SUKABUMIHEADLINE.com – Media Lebanon Al-Mayadeen melaporkan serangan “senjata misterius” terhadap kapal kargo Israel pada hari Sabtu. Mengutip “sumber terpercaya,” dan mem-posting sebuah foto kapal rusak dengan asap hitam membumbung ke udara.
Insiden penembakan terhadap tersebut terjadi sehari setelah Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel Letjen. Aviv Kohavi memperingatkan bahwa mereka yang menyerang negaranya akan menghadapi pembalasan yang sengit.
“Siapa pun yang mencoba untuk menyakiti negara Israel tahu bahwa setiap aktivitas musuh yang ofensif, dekat atau jauh, akan dijawab dengan tanggapan terbuka atau rahasia yang signifikan,” kata Kohavi pada upacara kelulusan untuk perwira baru IDF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapal kargo Israel tersebut dilaporkan dihantam “senjata misterius” hingga kapal tersebut terbakar di Samudra Hindia bagian utara. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.
Pejabat Israel yang tidak menyebut namanya mengkonfirmasi insiden tersebut ke Jerusalem Post. Surat kabar itu mengklaim bahwa frame laporan Al-Mayadeen yang “terkait Hizbullah ” menunjukkan serangan itu adalah pembalasan Iran atas serangan pesawat tak berawak di fasilitas nuklir Iran bulan lalu di dekat Karaj.
Ketika diserang, kapal kargo itu dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju Uni Emirat Arab, usai berlabuh di Pelabuhan Jeddah, di Laut Merah. Namundemikian, tidak ada laporan korban cedera atau tingkat kerusakan.
Semenatara itu, dikutip dari Russia Today, Minggu (4/7/2021), media-media di Israel mengidentifikasi kapal kargo tersebut sebagai Tyndall, yang sebagian dimiliki miliarder Israel Eyal Ofer. Kapal ini mengibarkan bendera Liberia dan dioperasikan awak non-Israel.
Israel versus Iran kembali memanas, dengan Israel dilaporkan menyerang kapal-kapal pengangkut minyak atau senjata Iran menuju Hizbullah.
Kapal milik Israel lainnya berbendera Liberia, kapal kontainer Lori, mengalami kerusakan ringan setelah dihantam rudal saat menuju Teluk Oman pada bulan Maret. Seperti dalam kasus Tyndall, para pejabat Israel menduga bahwa Iran adalah pelakunya.