sukabumiheadline.com – Vagetoz, band asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hari ini menghibur pelajar Parakansalak. Mengutip dari laman resmi media sosial Vagetoz, band asal Kecamatan Cisaat tersebut tampil di SMP Yasidik, Kecamatan Parakansalak, Ahad (30/6/2024).
Sebelum tampil di Parakansalak, sehari sebelumnya, Sabtu (29/6/2024), Vagetoz juga tampil menghibur pelajar SMA Islam Al Bashry, Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal.
Ratusan pelajar dan warga sekitar tampak antusias menyaksikan aksi Vagetoz dalam tour bertajuk Ceritaku Ceritamu itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga:
- Chord dan Lirik “Ridho Allah Ridho Orangtua” Milik Band asal Sukabumi, Vagetoz
- Mengintip Kreativitas Anak Muda Sukabumi yang Tergabung dalam Kumis
- Ledakan Emosi Band Asal Sukabumi, Tantrum dalam Single Parasinis
Profil Vagetoz
Vagetoz merupakan grup musik asal Sukabumi yang berdomisili di Jakarta. Grup musik ini dibentuk pada 12 Mei 1999. Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Teguh Permana (vokal), Acep Gunawan alias Soni (gitar), Irman Mardani Putra alias Nuki (gitar), Budi Setia Purnama alias Eboth (bass), Rudi Pamungkas alias Uday (drum).
Dalam perjalanannya, Vagetoz tampil dengan personel Teguh Permana – vokalis utama (1999 – sekarang), Acep Gunawan – gitaris utama (1999 – sekarang), Irman – gitaris ritme (1999 – sekarang), Eboth – bassis (1999 – 2022 ; Hiatus), dan Day – drummer (1999 – 2024 ; Hiatus)

Vagetoz memilih genre Rock Alternatif dan bernaung di bawah label Sony Music Entertainment, Wow Musikindo, dan SMD Record.
Album pertama grup ini ialah Sesuatu Yang Beda dirilis pada 2007. Sebelum bergabung dengan Sony BMG dan merilis album perdana, pada 2004 Vagetoz sempat rekaman album kompilasi dengan satu buah single Sebaiknya Aku Pergi.
Nama Vagetoz sendiri diambil dari kata pagéto (Bahasa Sunda) yang artinya lusa. karena dulu ketika setiap mau latihan, mereka bilang “Pagéto waé latihanna” (“Lusa saja latihannya”).
Tahun 2008, Vagetoz kembali dengan album religius bertajuk Kuatkan Aku yang menghadirkan 8 lagu dan 4 lagu dalam format karaoke. Album ini diciptakan berdasarkan inspirasi pribadi para personel Vagetoz dalam meniti perjalanan spiritualnya.
Perilisan album ini juga bersamaan dengan novel yang berjudul Kuatkan Aku: Catatan Spiritual dan Kreativitas Vagetoz yang diterbitkan oleh DAR! Mizan.
Band yang sudah manggung di berbagai kota di Indonesia itu memiliki penggemar setia yang menamakan dirinya Vagestista, adalah sebutan bagi para penggemar Vagetoz.
Baca Juga:
- Rere Reza, drummer asal Sukabumi di antara ADA Band, Yovie & Nuno, Dewa 19 dan Iwan Fals
- Mengenang Biru Langit, band pop progresif legendaris dari Sukabumi era 80-an
- Profil dan Biodata Faank, Vokalis Band asal Sukabumi dan Menengok Mushala Wali Parungkuda
Diskografi Vagetoz
Album Studio: Sesuatu Yang Beda (2007), Kuatkan Aku (2008), Aku Hanya Ingin Kau Tahu (2009)
Album Kompilasi: Love (2008), MAIA and Friends (2008), 12 Lagu Islami Terbaik Vol. IV (2009), 50 Lagu Islami Terbaik (2010), 12 Hits Religi (2011), Best Melayu Cinta 2011 (2011), 3 in 1 (2013) – bersama Hijau Daun dan The Potter’s, 30 Lagu Islami Terbaik (2013), 12 Lagu Islami Terbaik Fatin & Friends (2013), dan Hits Islami Terbaik (2015).
Single: Sahabat Yang Mengerti Aku (2012), Maafkan Ku Harus Pergi (2012), Ervina (2012), Bila Engkau (2013), Kau Lukaiku Lagi (2013), Beramal Soleh (2013), Ridho Allah Ridho Orangtua (2019), Jadilah Pasanganku (2019), Ampunilah Kami (2020), Akhirnya Kita Berpisah (2020), Ampunilah Kami (2020), Ya Rasulallah (2021), Hanyalah Untukmu (2021), Coba Bertahan (2021), Lupa Bersyukur (2022), Cuma Kamu (2022), Yuanita (2022), Sholat (2023), Ikhlas (2024), Bulan Yang Suci (2024), Usai Pencarianku (2024).
Bibliografi: Kuatkan Aku: Catatan Spiritual dan Kreativitas Vagetoz (2008).