Penampakan Jalan Kabupaten rusak di Cisolok Sukabumi jadi kebun pisang

- Redaksi

Senin, 21 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan Jalan Kabupaten rusak di Cisolok Sukabumi jadi kebun pisang - Adi Haryadi

Penampakan Jalan Kabupaten rusak di Cisolok Sukabumi jadi kebun pisang - Adi Haryadi

sukabumiheadline.com – Jengkel karena sudah bertahun-tahun kondisi Jalan Kabupaten yang mengalami kerusakan parah di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, warga akhirnya berinisiatif menanami pohon pisang di setiap titik lubang jalan.

Informasi diperoleh, kerusakan jalan berada di Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok. Menurut salah seorang tokoh pemuda setempat, Adi Haryadi, kerusakan jalan telah sering menyebabkan kecelakaan.

“Selain jalannya rusak parah, juga tidak ada lampu penerangan jalan umum (PJU). Sudah gak kehitung, banyak yang jatuh karena selain hanya menyisakan baru, juga lubang jalan di mana-mana,” kata Adi kepada sukabumiheadline.com, Ahad (20/4/2025) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, warga sudah sering menyampaikan aspirasi, baik secara resmi maupun secara informal. Warga kemudian melakukan aksi pernyataan sikap dengan membentangkan spanduk bertuliskan kata-kata satire.

Baca Juga:

Jalan Kabupaten Sukabumi rusak di Cisolok
Penampakan Jalan Kabupaten rusak di Cisolok Sukabumi jadi kebun pisang – Adi Haryadi

Adi bersama warga lainnya menyampaikan protes dengan spanduk bertuliskan “SELAMAT DATANG DI OBJEK WISATA JALAN BUTUT WAHANGAN SAAT JALAN KABUPATEN SUKABUMI” bergambar Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Japar dan Andreas.

“Kami, warga Gunung Karamat meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk segera memperbaiki Jalan Kabupaten yang rusak, karena sampai sekarang tidak ada perhatiannya,” kata Ketua Karang Taruna Desa Gunung Karamat tersebut dalam video pernyataan sikapnya bersama warga.

Selain membuat video pernyataan sikap, warga juga menanami jalan rusak tersebut dengan pohon pisang di sejumlah lubang jalan yang dinilai membahayakan bagi para pengendara.

Baca Juga: Miris, warga Sukabumi kumpulkan uang hasil kuli nyangkul untuk cor Jalan Kabupaten rusak

Program Unggulan Sukabumi Leucir
Program Unggulan Sukabumi Leucir – Istimewa

Sebagaimana diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, ratusan kilometer Jalan Kabupaten di Sukabumi mengalami kerusakan dari sedang hingga berat. Baca selengkapnya: Ratusan kilometer rusak, menghitung panjang dan kondisi jalan di Sukabumi

Sedangkan, menjadikan Jalan Kabupaten mulus merupakan salah satu dari 13 Program Unggulan pasangan Asep Japar-Andreas. Baca selengkapnya: Sukabumi Leucir: Ini 13 Program Unggulan Asep Japar-Andreas, ada Jalan Kabupaten mulus

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB