Tiga Bulan Masjid Diblokir, Pengusaha Hindu Sewakan Tempat untuk Shalat

- Redaksi

Senin, 22 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muslim India melakukan shoat Jumat I Istimewa

Muslim India melakukan shoat Jumat I Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com I GURUGRAM – Sekira tiga bulan terakhir, kelompok Hindutva memblokir umat Muslim setempat untuk melaksanakan sholat Jumat di tempat umum, meskipun telah mendapat izin pemerintah.

Masjid yang diblokir tersebut dibangun pada 1934 dan diyakini sebagai tempat ibadah Sikh tertua di distrik Haryana, yang bersebelahan dengan Delhi. Apa yang dikatakan Singh ini mengacu pada peristiwa tiga bulan terakhir, di mana kelompok Hindutva berulang kali melarang umat Islam berkumpul untuk sholat Jumat.

Sejak 17 September, konflikpun meledak, ketika kelompok sayap kanan Hindu dipimpin Dinesh Bharti, pendiri kelompok lokal bernama Bharat Mata Vahini, mengangkat spanduk protesnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak cukup sampai di situ, massa dari kelompok Bharat Mata Vahini juga meneriaki umat Islam yang berkumpul untuk beribadah di Sektor 47. Selama beberapa pekan berikutnya, agitasi ini menyebar ke Sektor 12 dan lainnya.

Kemudian pada 26 Oktober, anggota Sanyukt Hindu Sangharsh Samiti, sebuah konsorsium dari 22 kelompok sayap kanan, mengajukan permohonan kepada Wakil Komisaris Gurugram yang meminta pemerintah untuk menghentikan semua kegiatan ibadah di tempat umum.

Seminggu kemudian, mereka menyelenggarakan puja Govardhan di tempat di Sektor 12 di mana umat Islam berkumpul untuk berdoa. Jumat pagi berikutnya, 12 November, mereka berkumpul kembali dan menyatakan niat membangun lapangan voli. Menjelang sore, mereka pergi dengan meninggalkan kotoran sapi di lokasi itu.

Menyikapi masalah tersebut, seorang pengusaha dari komunitas Hindu membuka tokonya untuk ruang sholat Jumat.

Diberitakan Scroll pada Kamis (18/11/2021), di tengah maraknya intoleransi beragama ini, beberapa warga yang tergabung dalam komunitas lain akhirnya melangkah maju untuk menunjukkan solidaritas mereka. Kelompok ini berupaya menawarkan ruang sholat kepada umat Islam.

Akshay Yadav, yang menjalankan bisnis wisata satwa liar berusia 40 tahun, menyewakan ruang komersial di Sektor 12, tempat dia tinggal bersama keluarganya.

Jumat lalu, 12 November, Yadav memutuskan menawarkan penggunaan propertinya ke sebuah sekelompok kecil Muslim di lingkungannya. Karena mereka tidak ingin memasuki ruang pribadinya, umat Muslim pun menjalankan ibadah di tokonya.

“Saya membaca tentang apa yang terjadi di berita dan ingin melakukan apa pun yang saya bisa untuk mengurangi konflik yang sedang berlangsung, antara kelompok sayap kanan dan Muslim,” ujarnya.

Pada 16 November, Yadav tengah bersiap meninggalkan kota untuk liburan keluarga. Tetapi ia tidak segera berangkat sebelum menyerahkan kunci toko yang kosong kepada Taufiq Ahmed. Mereka mengatakan telah saling kenal selama 16 tahun dan menganggap satu sama lain sebagai bagian dari keluarga.

Yadav bahkan mengatakan dapat membuka pintu utama bungalownya, jika jamaah sholat membutuhkan ruang tambahan. “Saya mungkin tidak ada di sini, tetapi shalat harus dilanjutkan,” kata dia.

“Kami tidak akan menjadi penonton bisu atas apa yang telah terjadi,” kata pemimpin Gurudwara Sona Chowk, Sherdil Singh Sindhu yang juga berinisiatif menyediakan lahan berupa ruang bawah tanah untuk shalat.

Berita Terkait

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53
Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv
Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Berita Terbaru