sukabumiheadline.com – Politikus Partai Nasdem sekaligus pengusaha, Ahmad Sahroni tetiba membuat pernyataan mundur dari Ketua Tim Pemenang Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Pilkada Jakarta 2024, Ridwan Kamil (RK) dan Suswono.
Meskipun demikian, Sahroni menyebut bahwa partainya tetap solid bersama KIM Plus mendukung pasangan RK – Suswono.
Sosok Sahroni memang kerap menghiasi pemberitaan berbagai media. Ia tergolong masih muda, namun dikenal sebagai crazy rich dengan kekayaan fantastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Partai Nasdem, ia menjabat sebagai Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sejak 2019 sampai sekarang. Sebelumnya, ia merupakan pengurus di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta dengan jabatan sebagai Bendahara DPW (2013–2014) dan Ketua DPW (2014–2015).
Dikutip sukabumiheadline.com dari berbagai sumber, berikut adalah ulasan tentang profil dan perjalanan hidup Ahmad Sahroni.
Profil Ahmad Sahroni
Dr. H. Ahmad Sahroni, S.E., M.I.Kom. adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Ia merupakan anggota DPR RI dua periode sejak tahun 2014 dari daerah pemilihan DKI Jakarta III.
Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI periode 2019–2024. Pada November 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuknya sebagai Ketua Pelaksana Formula E 2022.
- Lahir: 8 Agustus 1977 (umur 47)
Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara - Partai politik: NasDem
- Nama istri: Feby Belinda (memiliki dua orang anak)
- Profesi: Politikus, pengusaha
Bela wanita asal Sukabumi
Ahmad Sahroni mengemukakan kecaman keras atas vonis bebas untuk Gregorius Ronald Tannur, terdakwa pembunuh wanita asal RT 012/004, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Dini Sera Afrianti.
Diketahui, sebelum kematian Dini, ia bersama pacarnya sempat menanyakan rekaman CCTV ke pihak karaoke untuk mencari tahu siapa yang memukul duluan. Baca selengkapnya: Detail Pembunuhan Janda Cantik asal Sukabumi oleh Anak Anggota DPR
Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, Ahmad Sahroni memberikan tanggapan atas putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tersebut.
Menurut Sahroni, putusan tersebut merupakan putusan yang sangat memalukan. Pernyataan ini disampaikan oleh Ahmad Sahroni saat ditemui awak media.
“Ini hakimnya sakit. Mungkin dia enggak punya anak, seorang anak perempuan yang bisa merasakan bagaimana perempuan ini diperlakukan tidak selayaknya,” ujar dia. Baca selengkapnya: Anak pejabat terdakwa bunuh wanita asal Sukabumi divonis bebas, Ahmad Sahroni: Hakimnya Sakit!
Lebih jauh, Ahmad Sahroni meminta Mahkamah Agung (MA) untuk membatalkan vonis bebas terhadap Gregorius Ronald Tannur. Baca selengkapnya: Minta Mahkamah Agung pikirkan keluarga Dini di Sukabumi, Komisi III DPR: Batalkan vonis bebas Ronald
Baca Juga:
Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil – Suswono
Seperti diketahui, pasangan RK dan Suswono telah menggelar deklarasi maju sebagai Cagub dan Cawagub Jakarta, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (19/8/2024) lalu. Baca selengkapnya: Ridwan Kamil – Suswono deklarasi, Anies Baswedan tak jadi nyalon Gubernur Jakarta
Selanjutnya, Ahmad Sahroni ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan eks Gubernur Jawa Barat dan eks Menteri Pertanian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu.
Namun, tidak lama setelah ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan RK – Suswono, Ahmad Sahroni menyatakan mengundurkan diri.
Sahroni mengatakan alasan batalnya ia menjadi ketua timses RK-Suswono karena ada tugas lain dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Dikutip dari Antara pada Senin (9/9/2024), Sahroni mengatakan posisi Ketua Timses RK-Suswono, yang kini ditinggalkannya, nantinya bakal diisi oleh elite yang lain.
“Situasi masih sangat dinamis dan setelah melakukan diskusi yang lebih mendalam dengan anggota koalisi, maka diputuskan bahwa ada penugasan lain untuk saya dan posisi ketua timses RK-Suswono akan dipegang rekan yang lain,” ujar Sahroni, Ahad (8/9/2024).
Baca Juga:
Pernah main film
Sahroni merupakan penggemar olahraga otomotif dan golf. Ia adalah pendiri dan Presiden Brotherhood Club Indonesia, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), Pembina Indonesia Karate-Do (INKADO), Presiden Mclaren Club Indonesia (MCI), Pembina Motor Besar Indonesia (MBI). Saat ini ia menjadi Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) periode 2023-2028.
Pada September 2013, ia meluncurkan biografinya berjudul Ahmad Sahroni: Anak Priok Meraih Mimpi. Buku tersebut ditulis oleh Fenty Effendy, seorang penulis dan mantan jurnalis TV.
Informasi dihimpun, Ahmad Sahroni juga pernah menjadi pemeran dalam film Before I Met You yang diproduksi pada 2022 lalu.
Kisah hidup Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni, akrab disapa Roni, lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 8 Agustus 1977. Ia merupakan putra dari sebuah keluarga sederhana yang berprofesi sebagai penjual nasi Padang di Pelabuhan Tanjung Priok.
Roni menempuh pendidikan dasar dan menengahnya di Tanjung Priok. Ketika itu, ia telah mulai mencari penghasilan sendiri dengan menjadi tukang semir sepatu dan ojek payung.
Roni masuk SMA Negeri Baru Cilincing (kini SMA Negeri 114 Jakarta). Ketika duduk di kelas dua, ia menjadi Ketua OSIS.Tamat SMA, ia langsung bekerja dan tidak meneruskan pendidikannya ke bangku kuliah. Ia menyelesaikan S-1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Bangsa pada 2009 dan S-2 di Stikom InterStudi pada 2020.
Kemudian ia juga telah menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Borobudur Jakarta.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah menekuni berbagai macam pekerjaan. Ia semula menjadi sopir truk di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengisian bahan bakar minyak. Seiring waktu, ia dipercaya menjadi staf operasional di perusahaan tempat ia bekerja. Kariernya terus menanjak hingga menjadi direktur utama dan mengembangkan bisnis sendiri.
Ia memulai karier politiknya dengan bergabung ke Partai NasDem pada 2013. Pada pemilihan umum legislatif 2014, Ahmad Sahroni terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III dengan perolehan 60.683 suara.
Di DPR RI, ia awalnya bertugas di Komisi XI. Pada 2016, ia dipindahkan ke Komisi III yang menangani masalah hukum dan HAM. Sejak 2019, ia dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Pada pertengahan 2020, ia menjadi Ketua Panitia Khusus dari RUU Pengesahan Perjanjian tentang Bantuan Hukum Timbal Balik Dalam Masalah Pidana antara Indonesia dan Konfederasi Swiss (Mutual Legal Assistance/MLA). RUU ini disahkan pada Juli tahun yang sama.

Pada Maret 2021, Ahmad Sahroni menyuarakan revisi UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika karena 50 persen penghuni lapas berasal dari narapidana kasus narkotika. Menurut Sahroni, penyalahguna narkotika sepatutnya memperoleh hak rehabilitasi sedangkan hukuman penjara maupun hukuman mati hanya untuk produsen serta bandar narkotika.
Sahroni ikut mendukung disahkannya RUU PKS sebagai payung hukum untuk tindakan kekerasan seksual yang belum diatur pada UU KUHP, UU KDRT, UU Pernikahan, dan UU lainnya.
Pada Oktober 2021, ia mengomentari laporan Project Multatuli yang menyebut adanya penghentian pemeriksaan oleh polisi terhadap dugaan kasus pelecehan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ia meminta Kapolres Luwu Timur dan Kapolda Sulawesi Selatan untuk mengusut kembali kasus tersebut.