Viral paduan suara santri dari Sukabumi bawakan lagu Sunda “Jang”, ini lirik dan maknanya

- Redaksi

Senin, 15 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eni Mulyasari, dirigen lagu Jang - Istimewa

Eni Mulyasari, dirigen lagu Jang - Istimewa

sukabumiheadline.com – Video penampilan paduan suara (padus) Pondok Pesantren (Ponpes) Terpadu Darussyifa Al Fithror (Yaspida) viral di berbagai platform media sosial (medsos).

Para santri dan dirigennya, Eni Mulyasari, tidak saja berhasil mempopulerkan lagu Sunda berjudul Jang, tetapi juga ponpes di mana mereka menuntut dan mengajar yang berlokasi di Jl. Kramat-Cipetir, Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Baca Juga:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlebih, aksi energik dan aktif dirigen, Eni Mulyasari, yang menampilkan kekompakan anggota padus sehingga membuat pertunjukan semakin menarik.

Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, Jang bukanlah lagu baru. Liriknya yang penuh makna berupa nasihat-nasihat kebaikan dalam bahasa Sunda, itu diciptakan Oon B.

Baca Juga:

Lagu ini masuk dalam album kompilasi berjudul Top Sunda Parahyangan Volume 2 pada 2018. Selain santri Ponpes Yaspida, sejumlah penyanyi telah meng-cover maupun mendaur ulang lagu itu.

Diketahui, satri Yaspida membawakan lagu Jang pada ajang Haflah Akhirussanah Ponpes Yaspida. Lagu ini terdengar tepat dibawakan dalam momen tersebut, momen pelepasan para santri yang kelak akan menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.

Baca Juga:

Haflah akhirussanah adalah perayaan yang dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran oleh ponpes. Selain melepas santri yang telah menempuh Pendidikan formal seperti SMK/SMA sederajat, ajang ini juga menjadi perayaan kebahagiaan kenaikan kelas bagi adik-adik kelas mereka.

Baca Juga :  Menampik Disebut Anti Islam, Jenderal Dudung: Saya Santri

Lagu Jang sangat tepat dibawakan dalam haflah akhirussanah, karena mengandung pesan bagi para santri khususnya, dan anak muda seusianya dalam menempuh kehidupan ke depan untuk menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga:

Lirik Jang menceritakan bahwa hidup di dunia ini tidaklah mudah, tidak cukup hanya sekadar dipikirkan, tetapi harus sambil dijalani. Jalan kehidupan juga tidak selalu mulus dan datar, namun ada turunan dan menanjak.

Lebih dari sekadar lagi Sunda, Jang yang mengajak semua pendengar untuk merenungi maknanya, lebih tepat sebagai lagu religi yang berisi nasihat untuk mandiri dan selalu mengingat Allah SWT Sang Maha Pencipta.

Baca Juga:

Lagu Jang berpesan agar anak harus sabar saat berada dalam kekurangan dan jangan sombong jika diberi kekayaan. Seorang anak harus bersyukur dan ingat kepada Yang Maha Agung (Allah) agar tidak menjadi orang yang kufur nikmat.

Lagu Jang adalah tuntunan agar seorang anak bisa menjadi baik dan orang besar, di mana untuk mencapainya harus dibarengi ketaatan terhadap ajaran Islam, dekat dengan ulama, serta menjaga ucapan dan tingkah laku agar tidak menyakiti orang lain. Lagu Jang diakhiri dengan harapan agar anak menjadi orang yang shaleh.

Baca Juga:

Baca Juga :  Ponpes Al Ghozaliyyah Sukabumi, Mendidik Calon Qori dan Qoriah

Lirik dan makna lagu Jang yang menyentuh

Jang, hirup teh henteu gampang – Nak, hidup itu tidak mudah

Teu cukup ku dipikiran bari kudu dilakonan – Tidak cukup hanya sebatas dipikirkan sembari harus dijalani)

Jang, jalan kahirupan henteu sepanjangna datar aya mudun jeung tanjakan – Nak, jalan kehidupan tidak sepanjangnya datar ada turun dan tanjakan

Kudu sabar dina kurang ulah nepak dada beunghar – Harus sabar saat kurang jangan sombong kalau kaya

Salawasna kudu sukur eling kana Maha Agung kade hidep bisi kufur – Selamanya harus bersyukur ingat kepada yang Maha Agung awas kamu jadi kufur

Baca Juga:

Jang, cing jadi jalma hade cing jadi jelema gede – Nak, jadilah oang baik jadilah orang besar

Beunghar harta jembar hate – Kaya harta kaya hati

Jang, hidep cing ngajalma turut parentah agama ulah jauh ti ulama – Nak, kamu jadilah orang yang menuruti perintah agama, jangan jauh dari ulama

Nyobat sareng ahli tobat dalit sareng para kiai – Bersahabat dengan ahli tobat dekat dengan para kiai

Hirup kena ku owah gingsir – Hidup akan terkena perubahan

Ngarah aya anu ngageuing mangsa lengkah ninggang salah – Agar ada yang mengingatkan ketika salah langkah

Cing pinter tur bener cing jujur tong bohong – Jadilah pintar dan benar jujurlah jangan bohong

Ulah nganyerikeun batur ngarah hirup loba dulur – Jangan menyakiti orang lain agar hidup banyak saudara

Raksa ucap lampah tekad jeung tabe’at – Jaga ucapan, tingkah laku, tekad dan tabiat

Ngarah pinanggih bagja salamat dunya akherat – Agar menemukan kebahagiaan di dunia dan akhirat

Jang…. Jang…. Cing jadi jalma soleh – Nak… Nak… Jadilah orang shaleh.

Berita Terkait

Memahami tren grey divorce, pemicu dan dampak perceraian abu-abu
5+3 olahan telur yang menyehatkan dan gak membosankan
Peran ayah meningkat hingga hybrid parenting jadi tren 2026 di kalangan orang tua
Tak lagi AQUA, Dedi Mulyadi suguhkan air minum premium dari Sukabumi untuk tamu
Tren baru penampilan perempuan 2026: Busana, rambut, warna hingga aksesoris
KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul
5 tren warna lipstik 2026: Antara volume, ekspresif dan hasil akhir
Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:15 WIB

Memahami tren grey divorce, pemicu dan dampak perceraian abu-abu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:05 WIB

5+3 olahan telur yang menyehatkan dan gak membosankan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 00:44 WIB

Peran ayah meningkat hingga hybrid parenting jadi tren 2026 di kalangan orang tua

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:51 WIB

Tak lagi AQUA, Dedi Mulyadi suguhkan air minum premium dari Sukabumi untuk tamu

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:23 WIB

Tren baru penampilan perempuan 2026: Busana, rambut, warna hingga aksesoris

Berita Terbaru

Ilustrasi Gedung Juang 45 Kota Sukabumi - sukabumiheadline.com

Khazanah

Ini lho daftar bangunan tertua dan bersejarah di Sukabumi

Minggu, 18 Jan 2026 - 03:52 WIB

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di jalan berliku - sukabumiheadline.com

Headline

Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

Minggu, 18 Jan 2026 - 01:06 WIB