Tiga jenderal Sunda pernah jadi Pangdam Jaya, satu dari Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 9 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Soal jumlah, jenderal TNI asal Jawa Barat, memang jauh lebih sedikit ketimbang kelahiran Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, ada tiga jenderal Sunda yang sukses menempati jabatan strategis di militer. Dari mulai Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga KASAD.

Komando Daerah Militer Jayakarta (disingkat Kodam Jaya) merupakan Komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), atau sebelumnya DKI Jakarta.

Informasi dihimpun, Kodam Jaya pernah dikomandoi oleh tiga Jenderal asal Jawa Barat, Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya). Ketiganya adalah Letjen TNI (Purn) Djadja Suparman, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, dan terakhir Letjen TNI Mohamad Hasan. Hasan saat ini masih berstatus jenderal aktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga jenderal Sunda tersebut pernah mengemban jabatan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis atau Pangkostrad, yakni Djadja Suparman dan Mohamad Hasan. Sedangkan Dudung Abdurrachman lebih moncer lagi, setalah Pangkostrad, ia berhasil meraih bintang empat dan menjabat Kepala Staf TNI AD atau KASAD.

Baca Juga: 5 Jenderal TNI asal Sukabumi Punya Jabatan Mentereng, Ini Profilnya

Berikut adalah profil singkat tiga jenderal Sunda yang pernahenjabat sebagai Pangdam Jaya dihimpun dari berbagai sumber:

Baca Juga :  5 Jenderal TNI asal Sukabumi Punya Jabatan Mentereng, Ini Profilnya

1. Letjen TNI Mohamad Hasan

Mohamad Hasan
Mohamad Hasan saat berpangkat mayjen menjabat Pangdam Jaya – Istimewa

Mohamad Hasan kelahiran Bandung, 13 Maret 1971. Jabatan yang pernah diemban lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 tidak main-main. Ia pernah bertugas sebagai pengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan jabatan Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Kemudian, sosok yang dikenal berpengalaman dalam Infanteri Kopassus ini mendapat tugas sebagai Danrem 061/Surya Kencana pada 2018 hingga 2019. Tak sampai di situ, setahun kemudian ia menjadi Wadanjen Kopassus periode 2019-2020.

Puncaknya, dia menduduki Danjen Kopassus (2020-2021) yang saat itu menggantikan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang dipercaya sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.

Hasan menjadi Pangdam Jaya pada 2023. Kemudian, jenderal Sunda ini diangkat menjadi Pangkostrad pada 2024 dengan tiga bintang di pundak.

Baca Juga:

2. Letjen TNI (Purn) Djadja Suparman

Letjen TNI Djadja Suparman, jenderal bintang tiga asal sukabumi. - Istimewa
Letjen TNI Djadja Suparman, jenderal bintang tiga asal sukabumi. – Istimewa

Djadja merupakan jenderal bintang 3 kelahiran Sukabumi, 11 Desember 1949. Dia menjabat Pangdam Jaya periode 1998-1999. Promosi tersebut ia raih setelah dinilai berhasil meredam gejolak reformasi, saat ia menjabat Pangdam Brawijaya (Jawa Timur).

Baca Juga :  Profil Syaepul Mukti Ginanjar, jenderal asal Sukabumi dan peluang jadi KASAD atau Panglima TNI

Rekomendasi Redaksi:

Selanjutnya, setahun kemudian Djadja dilantik menjadi Pangkostrad (1999-2000). Setahun kemudian menjabat Dansesko TNI (2000-2003), dan Inspektorat Jenderal (Irjen) TNI (2003-2006).

Sayangnya, diakhir karier militernya, Djadja harus berurusan dengan hukum atas kasus yang terjadi pada 1997 silam, saat menjabat Pangdam Brawijaya. Baca selengkapnya: Jenderal TNI asal Sukabumi: Ada Drama yang Menginginkan Saya Dipenjara di Lapas Umum

3. Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman

TNI
Letjen TNI Dudung Abdurrachman saat menjabat Pangkostrad – Istimewa

Baca Juga:

Dudung adalah jenderal Sunda kelahiran Bandung, 19 November 1965. Jenderal bintang 4 ini menjabat Pangdam Jaya periode 2020-2021. Selanjutnya, ia juga menjabat Pangkostrad untuk masa jabatan 2021-2022.

Sebelum pensiun, lulusan Akmil 1988 ini mencapai puncak kariernya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2021-2023.

Berita Terkait

Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas
Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal
Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis
Gugat UU TNI ke MK, mahasiswa UI: Langgar asas keterbukaan
Jabatan baru Wahyu Mijaya, birokrat asal Sukabumi di bawah komando Dedi Mulyadi
Bunyi genderang perang antara Mendikdasmen dengan Gubernur Jawa Barat
Teror ancam kebebasan pers, PBNU: Bukan tradisi bangsa yang beradab
Setelah UU TNI berikutnya RUU Polri, penolakan rakyat diprediksi semakin masif

Berita Terkait

Rabu, 2 April 2025 - 20:25 WIB

Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas

Rabu, 2 April 2025 - 05:00 WIB

Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal

Senin, 31 Maret 2025 - 08:00 WIB

Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 28 Maret 2025 - 00:00 WIB

Gugat UU TNI ke MK, mahasiswa UI: Langgar asas keterbukaan

Kamis, 27 Maret 2025 - 20:11 WIB

Jabatan baru Wahyu Mijaya, birokrat asal Sukabumi di bawah komando Dedi Mulyadi

Berita Terbaru