Presiden AS merasa dimanipulasi, kini PM Israel sulit menghubungi langsung Donald Trump

- Redaksi

Senin, 12 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump - Istimewa

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump - Istimewa

sukabumiheadline.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memutus kontak langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kabar tersebut disampaikan jurnalis koresponden media Israeli Army Radio, Yanir Cozin, dalam unggahannya di X (dulu Twitter), sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Jumat (9/5/2025).

Menurut Cozin, Trump mengambil keputusan tersebut karena dia meyakini Netanyahu telah memanipulasinya. Sebuah sinyal hubungan yang memanas antara keduanya.

Seorang pejabat Israel menuturkan, orang-orang di sekitar Trump mengatakan kepadanya bahwa Netanyahu telah memanipulasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada yang lebih dibenci Trump selain dianggap sebagai orang bodoh atau orang yang dimanipulasi. Itulah sebabnya dia memutuskan untuk memutuskan kontak dengan Netanyahu,” kata pejabat itu.

Ditambahkan Cozin, Pemerintah Israel gagal memberikan rencana dan jadwal konkret untuk menangani Iran dan kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Kondisi tersebut dinilai sebagai salah satu sumber memburuknya hubungan kedua negara.

Cozin juga menyoroti Netanyahu gagal menawarkan proposal konkret mengenai Gaza.

Diberitakan NBC News, Ahad (11/5/2025), hubungan antara Trump dan Netanyahu memanas karena perselisihan dalam mengatasi berbagai tantangan, seperti Hamas di Gaza, Houthi, dan Iran.

Netanyahu melihat peluang untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran, sedangkan Trump melihat peluang untuk menghilangkan ancaman Iran memperoleh senjata nuklir dengan membuat kesepakatan.

Saat Israel menyerang Gaza dengan serangan militer baru, Trump mendorong gencatan senjata dan berupaya untuk melaksanakan rencana pascaperangnya untuk membangun kembali wilayah tersebut menjadi “Rivieranya Timur Tengah”.

Dan setelah Trump menghentikan kampanye militer AS terhadap pemberontak Houthi yang didukung Iran, Netanyahu yang terkejut mengatakan Israel akan mempertahankan diri.

Perbedaan pendapat antara kedua pemimpin mengenai strategi dan posisi utama telah menempatkan hubungan Trump dengan Netanyahu berada persimpangan jalan.

Keduanya juga saling kesal satu sama lain. Dua kali dalam minggu terakhir ini saja, Trump membuat komentar publik yang membuat Netanyahu kesal. Informasi tersebut disampaikan dua pejabat AS, dua diplomat Timur Tengah, dan dua orang lain yang mengetahui ketegangan tersebut.

Netanyahu juga kesal ketika Trump mengatakan bahwa ia belum memutuskan apakah Iran akan diizinkan untuk memperkaya uranium berdasarkan kesepakatan nuklir baru yang sedang dinegosiasikan.

Sementara itu, Trump merasa frustrasi dengan keputusan Netanyahu untuk memulai serangan militer baru di Gaza.

Menurut Trump, serangan tersebut bertentangan dengan rencananya untuk membangun kembali di sana, menurut salah satu pejabat AS dan salah satu orang yang mengetahui ketegangan antara kedua pemimpin tersebut.

Secara pribadi, Trump mengatakan, serangan baru Israel di Gaza adalah upaya yang sia-sia karena akan mempersulit pembangunan kembali, menurut kedua sumber tersebut. AS saat ini mendesak Israel dan Hamas untuk menyetujui gencatan senjata di Gaza.

Berita Terkait

Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS
Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan
Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu
Indonesia Top 5 negara terbanyak janda, ada AS dan Rusia
Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan
Otoritas Israel culik 2 pemain sepak bola putri Timnas Palestina
Ini draf kesepakatan Iran – AS, termasuk soal aset US$ 12 Miliar
Tahun ini UNESCO punya 12 Geopark Global baru, dua di Malaysia

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:58 WIB

Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS

Senin, 15 Juni 2026 - 19:50 WIB

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:30 WIB

Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:37 WIB

Indonesia Top 5 negara terbanyak janda, ada AS dan Rusia

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:25 WIB

Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan

Berita Terbaru