sukabumiheadline.com l PURABAYA – Selain Goa Buni Ayu di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, jalur Kota Sukabumi-Sagaranten ini pun masih terdapat objek wisata berupa air terjun yang tak kalah menarik dan indah, yakni Curug Cirajeg.
Curug Cirajeg berada di Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, diperlukan waktu tempuh normal sekitar 1-2 jam dari Kota Sukabumi ke Purabaya. Dari Baros, Kota Sukabumi, Anda bisa mengikuti jalan menuju Sagaranten.
Namun, perlu sedikit berhati-hati karena kondisi jalan dari Baros hingga Purabaya tidak terlalu baik, terutama di Kecamatan Nyalindung yang kerap dilanda bencana tanah bergerak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karenanya, permukaan jalan banyak yang bergelombang dan lobang cukup dalam. Selain itu, jalanan lebih banyak dilalui kendaraan truk yang mengangkut hasil bumi dan kendaraan pribadi.
Bila menggunakan kendaraan umum, Anda bisa naik ELF jurusan Sagaranten dan turun di Pasar Purabaya. Dari Pasar Purabaya tidak ada angkutan umum, sehingga bisa meminta bantuan penduduk dengan mencarter pick up, angkot (dari Terminal Purabaya) ataupun mencari ojek.

Bila masih kesulitan, bisa meminta bantuan warga arah jalan menuju Curug Cirajeg. Jalur dari Pasar Purabaya akan melewati permukiman penduduk dan berikutnya akan melalui area perkebunan dan perbukitan yang cukup luas.
Memasuki area perkebunan hingga Desa Neglasari, jalan akan berubah menjadi batu dan tanah licin ketika hujan turun. Jarak permukiman penduduk sedikit jauh sehingga pastikan kondisi kendaraan cukup mendukung.
Setibanya di Desa Neglasari, ikuti terus jalan utama hingga Dusun Cirajeg. Jalur menuju Dusun Cirajeg pun sebagian besar berada di dalam areal perkebunan sehingga permukiman penduduk akan jarang ditemui.
Kemudian, jalan menurun hingga bertemu pematang sawah. Kendaraan roda empat hanya akan bisa sampai di lapangan bola, sedangkan kendaraan roda dua dapat sampai ke rumah warga terakhir, tepat sebelum pematang sawah.
Selanjutnya, Anda harus mengikuti jalan setapak menuju Curug Cirajeg yang mengarah ke hilir sungai. Dari jalan setapak, ambil kanan di pematang sawah pertama, kemudian ambil kanan lagi ke arah hilir. Warga di sana menyebutkan ke arah lebak yang berarti “bawah”.
Ada beberapa titik jalan sedikit berlumpur dan dibuatkan tangga dari batu karena jarak antar pematang sawahnya sedikit tinggi. Ada juga jalan setapak yang sedikit melipir aliran irigasi yang tertutup semak belukar.
Perjalanan menuju Curug Cirajeg dari Dusun Cirajeg memakan waktu tempuh normal sekitar 20 menit dengan medan yang dominan turunan. Sebenarnya di aliran sungai di atas Curug Cirajeg ada dua turunan.
Curug Indah dan Alami
Curug Cirajeg relatif sepi pengunjung, hal itu membuatnya masih terlihat bersih dan alami. Areal Curug Cirajeg bisa dikatakan cukup sempit. Bahkan untuk sekedar tempat beristirahat pun hanya di atas tumpukan jerami yang cukup tebal dan tanah di salah satu petak sawah yang mengeras. Jika hujan atau matahari sedang terik, sangat minim tempat untuk berteduh.
Curug Cirajeg berada di tengah area persawahan cukup luas. Warna putih air terjun sangat kontras dengan hijau/kuning area persawahan dan batuan dinding air terjun yang hitam. Nama Cirajeg juga menjadi penamaan sebuah sesar yang kemungkinan besar membentuk Curug Cirajeg, yaitu Sesar Cirajeg (lag left slip fault).
Meskipun, perjalanan terbilang melelahkan, tetapi Anda dijamin tidak akan menyesal mengunjungi curug ini. Alami dan memesona mata saat memandang, indah bak putri khayangan yang bersembunyi di balik kelambu kehijauan.
Tak hanya itu, sekembalinya mengunjungi Curug Cirajeg, Anda bisa membeli aneka produk kreasi warga setempat di Pasar Purabaya, seperti hasil peternakan, kerajinan akar, ijuk, batu aji hingga gula aren.