Omar Huseyin, Ulama China Dihukum karena Ziarah Tewas dalam Penjara

- Redaksi

Minggu, 1 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINE.com l Seorang ulama Muslim Uyghur meninggal dunia saat di penjara Xinjiang, China, pada Februari 2021. Seorang polisi yang bekerja di distrik tempat ia tinggal menyebut ulama pengkhotbah itu meninggal karena kanker hati.

Ulama bernama Omar Huseyin ini menjalani hukuman lima tahun di wilayah Xinjiang barat, karena melakukan ziarah keagamaan ke luar negeri. Pria ini merupakan mantan khatib di Masjid Qarayulghun di Korla, yang dikenal sebagai Ku’erle dalam bahasa China dan kota terbesar kedua di Xinjiang.

Diketahui, pihak berwenang menangkap Omar pada September 2017, di tengah tindakan keras yang meluas terhadap ulama Islam dan tokoh Uighur lainnya karena melakukan perjalanan ke kota suci Makkah pada 2015.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak berwenang juga menahan tiga saudara laki-laki Huseyin pada 2017. Salah satunya menjalani hukuman 12 tahun karena berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan juga meninggal di penjara.

Dilansir di RFA, Kamis (29/12/2022), Huseyin disebut dalam kondisi sehat sebelum pihak berwenang membawanya ke kamp “pendidikan ulang”, di salah satu dari ratusan fasilitas di seluruh Xinjiang.

Dalam kamp itu, pihak berwenang menahan sekitar 1,8 juta warga Uyghur dan Muslim lainnya yang konon untuk mencegah ekstremisme agama dan terorisme.

Seorang narapidana Uighur yang melarikan diri dari penjara lain di Korla dan bersembunyi, Mahmut Moydun, mengatakan kondisi di pusat penahanan semakin memburuk karena lebih banyak narapidana, termasuk pengkhutbah yang meninggal dalam dua tahun terakhir.

Seorang warga Korla, yang menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan, mengatakan kesehatan narapidana berada di penjara kota memburuk. Hal ini menyusul kualitas makanan yang rendah, intensitas kerja penjara, sesi studi politik yang panjang, serta interogasi yang tiada henti.

Huseyin dibawa pergi untuk “pendidikan ulang” pada 2017 pada saat pihak berwenang mengubah pusat kamp interniran di Korla menjadi penjara. RFA berupaya menghubungi kantor polisi Qarayulghun di Korla untuk mendapatkan daftar narapidana yang meninggal pada 2021 dan 2022. Namun, komisaris politik menolak memberikannya.

Saat dimintai keterangan tentang Huseyin, ia mengatakan bisa memberikan informasi itu dari kantor polisi di distrik tempat tinggal sang khatib.

“Saya tidak dapat mengirimkan informasi itu kepada Anda. Tidak ada hal seperti itu,” kata sumber tersebut.

Seorang polisi distrik kemudian mengonfirmasi Huseyin sedang menjalani hukuman di penjara distrik dan dia meninggal pada 2 Februari.

“Dia sehat dan tidak sakit sama sekali sebelumnya. Kami mengetahui dia meninggal karena kanker hati stadium akhir di rumah sakit [penjara]. Dia meninggal saat dirawat tanpa dibebaskan,” ucap petugas itu.

Pada saat itu, Partai [Komunis China] dan pemerintah disebut tengah mengorganisir delegasi untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah. Huseyin disebut pergi ke sana sebagai anggota delegasi, mengacu pada waktu sebelum penumpasan 2017, ketika pihak berwenang mendorong warga Uighur untuk mengajukan paspor dan bepergian ke luar negeri.

Setelah pihak berwenang menangkap Huseyin karena melakukan ziarah ke Makkah, dia pun diadili dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Pihak berwenang pergi ke rumah Huseyin pada 2020 dan memberikan dokumen persidangan rahasia tentang dia kepada keluarganya. Namun, polisi itu tidak menjelaskan lebih lanjut. Setelah sang khatib meninggal Februari ini, pihak berwenang mengembalikan tubuhnya ke keluarganya.

Berita Terkait

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS
Israel larang warga Palestina punya kamar mandi sendiri
Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia
Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?
Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran
Iran tak izinkan Dubes RI di Tehran hadiri pemakaman Ali Khamenei
Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI
RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:47 WIB

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:50 WIB

Israel larang warga Palestina punya kamar mandi sendiri

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 00:40 WIB

Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:13 WIB

Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran

Berita Terbaru

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB