Ridwan Kamil Pamer Masjid Mewah, Netizen: Jalan Bolong, Pak

- Redaksi

Sabtu, 24 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Al Jabbar. l Istimewa

Masjid Al Jabbar. l Istimewa

SUKABUKIHEADLINE.com l Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ramai diprotes warganet setelah mengunggah video kemegahan Masjid Provinsi Jawa Barat, Al Jabbar.

Pembangunan Masjid Al Jabbar yang tengah dipamerkan Ridwan Kamil tersebut dilaporkan sudah menghabiskan dana Rp496.434.344.437.46,- dari APBD di tahun 2021. Masjid ini berlokasi di Kecamatan Gede Bage, Kota Bandung, Jawa Barat.
Pria yang biasa dipanggil Kang Emil itu pada Kamis (15/9/2022) memamerkan pembangunan masjid megah di Jawa Barat. “Kadang jadi Gubernur, kadang jadi mandor,” tulis Ridwan Kamil.”Inspeksi dan memandori progres pekerjaan Masjid Agung Jabar, Masjid Al Jabbar. Selalu bahagia jika melihat sebuah imajinasi telah terlihat sudah mewujud menjadi karya. Doakan Desember 2022 selesai,” tambahnya.

Cuitan Ridwan Kamil (twitter.com/ridwankamil)
Cuitan Ridwan Kamil (twitter.com/ridwankamil)

Alih-alih mendapatkan apresiasi, cuitan Ridwan Kamil tersebut malah banjir protes dari warganet yang menyebutkan bahwa jalanan dan infrasutruktur lain juga perlu diperhatian tak hanya masjid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalanan bolong, saluran air minim (setiap hujan banjir di banyak titik), lampu jalan mati, lampu lalu lintas tidak efektif, jalur pedestrian minim. Sebuah kota yang jauh dari kata indah. Tapi yang penting punya mesjid Rp1.000.000.000.000,” komentar warganet.

Masjid lagi, masjid lagi. Jalanan di Jawa Barat tuh masih banyak berlobang, angkutan umumnya tau dah, rumah sakit tipe A ada berapa sih se-Jawa Barat? yah tapi apa boleh buat yah, lebih suka melihat masjid megah, yang jadi tempat piknik,” tambah warganet lain.

Indah kang, hatur nuhun. Tapi tanpa mengurangi rasa hormat. Masih banyak jalan di Jawa Barat yang kondisinya memprihatinkan yang bahkan tidak tersentuh perbaikan sejak lama. Sudi kiranya bapak juga memprioritaskan hal seperti ini,” timpal akun lain di kolom komentar.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, bertahun-tahun Jalan Provinsi rusak di Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikeluhkan warga dan pengguna. Namun, hingga kini ruas Jalan Provinsi penghubung Kota Sukabumi – Jampang Tengah – Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu masih terlihat hancur. Jalan Hancur 10 KM yang Diaspal 50 Meter, Warga Jampang Tengah Sukabumi Merasa Dihina

Kerusakan jalan terpantau mulai dari Pangleseran, Kecamatan Cikembar hingga Bojonglopang, Kecamatan Jampang Tengah. Baca lengkap: Jalan Hancur di Jampang Tengah Sukabumi, Warga: Dipandang Sebelah Mata

Berita Terkait

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus
Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual
Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi
Ketua Umum Projo: Untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga
Menteri PAN-RB buka pendaftaran PNS bagi PPPK, cek jadwalnya

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:36 WIB

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WIB

2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan

Berita Terbaru

Ilustrasi hubungan toxic yang selalu diwarnai pertengkaran - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Kenali 5 ciri hubungan toxic yang harus segera diakhiri

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:12 WIB