Usaha Gulali Kekinian, Pria Sukabumi Raup Omzet Belasan Juta Rupiah

- Redaksi

Rabu, 25 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gulali kekinian khas Sukabumi. l @ruanggulali.id

Gulali kekinian khas Sukabumi. l @ruanggulali.id

SUKABUMIHEADLINE.com l WARUDOYONG – Willy Agung Wibowo, seorang pria asal Sukabumi yang cermat dalam memilih peluang usaha, di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Sadar camilan jadul mulai kembali dikangenin kalangan generasi muda, Willy pun mulai mengembangkan usaha camilan gulali rambut nenek atau arum manis yang diberi nama Ruang Gulali.

Penelusuran sukabumiheadline.com, gulali merupakan salah satu jajanan favorit yang menemani masa kecil banyak orang, khususnya di Sukabumi. Namun, saat ini, sudah jarang ditemui pedagang tradisional yang menjajakan produk berbahan dasar gula itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta itu pun berinovasi menghadirkan camilan gulali kekinian. Willy memulai bisnisnya tersebut sejak 2020, atau bertepatan saat pandemi Covid-19 baru melanda.

“Pada awal masa pandemi Covid-19, tepatnya Juni 2020 saya sebagai pegawai swasta sempat terdampak oleh lockdown, tidak bisa bekerja di kantor selama dua bulan. Akhirnya kepikiran mengisi waktu luang dengan berbisnis makanan,” ujar pria 29 tahun itu.

Ia mengaku, awal mula munculnya ide bisnis gulali berasal dari bapak mertuanya.

“Muncul ide gulali atau arum manis rambut nenek, awalnya bapak mertua saya suka arum manis rambut nenek. Tapi belakangan susah dicarinya. Meskipun banyak di jual di tempat oleh-oleh, improvement-nya sedikit. Hanya dibeli dari perajin, kemudian diberi label untuk disimpan di toko penjual oleh-oleh,” kata dia.

Sejak itu, Willy tertarik mengembangkan gulali. Ia mulai berkeliling mencari perajin arum manis. Setelah menemukannya dan berbincang untuk menimba ilmu, sang perajin pun menerima ajakannya untuk bekerja sama.

Nah dari situ muncul ide membuat gulali dengan terobosan baru, tidak pakai bahan kimia,” kata Willy.

Modal dan Omset Usaha

Kini, Ruang Gulali berhasil memproduksi gulali kekinian dengan aneka varian rasa mulai dari original, coklat, vanilla dan matcha yang terbuat dari 100% natural dan tanpa bahan pengawet.

Willy juga berinovasi menambahkan toping seperti kacang almond hingga biji bunga matahari yang dicacah sebagai keunikan dan ciri khas dari produk Ruang Gulali.

“Berbekal modal Rp8 juta, Willy berhasil menjual seribu hingga 2000 pcs arum manis dalam dua minggu. Keunggulan Ruang Gulali adalah natural. Selain itu kita juga pakai kemasan aluminium foil full sehingga gulali ini dapat awet hingga 6 bulan meskipun tanpa pengawet,” kata dia.

Untuk kedepannya, Willy berharap ia bersama pedang-pedangan tradisional dapat melestarikan gulali nasional Indonesia

“Untuk kedepannya, kita ingin melestarikan gulali nasional Indonesia. Karena gulali ini tidak hanya rambut nenek banyak jenisnya ada gulali tepung, gulali gula jawa,” tutur Willy.

“Yang kita ingin melestarikan produk-produk tradisional dan bekerjasama dengan pedagang-pedagang tradisional jadi kita improve bersama mereka. Harapannya jajanan Indonesia dapat bersaing dengan jajanan kekinian,” tambah pria yang membuka usaha di Jl. Saniin, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi itu.

Berita Terkait

Ini 12 rute dan harga tiket maskapai di Bandara Husein Sastranegara Bandung
Menghitung revenue dari 16 mitra sponsor Persib musim 2026/2027, berapa miliar?
Libur Maulid Nabi SAW: 5 stasiun di Sukabumi terbanyak penumpang KA Pangrango
Rekening demonstran di DPR diblokir, Bank Mandiri atas perintah APH
Top 10 provinsi penghasil semen terbesar di Indonesia, Jawa Barat juara
Harga tiket, fasilitas dan jadwal pagi/siang/sore KA Siliwangi relasi Sukabumi-Cipatat
Sudah groundbreaking, tapi KRL Sukabumi bukan prioritas, ini kendalanya
BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Ini 12 rute dan harga tiket maskapai di Bandara Husein Sastranegara Bandung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Menghitung revenue dari 16 mitra sponsor Persib musim 2026/2027, berapa miliar?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Libur Maulid Nabi SAW: 5 stasiun di Sukabumi terbanyak penumpang KA Pangrango

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Rekening demonstran di DPR diblokir, Bank Mandiri atas perintah APH

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Top 10 provinsi penghasil semen terbesar di Indonesia, Jawa Barat juara

Berita Terbaru

Surili, fauna endemik Gunung Halimun Salak

Lingkungan

5 fakta Surili, hewan endemik Gunung Halimun Salak Sukabumi

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:16 WIB

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus

Jumat, 28 Agu 2026 - 14:28 WIB