 29 April 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Sukabumi bangun belasan sarana air bersih, yuk cek lokasi, anggaran dan hasilnya

Minggu, 26 April 2026 - 15:40 WIB

Susah sinyal, daerah blank spot di Sukabumi disorot Kemenko Polkam

Kamis, 16 April 2026 - 00:28 WIB

Ini jumlah ASN Kota Sukabumi 2026 menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin

Berita Terbaru