sukabumiheadline.com – Video penampilan paduan suara (padus) Pondok Pesantren (Ponpes) Terpadu Darussyifa Al Fithror (Yaspida) viral di berbagai platform media sosial (medsos).
Para santri dan dirigennya, Eni Mulyasari, tidak saja berhasil mempopulerkan lagu Sunda berjudul Jang, tetapi juga ponpes di mana mereka menuntut dan mengajar yang berlokasi di Jl. Kramat-Cipetir, Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Baca Juga:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- 15 Rekomendasi Pondok Pesantren di Sukabumi untuk Si Buah Hati
- 5+6 Ponpes Salafiyah dan Modern Terbaik di Sukabumi untuk Pendidikan Si Kecil
- Ada Sukabumi Dalam 5 Daerah dengan Ponpes Terbanyak, Mana yang Layak Disebut Kota Santri?
Terlebih, aksi energik dan aktif dirigen, Eni Mulyasari, yang menampilkan kekompakan anggota padus sehingga membuat pertunjukan semakin menarik.
Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, Jang bukanlah lagu baru. Liriknya yang penuh makna berupa nasihat-nasihat kebaikan dalam bahasa Sunda, itu diciptakan Oon B.
Baca Juga:
- Lagu Lamunan dari Penyanyi asal Sukabumi, Cek YouTube di Sini
- Mini Biografi Rita Tila, Wanita Sukabumi dari Terminal Nagrak, Dosen UPI hingga Sinden 4 Benua
- Mini biografi Wisjnu Mouradhy: Film, penghargaan untuk sutradara dan aktor asal Sukabumi lahir 1921
Lagu ini masuk dalam album kompilasi berjudul Top Sunda Parahyangan Volume 2 pada 2018. Selain santri Ponpes Yaspida, sejumlah penyanyi telah meng-cover maupun mendaur ulang lagu itu.
Diketahui, satri Yaspida membawakan lagu Jang pada ajang Haflah Akhirussanah Ponpes Yaspida. Lagu ini terdengar tepat dibawakan dalam momen tersebut, momen pelepasan para santri yang kelak akan menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.
Baca Juga:
- Miss Indonesia Tak Terima Lagu Sunda Sabilulungan Diklaim Filipina
- Menguak 5 Misteri Jampang Sukabumi, Spot Berburu Bangsawan Eropa, Inspirasi Lagu Keroncong
- Bujangga Manik, merekam perjalanan petualang Sunda mengelilingi tanah Jawa
Haflah akhirussanah adalah perayaan yang dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran oleh ponpes. Selain melepas santri yang telah menempuh Pendidikan formal seperti SMK/SMA sederajat, ajang ini juga menjadi perayaan kebahagiaan kenaikan kelas bagi adik-adik kelas mereka.
Lagu Jang sangat tepat dibawakan dalam haflah akhirussanah, karena mengandung pesan bagi para santri khususnya, dan anak muda seusianya dalam menempuh kehidupan ke depan untuk menjadi lebih baik lagi.
Baca Juga:
- Tiga di Sukabumi dan Ada Al Zaytun, 5+10 Ponpes Terbaik di Jawa Barat
- Artis Berdarah Sunda yang Juga Dosen, Nomor 1 dan 5 dari Sukabumi
- Mengenal Ibu Soed, Wanita Sukabumi Pencipta Lagu Anak dan Berkibarlah Benderaku
Lirik Jang menceritakan bahwa hidup di dunia ini tidaklah mudah, tidak cukup hanya sekadar dipikirkan, tetapi harus sambil dijalani. Jalan kehidupan juga tidak selalu mulus dan datar, namun ada turunan dan menanjak.
Lebih dari sekadar lagi Sunda, Jang yang mengajak semua pendengar untuk merenungi maknanya, lebih tepat sebagai lagu religi yang berisi nasihat untuk mandiri dan selalu mengingat Allah SWT Sang Maha Pencipta.
Baca Juga:
- Profil dan diskografi Vagetoz, band asal Sukabumi hibur pelajar Parakansalak dan Kalapanunggal
- Profil dan Biodata Faank, Vokalis Band asal Sukabumi dan Menengok Mushala Wali Parungkuda
- New Comer, Sadia Band Rilis Single Kembali ke Sukabumi
Lagu Jang berpesan agar anak harus sabar saat berada dalam kekurangan dan jangan sombong jika diberi kekayaan. Seorang anak harus bersyukur dan ingat kepada Yang Maha Agung (Allah) agar tidak menjadi orang yang kufur nikmat.
Lagu Jang adalah tuntunan agar seorang anak bisa menjadi baik dan orang besar, di mana untuk mencapainya harus dibarengi ketaatan terhadap ajaran Islam, dekat dengan ulama, serta menjaga ucapan dan tingkah laku agar tidak menyakiti orang lain. Lagu Jang diakhiri dengan harapan agar anak menjadi orang yang shaleh.
Baca Juga:
- Revina Alvira, 5 Foto Calon Perawat dan Pedangdut asal Sukabumi Cengkoknya Tak Kalah dengan Lesti Kejora Viral di Medsos
- Pujian Selangit Juri untuk Abdul Azis, Remaja Sukabumi di Indonesian Idol 2023
- 5 Fakta Jipeng, Seni Kolaboratif Bertahan Karena Bagian Tradisi Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi
Lirik dan makna lagu Jang yang menyentuh
Jang, hirup teh henteu gampang – Nak, hidup itu tidak mudah
Teu cukup ku dipikiran bari kudu dilakonan – Tidak cukup hanya sebatas dipikirkan sembari harus dijalani)
Jang, jalan kahirupan henteu sepanjangna datar aya mudun jeung tanjakan – Nak, jalan kehidupan tidak sepanjangnya datar ada turun dan tanjakan
Kudu sabar dina kurang ulah nepak dada beunghar – Harus sabar saat kurang jangan sombong kalau kaya
Salawasna kudu sukur eling kana Maha Agung kade hidep bisi kufur – Selamanya harus bersyukur ingat kepada yang Maha Agung awas kamu jadi kufur
Baca Juga:
- Karya Yan Asmi Dihargai Rp35 Ribu, 5 Fakta Seniman asal Sukabumi
- Kabar Terkini Puri Pertiwi, Wanita Sukabumi Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Jang, cing jadi jalma hade cing jadi jelema gede – Nak, jadilah oang baik jadilah orang besar
Beunghar harta jembar hate – Kaya harta kaya hati
Jang, hidep cing ngajalma turut parentah agama ulah jauh ti ulama – Nak, kamu jadilah orang yang menuruti perintah agama, jangan jauh dari ulama
Nyobat sareng ahli tobat dalit sareng para kiai – Bersahabat dengan ahli tobat dekat dengan para kiai
Hirup kena ku owah gingsir – Hidup akan terkena perubahan
Ngarah aya anu ngageuing mangsa lengkah ninggang salah – Agar ada yang mengingatkan ketika salah langkah
Cing pinter tur bener cing jujur tong bohong – Jadilah pintar dan benar jujurlah jangan bohong
Ulah nganyerikeun batur ngarah hirup loba dulur – Jangan menyakiti orang lain agar hidup banyak saudara
Raksa ucap lampah tekad jeung tabe’at – Jaga ucapan, tingkah laku, tekad dan tabiat
Ngarah pinanggih bagja salamat dunya akherat – Agar menemukan kebahagiaan di dunia dan akhirat
Jang…. Jang…. Cing jadi jalma soleh – Nak… Nak… Jadilah orang shaleh.