Ngeri, Warga Dengar Suara Musik di Kamar Kos Wanita Sukabumi Korban Pembunuhan

- Redaksi

Selasa, 20 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabila Putri, Wanita Sukabumi tewas dibunuh di Tarakan, Kalimantan Utara. l Istimewa

Nabila Putri, Wanita Sukabumi tewas dibunuh di Tarakan, Kalimantan Utara. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Penyebab kematian Nabila Putri, wanita asal Sukabumi, Jawa Barat, berusia 21 tahun hingga kini masih menjadi misteri.

Teka-teki kematian wanita muda yang ditemukan tewas dengan leher terlilit kabel di kamar kosnya itu pun belum bisa diungkap oleh pihak kepolisian. Baca lengkap: Leher Terlilit Kabel, Wanita PL asal Sukabumi Tewas di Kalimantan

Nabila Putri yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Jalan Lumpuran RT 016, Kelurahan Kampung, Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (26/8/2023) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak ditemukan tewas, polisi masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari sejumlah rekan serta keluarga dekat dari Nabila.

Namun, hal itu tak cukup kuat membantu penyidik Reskrim Polres Tarakan dalam mengungkapkan penyebab kematian wanita yang berprofesi sebagai jasa prostitusi online itu. Baca lengkap: Pembunuh Wanita Sukabumi di Kosan Diduga Tidak Sendiri, Polisi Buru Pemilik Sperma

Karenanya, jajaran Polres Tarakan belum bisa mengungkap teka-teki dibalik kasus tewasnya Nabila di dalam kamar indekosnya pada 26 Agustus 2023 lalu itu.

Nabila Putri, Wanita Sukabumi tewas dibunuh di Tarakan, Kalimantan Utara. l Istimewa
Nabila Putri, Wanita Sukabumi tewas dibunuh di Tarakan, Kalimantan Utara. l Istimewa

Baca Juga: Fakta Baru Wanita Sukabumi Tewas di Kamar Kos, Punya 12 Nomor HP dan 3 Digunakan untuk Ini

Baca Juga :  Pangling! MUA asal Sukabumi sukses bikin wanita jarang dandan terlihat cantik

Namun, polisi telah kembali menetapkan satu orang saksi yang merupakan pengguna jasa korban, sehingga jumlah saksi kini bertambah hingga 28 orang.

Teka-teki pembunuhan Nabila yang terbilang sadis ini sangat menguras perhatian maupun tenaga bagi aparat kepolisian. Baca lengkap: Pengakuan Ojol Soal Nabila Putri, Wanita Sukabumi Tewas Terlilit Kabel di Kamar Kos

Sejumlah kendala yang mempersulit kerja kepolisian, mulai dari tidak adanya CCTV, DNA yang berjumlah banyak yang menyebabkan tim identifikasi menemui kesulitan dalam penyelidikan.

Ada Suara Musik di Kamar Nabila

Sementara polisi berjibaku mengungkap misteri kematian Nabila, salah seorang tetangga kamar korban bernama Sandi malah mengungkapkan keanehan yang terjadi di kamar Wanita Sukabumi itu.

Baca Juga: Fakta Baru Wanita Sukabumi Tewas di Kamar Kos, Punya 12 Nomor HP dan 3 Digunakan untuk Ini

Sandi mengaku telah menyewa rumah tersebut selama 2 tahun lamanya. Dalam kesehariannya korban selalu berpenampilan sederhana. Ia menilai tidak ada yang istimewa dari penampilan Nabila.

Berita Terkait: Setelah 5 Bulan Polisi Ungkap Misteri Nabila, Wanita Sukabumi Tewas Dililit Kabel

Hal yang bikin merinding dialami Sandi bersama rekan kerjanya. Sandi mengisahkan kala itu hari minggu tepat 40 harinya korban. Diketahui suasana lingkungan rumah sewa tersebut hening dan tiba-tiba terdengar suara yang menggema dari lokasi TKP.

Baca Juga :  Punya ART asal Sukabumi, wanita ini sebut ibunya diguna-guna

“Tepat 40 hari kematian korban pada tanggal 1 Oktober 2023, kami mendengarkan suara orang susah bernafas dari ruangan yang bergema yang diketahui sumber suara tersebut berasal dari kamar korban,” ujarnya.

Berita Terkait: Perkembangan Kasus Nabila, Wanita Sukabumi Tewas dengan Leher Terlilit Kabel di Tarakan

“Yang pertama dengar itu teman, penasaran akhirnya suara musik pada ponselku kecilin dan suara itu terdengar lagi. Sampai merinding aku ceritanya,” tutur Sandi sambil mengelus tangan kanannya.

Pasca kejadian tersebut Sandi berharap agar pelaku dapat segera tertangkap, atas kondisi tersebut ia merasa terganggu lantaran ada banyak waktu yang terbuang lantaran harus berurusan dengan petugas kepolisian.

“Sisi lain saya kerja dan butuh kerja, sisi lain harus ke kantor polisi. Ya doa kita agar yang terbaik untuk almarhumah. Semoga pihak kepolisian dapat cepat meringkus pelaku pembunuhan, kasihan loh,” ungkap Sandi yang tak kuasa menahan rasa haru.

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur
Kecamatan MDPL tertinggi di Sukabumi, bukan Parakansalak, Kabandungan, Kadudampit
Ribuan orang dijebloskan ke sel Polres Sukabumi Kota? Dipicu pengangguran?
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi minta agroindustri dan pariwisata bersinergi
Terlilit utang, sopir pickup di Sukabumi berpura-pura dibegal
Lereng Gunung Salak di Cidahu Sukabumi dirusak, eks menteri ini ngamuk
Jengkel terlalu banyak, pria Sukabumi ini cabut tiang jaringan internet milik MyRepublic Indonesia
Selalu waspada, 44 bencana hantam Sukabumi sepanjang Januari 2026

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:24 WIB

Kecamatan MDPL tertinggi di Sukabumi, bukan Parakansalak, Kabandungan, Kadudampit

Senin, 2 Februari 2026 - 00:01 WIB

Ribuan orang dijebloskan ke sel Polres Sukabumi Kota? Dipicu pengangguran?

Minggu, 1 Februari 2026 - 02:28 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi minta agroindustri dan pariwisata bersinergi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:07 WIB

Terlilit utang, sopir pickup di Sukabumi berpura-pura dibegal

Berita Terbaru

Ilustrasi buruh sedang menjahit di pabrik garmen - sukabumiheadline.com

Bisnis

Menghitung jumlah pabrik garmen di Sukabumi

Rabu, 4 Feb 2026 - 04:57 WIB

UMKM

Ini 22 kecamatan penghasil kopi Sukabumi terbanyak

Rabu, 4 Feb 2026 - 00:27 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131