5 strategi Heri Hermansyah, profesor termuda asal Sukabumi merebut posisi Rektor UI

- Redaksi

Sabtu, 21 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mini biografi Heri Hermansyah peneliti BRIN dan Dekan FTUI asal Sukabumi lulusan Tohoku University - Istimewa

Mini biografi Heri Hermansyah peneliti BRIN dan Dekan FTUI asal Sukabumi lulusan Tohoku University - Istimewa

sukabumiheadline.com – Prof Dr Ir Heri Hermansyah, ST, MEng, IPU adalah satu dari tiga calon rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2024-2029. Ketiganya merupakan hasil penyaringan dari tujuh calon oleh Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI.

Tujuh calon rektor UI adalah yaitu Agus Setiawan (Fakultas Ilmu Keperawatan UI), Ari Fahrial Syam (Fakultas Kedokteran UI), Kemas Ridwan Kurniawan (Fakultas Teknik UI), Khreshna Imaduddin Ahmad Syuhada (Institut Teknologi Bandung/ITB), Riri Fitri Sari (Fakultas Teknik UI), dan Teguh Dartanto (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI).

Heri merupakan profesor asal Sukabumi, Jawa Barat, yang juga Dekan Fakultas Teknik UI. Baca selengkapnya: Pemilihan Rektor UI, profesor asal Sukabumi ini bersaing dengan 6 calon, ada dari ITB

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru besar termuda UI

Heri Hermansyah ketika menyelesaikan Studi S2 di Tohoku University, Jepang dengan Beasiswa Panasonic - Istimewa
Heri Hermansyah ketika menyelesaikan Studi S2 di Tohoku University, Jepang dengan Beasiswa Panasonic – Istimewa

Heri menjadi guru besar termuda dalam sejarah Fakultas Teknik UI, yang memperoleh gelar saat usia baru menginjak 37 tahun pada 2013 lalu. Baca selengkapnya: Mini biografi Heri Hermansyah: Peneliti BRIN dan Dekan FT UI asal Sukabumi lulusan Tohoku University

Heri dikenal karena berhasil menorehkan prestasi dan kontribusi di UI, seperti menjadi Program Director SMART CITY Universitas Indonesia 2017-2020, mengelola dana research project USAID, menjadi project leader pada giant international grant, hingga mengelola dan mengembangkan berbagai kerja sama dengan kampus di Amerika Serikat, kampus dalam negeri, industri, serta pemerintah.

Heri bertekad untuk terus mengembangkan UI agar tetap menjadi mercusuar ilmu pengetahuan di Indonesia. Ia berpendapat, sangat penting bagi UI untuk terus mengembangkan budaya akademik yang menghargai transparansi, akuntabilitas, dan kualitas yang unggul.

“UI harus terus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan, seni, dan budaya yang berdampak positif ,serta menjadi akselerator kemajuan peradaban masyarakat Indonesia dan dunia,” papar Heri dalam keterangan tertulis yang dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (20/9/2024).

Masalah di UI

Kampus Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat
Kampus Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat – Istimewa

Untuk itu, Heri telah menganalisis sejumlah pendekatan masalah di UI. Ia menilai UI belum mandiri soal pendanaan dan masih bergantung pada pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.

Selain itu, akses dan kualitas pendidikan belum modern, termasuk belum terbentuknya budaya inovasi dan entrepreneur, serta riset inovasi dan pengabdian masyarakat belum berdampak dan berkelanjutan.

Heri jugaa memandang kiprah UI sejauh ini belum optimal dalam persaingan global perguruan tinggi negeri. Terakhir, tata kelola UI, dinilai profesor asal Sukabumi, Jawa Barat, itu sebagai belum optimal.

“UI juga harus bergelut dengan pusaran arus problem VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity) yang mendera dunia saat ini,” paparnya.

Heri mencatat diperlukan strategi khusus untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Heri mengusulkan 5 Strategi dan 15 Program Unggulan untuk mendorong UI menjadi mercusuar ilmu pengetahuan di Indonesia.

Baca Juga: 5 profesor asal Sukabumi, dari pakar perbankan syariah hingga wanita lulusan Harvard

5 Strategi Heri Hermansyah

  1. Menempatkan inisiatif kewirausahaan sebagai payung strategi yang mampu memberdayakan
  2. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan
  3. Riset dan inovasi yang berdampak
  4. Peningkatan daya kompetitif global
  5. Transformasi budaya dan tata kelola.

15 Program Unggulan Heri Hermansyah 

  1. Reformasi tata kelola
  2. Peningkatan dana abadi dengan pengelolaan pada badan pengelola aset dan dana abadi UI
  3. Pengembangan karakter unggul seni dan budaya bangsa sivitas akademika
  4. Peningkatan kualitas talenta dan kewirausahaan mahasiswa
  5. Peningkatan kesejahteraan warga UI
  6. Rekrutmen talenta global
  7. Peningkatan sarana digital dan TI kampus
  8. Kemitraan strategis berbasis internasionalisasi
  9. Pusat unggulan riset & inovasi
  10. Komunikasi strategis dan branding
  11. Peradaban sains & budaya global
  12. Penjaminan mutu
  13. Fasilitas pengembangan kampus
  14. Pengakuan nasional & Internasional
  15. Internasionalisasi & keterlibatan global.

Berita Terkait

Sukabumi masuk 10 Kota Toleran di Indonesia versi SETARA Institute
Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang
Dedi Mulyadi ogah tiru Gubernur Jakarta berantas ikan sapu-sapu, ini tips jitu dari KDM
Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak
Profil Letjen TNI Djon Afriandi, Pangkopassus disebut tampar pihak protokol istana
Kemenhan dorong TNI bentuk batalyon baru di semua kabupaten, ini tujuannya
5 prioritas Jabar di Musrenbang RKPD 2027: Sekolah gratis hingga konektivitas wilayah
Menaker: Serikat pekerja bukan lawan perusahaan, tapi penjaga hak karyawan

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:21 WIB

Sukabumi masuk 10 Kota Toleran di Indonesia versi SETARA Institute

Sabtu, 25 April 2026 - 01:35 WIB

Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang

Kamis, 23 April 2026 - 19:49 WIB

Dedi Mulyadi ogah tiru Gubernur Jakarta berantas ikan sapu-sapu, ini tips jitu dari KDM

Kamis, 23 April 2026 - 17:31 WIB

Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak

Rabu, 22 April 2026 - 16:59 WIB

Profil Letjen TNI Djon Afriandi, Pangkopassus disebut tampar pihak protokol istana

Berita Terbaru

Stoking berbulu

Teknologi

7 produk yang percuma diciptakan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:13 WIB

Ilustrasi pemuka agama di Indonesia sedang berdiskusi - sukabumiheadline.com

Khazanah

10 Kota Toleran 2020-2025, Sukabumi absen dua tahun

Sabtu, 25 Apr 2026 - 19:55 WIB