Tragis, ibu di Ciemas Sukabumi baru tahu anaknya di Kamboja meninggal dunia sejak 2024

- Redaksi

Senin, 13 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Nasib tragis dialami Lindawati, seorang ibu asal Sukabumi, Jawa Barat, ketika mengetahui anak laki-lakinya yang bernama Purnama Alam (24), tewas secara tragis di Kamboja setelah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Mirisnya lagi, Purnama Alam ternyata sudah meninggal sejak 17 Agustus 2024 lalu. Sementara Lindawati dan keluarga lainnya yang berada di Sukabumi baru mengetahui kabar meninggalnya Purnama belum lama ini.

Purnama diketahu merupakan warga asal Kampung Cikaramat, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Korban ini diketahui awalnya mendapat tawaran kerja menjadi TKI di Thailand.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan pelaku meminta tebusan uang ke keluarganya di kampung jika korban ingin dibebaskan. Setelah sekian waktu, keluarga mendapat kabar duka bahwa korban sudah meninggal di Kamboja. Lindawati (40), ibunya di kampung terpukul mendapat kabar mengejutkan ini.

Menurut Lindawati, sebelum diketahui berada di Kamboja, Purnama sempat memberikan kabar tengah berada di Batam. Ia mengaku akan berangkat kerja ke Thailand. Kabar itu diterimanya pada pertengahan 2024.

“Sebelumnya gak tahu saya, tahu-tahu anaknya udah ada di Batam, katanya ada yang ngajak kerja ke Thailand, gitu,” katanya, Senin (13/1/2025).

“Saya juga sempet marah kenapa gak bilang dulu ke orang tua, takutnya pasti sama ibu sama nenek katanya gak diizinin kalau misalkan bilang duluan,” ungkap Lindawati.

Sebelum mengetahui anaknya meninggal dunia, Lindawati sempat menjalin komunikasi dengan Purnama. Saat itu, Purnam sempat mengadu melalui telepon bahwa ia ditipu karena ternyata dibawa ke Kamboja.

“Bilangnya bukan ke Thailand, katanya dibohongin sama orang, Ujang kayak yang diperjualbelikan, jadi anaknya yang ngeluh. Mungkin dia sadar setelah di Batam itu dibohongin sama yang bawa,,” tutur Lindawati.

Ditambahkan Lindawati, anaknya sempat merengek ingin pulang. Namun hal itu bisa terjadi jika punya uang Rp30 juta. Padahal saat itu ia masih di Batam. Lindawati sendiri mendapatkan informasi anaknya meninggal pada 19 Desember 2024. Padahal anaknya meninggal di Kamboja pada 17 Agustus 2024.

“Jadi sudah beberapa bulan di sana baru ada kabar ke sini, gak tahu meninggal di perjalanan gak tahu di mana, soalnya saya juga gak tahu,” katanya.

Lindawati mengaku mendapatkan kabar dari pihak KBRI. Saat ini jenazah anaknya masih berada di rumah sakit di Kamboja namun belum bisa dipulangkan. Ia berharap pemerintah bisa membantu kepulangan jenazah anaknya.

Namun ia merasa terkendala dengan perusahaan penyalur kerja yang membawa anaknya ke Batam hingga Kamboja.

Berita Terkait

Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor
Gudang miras oplosan dan ilegal di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita
UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi
Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang
Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi
Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Berita Terbaru

Ilustrasi Halloween - sukabumiheadline.com

Khazanah

31 Oktober: Halloween, Saraswati hingga pendiri Pramuka Putri

Sabtu, 31 Okt 2026 - 00:01 WIB

Rumah warga Gunungpuyuh, Kota Sukabumi ambruk dipicu longsor - BPBD Kota Sukabumi

Sukabumi

Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor

Jumat, 30 Okt 2026 - 19:20 WIB