sukabumiheadline.com – Belasan warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disekap di Myanmar, diduga sebagai korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.
Berita Terkait: Warga Kabupaten Sukabumi disekap di Myanmar bertambah jadi 11 orang
Kasus tersebut disorot oleh Koordinator Advokasi Kebijakan Migrant Care, Siti Badriyah. Ia mengkritisi lemahnya pengawasan pemerintah sebagai penyebab berulangnya kasus online scam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekomendasi Redaksi: Kualitas hidup warga kota dan kabupaten di Jawa Barat, Sukabumi ranking ke-4 dari bawah, Cianjur jeblok
“Ketika ada korban mengungkap kasus (online scam) itu juga tidak ada tindakannya. Kemudian informasi lowongan (kerja) juga masih bebas,” ujarnya.
“Harusnya Kominfo bisa menutup akun-akun media sosial yang menjadi tempat promo lowongan-lowongan itu,” tegas Siti Badriyah.
Baca Juga:

Ia menambahkan, faktor lainnya adalah minimnya lapangan pekerjaan di Indonesia, sementara banyak tenaga terdidik yang sudah berpendidikan, melek teknologi, internet dan media sosial.
“Ini membuat mereka langsung menyambut tawaran pekerjaan di luar negeri dibandingkan berada di tanah air tanpa kepastian pekerjaan dan pendapatan,” paparnya.
Rekomendasi Redaksi: Arab Saudi, Taiwan dan Malaysia favorit, dalam 5 tahun jumlah TKW asal Sukabumi meningkat
Badriyah juga menyampaikan kesiapannya bekerjasama untuk menggencarkan kampanye bahaya kejahatan online scam ke pelosok-pelosok Indonesia agar tidak ada lagi korban.

Baca Juga:
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, viral video di media sosial X memperlihatkan lima warga Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tengah disekap di Myanmar.
Baca Juga: Jadi TKW ilegal di Abu Dhabi pulang hamil, wanita Jampang Tengah Sukabumi buang bayinya di kebun
Dalam video berdurasi 36 detik itu, para korban duduk di sebuah ruangan tidur dengan ranjang bertingkat. Mereka berkumpul sambil sesekali menundukkan kepala. Salah seorang pria lalu berbicara sambil meminta tolong agar segera dipulangkan ke tanah air. Baca selengkapnya: Kasihan, 5 warga Sukabumi disekap di Myanmar, minta tolong dipulangkan
Untuk itu, Badriyah juga mendesak penegakkan hukum yang berat terharap para pelaku. Ia juga menuntut pemblokiran situs media sosial yang menjadi wahana promosi lowongan pekerjaan online scam seperti kasus terbaru di Myawaddy, Myanmar itu.