Mengkritisi Klaim Peningkatan Jumlah UMKM di Kota Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 2 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi uang gaji. | sukabumiheadline.com

Ilustrasi uang gaji. | sukabumiheadline.com

SUKABUMIHEADLINE.com l CIKOLE – Jumlah pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, diklaim bertambah menjadi sebanyak 80 ribu unit. Hal itu disebut karena di masa pandemi banyak warga yang beralih menjadi pelaku usaha di berbagai bidang.

”Hikmah pandemi menyebabkan banyak tumbuh UMKM baru di Kota Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, diberitakan republika.co.id pada Selasa (28/9/2021) lalu.

Fahmi menambahkan, data awal menyebutkan, ada sekitar 8.745 pelaku usaha mikro. Namun, berdasarkan data Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), jumlahnya naik signifikan menjadi sebanyak 80 ribu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, klaim angka tersebut diragukan salah seorang pelaku UMKM Kota Sukabumi Rozab Asyari. Menurutnya peningkatan jumlah tersebut tidak serta merta sesuai kenyataannya di lapangan. “Itu klaim di atas kertas,“ kata Rozab kepada sukabumiheadline.com, Selasa (1/2/2022).

Menurutnya, meningkatnya klaim pengajuan BPUM UMKM tidak serta merta terjadi peningkatan jumlah pelaku UMKM di Kota Mochi itu. Hal itu karena banyaknya keluhan dari para pelaku UMKM yang tidak bisa mengakses bantuan tersebut.

“Banyak pelaku UMKM mengeluhkan tidak bisa mengakses bantuan. Sementara, disinyalir banyak pelaku UMKM fiktif yang bisa mengaksesnya,“ kata pebisnis frozen food itu.

Berita Terkait

Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi
Simak rinciannya, Purbaya: Anggaran MBG bakal dipangkas lagi
Kini punya gaji di bawah Rp8,5 juta masuk masyarakat berpenghasilan rendah
Harus ganti tabung, CNG 3 kg pengganti LPG 3 kg mulai diproduksi bulan depan
Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing
Wilan Oktavian tak lagi urus Jalan Tol Bocimi Seksi 3, diganti usai Kunker Komisi V DPR RI
Tessa Wijaya, kisah karier Wanita Sukabumi sebelum dirikan Xendit bernilai Rp14 triliun
Mulai 1 Juli Grab dan Gojek resmi hanya tarik komisi 8%

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:03 WIB

Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:20 WIB

Simak rinciannya, Purbaya: Anggaran MBG bakal dipangkas lagi

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:56 WIB

Kini punya gaji di bawah Rp8,5 juta masuk masyarakat berpenghasilan rendah

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:28 WIB

Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:09 WIB

Wilan Oktavian tak lagi urus Jalan Tol Bocimi Seksi 3, diganti usai Kunker Komisi V DPR RI

Berita Terbaru

Regulasi

Simak rinciannya, Purbaya: Anggaran MBG bakal dipangkas lagi

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:20 WIB