sukabumiheadline.com l Proksi Iran di Lebanon, Hizbullah, dilaporkan melakukan penyerangan Kamis. Dalam laporan laman yang sama, Hizbullah mengaku menyerang 19 polisi Israel dalam “serangan terkoordinasi”.
Kelompok yang juga berbasis di Lebanon itu mengatakan, mereka menyerang posisi militer Israel di sepanjang perbatasan secara bersamaan pada pukul 15.30 kemarin. Dikatakan bahwa pihaknya menargetkan posisi tersebut dengan “peluru kendali, tembakan artileri” dan senjata lainnya.
Sebelumnya, kelompok Houthi di Yaman, yang menjadi sekutu Hizbullah, juga dilaporkan menyerang Israel. Sejumlah drone ditembakkan Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Drone mencapai target,” tegas juru bicara Houthi dikutip dalam update Al Jazeera. “Kami akan terus melakukan operasi militer untuk mendukung rakyat Palestina sampai agresi Israel di Gaza berhenti.”
Pasukan Brigade Imam Hussein dari Garda Revolusi Iran Tiba di Lebanon
Konflik Israel dan Palestina masih terjadi. Penyerangan Israel terhadap Palestina menimbulkan keprihatinan dunia.
Medan perang tidak hanya di Gaza, di perbatasan Lebanon-Israel juga terjadi peperangan antara Hizbullah dengan Israel.
Tentara Israel mengatakan bahwa pasukan Brigade Imam Hussein dari Garda Revolusi Iran, yang dipimpin Zulfiqar telah tiba di Lebanon selatan untuk membantu Hizbullah.
Mengutip dari Russia Today berbahasa Arab, Juru bicara militer Israel Avichai Adraee mengatakan, kehadiran Zulfiqar dan pasukannya untuk mengatasi serangkaian kerugian yang dialami kelompok Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir.
“Pasukan Brigade Imam Hussein Iran, yang dipimpin oleh Zulfiqar, tiba di Lebanon selatan. Pasukan ini awalnya didirikan Garda Revolusi Iran di Suriah untuk memberikan bantuan kepada proxy mereka,” katanya, Kamis (3/11/2023).
Adraee melanjutkan, “Mereka telah melakukan konfrontasi dengan pasukan Israel (IDF) di perbatasan Lebanon dalam beberapa minggu terakhir, dan berpartisipasi dalam serangan ofensif terhadap kedaulatan Israel.”
Dia menambahkan dalam pernyataannya, “Hizbullah dan pasukan Brigade Imam Hussein akan memaksa Lebanon membayar harga yang mahal untuk aksi mereka.”
Adraee menekankan bahwa pihaknya sepenuhnya siap untuk menanggapi dengan tegas siapa pun yang mencoba melemahkan kedaulatan negara di utara.
Dalam konfrontasi terbatas di perbatasan Lebanon-Israel, Hizbullah telah berhasil merusak sejumlah objek vital militer, termasuk stasiun pengintaian, radar, hingga tank Merkava kebanggaan Tel Aviv.
Perbatasan antara Lebanon dan Israel pun telah menyaksikan ketegangan baku tembak dan rudal antara tentara Israel di satu sisi, dan Hizbullah di sisi lain, sejak dimulainya konfrontasi antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober.
Media lokal melaporkan bahwa Israel menggunakan “amunisi fosfor putih dalam serangannya di perbatasan Lebanon,” dan Kementerian Luar Negeri Lebanon menginstruksikan Selasa lalu untuk mengajukan keluhan baru ke Dewan Keamanan terhadap Israel atas penggunaan fosfor putih terhadap Lebanon.
Amnesty International, yang khusus membela hak asasi manusia, juga mengakui adanya penggunaan amunisi fosfor putih oleh Israel di Jalur Gaza dan Lebanon.
Menanti pernyataan Sayyid Hassan Nasrallah
Hari ini, Pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah akan berbicara tentang perang Israel-Hamas. Apa yang dia katakan diyakini banyak pihak bakal menentukan apakah konflik Hamas-Israel akan menyebar di kawasan Timur Tengah.
Hizbullah adalah sekutu Hamas yang juga didukung oleh Iran dan berkomitmen untuk menghancurkan Israel.
Sejak serangan mendadak Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober dan kampanye pemboman dan invasi Israel ke Gaza, kekhawatiran meningkat di Timur Tengah bahwa Hizbullah akan membuka front kedua melawan Israel di perbatasan utaranya, sehingga memicu perang yang lebih luas.
Hizbullah, seperti Hamas, telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel dan Hizbullah terlibat dalam aksi saling tembak dan serangan rudal di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel, meskipun kedua belah pihak tampaknya membatasi tindakan mereka untuk menghindari konflik yang lebih luas.
Sayyid Hassan Nasrallah–yang sering berbicara kepada para pengikutnya melalui pidato langsung yang diikuti di seluruh wilayah–belum berbicara secara terbuka sejak konflik ini berlangsung.
Hal itu membuat banyak spekulasi tentang apa yang akan diputuskannya dalam pengumuman penting pada hari ini.
Di medan perang, pertempuran tampaknya mengalami eskalasi di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon sepanjang hari Kamis kemarin.
Setelah serangkaian serangan lintas batas sepanjang hari, Hizbullah dan Hamas sama-sama mengaku bertanggung jawab pada Kamis malam atas serangan terpisah dan besar-besaran ke Israel utara.

Televisi Israel menayangkan rekaman yang menunjukkan dampak serangan roket di kota paling utara Israel, Kiryat Shmona.
Sebelumnya pada hari itu, Hizbullah juga mengatakan mereka telah menggunakan drone berisi bahan peledak untuk menyerang posisi tentara Israel di daerah perbatasan yang disengketakan yang dikenal sebagai Peternakan Shebaa, yang merupakan indikasi terbaru bahwa mereka berusaha menggunakan lebih banyak persenjataannya.
Tanggapan tentara Israel tampaknya cepat dan luas, dimana kantor berita milik pemerintah Lebanon melaporkan bahwa tiga warga sipil tewas.
Dalam sebuah pernyataan, militer negara tersebut mengatakan pihaknya telah menargetkan infrastruktur militer, pusat komando dan kendali, gudang senjata, dan kompleks militer milik Hizbullah.