Update Perkembangan Kabupaten Sukabumi Utara dan 10 CDOB Lain di Jawa Barat

- Redaksi

Senin, 5 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta provinsi Jawa Barat. l Istimewa

Peta provinsi Jawa Barat. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Pemerintah pusat hingga kini masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah.

Namun meskipun begitu Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan terus mengusulkan daerah yang dinilai perlu dimekarkan.

Dikutip sukabumiheadline.com dari youtube @ Catatan Media, ternyata sejak 2020 sampai 2022 setidaknya sudah ada 8 usulan untuk pemekaran wilayah di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami terus mengusulkan daerah-daerah yang harus kita mekarkan 27 (kabupaten/kota) jadi 40. Kurang lebih baru tiga (DOB) pada tahun 2020, kemudian pada 2021 ada dua (DOB) dan sekarang tiga,” ujar Ridwan Kamil.

Sebagaimana yang diketahui, Usulan 8 DOB tersebut, telah disepakati oleh DPRD Jawa Barat.

Lantas daerah mana sajakah yang di maksud 8 CDPOB ini? Simak penjelasannya.

1. Cianjur Selatan.

2. Kabupaten Sukabumi Utara. Baca lengkap: Segera Disahkan, Penantian Panjang DOB Kabupaten Sukabumi Utara

3. Kabupaten Bogor Barat

4. Kabupaten Bogor Timur

5. Kabupaten Tasikmalaya Selatan

6. Kabupaten Garut Utara

7. Kabupaten Garut Selatan

8. Kabupaten Indramayu Barat

Disebut-sebut ada 17 daerah yang telah siap menjadi Daerah Otonom Baru dan tengah mengajukan proses pemekaran daerahnya. Baca lengkap: Ada Kabupaten Jampang di Sukabumi, Jabar akan Punya 17 DOB Baru, Ini Daftarnya

Inilah 3 Kota Baru di Jawa Barat yang diusulkan oleh tokoh masyarakat.

1. Kota Cipanas

Saat ini sudah masuk mengajukan persetujuan DPRD Cianjur dan Bupati. Jika terealisasi maka Kota Cipanas akan menjadi daerah otonom paling luas di Jawa Barat.

Berdasarkan penelitian Pansus DPRD Cianjur tahun 2009, Kota Cipanas masuk kategori layak daerah otonom.

2. Kota Lembang

Untuk usulan pemekaran Kota Lembang sudah tercatat. Ada 4 kecamatan yang masuk ke kota ini, jika terealisasi. Yakni, Kecamatan Cisarua, Lembang, Parongpong dan Maribaya.

3. Kota Cikampek

Usulan Kota Cikampek menjadi daeran otonom baru sudah disampaikan ke Bupati dan DPRD Karawang.

Ada 7 kecamatan yang akan masuk dalam kota ini jika terealisasi. Yakni, Kecamatan Cikampek, Cimalaya Wetan, Banyusari, Jatisari, Tirta Mulia, Kota Baru dan Purwasari.

Berita Terkait

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan
Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia
4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo
Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa
Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra
Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta
Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Mahfud MD: Gibran bisa dimakzulkan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:00 WIB

4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB