Viral Video Warga Sukabumi Injak AlQuran dan Tantang Umat Muslim

- Redaksi

Kamis, 5 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar pria injak AlQuran di Sukabumi. l Istimewa

Tangkapan layar pria injak AlQuran di Sukabumi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l WARUDOYONG – Viral di media sosial seorang pria mengaku bernama Dika Eka mengunggah video tengah menginjak kitab suci umat Islam AlQuran. Dalam aksinya itu, dia juga menyampaikan tantangan kepada seluruh umat Muslim.

Dari penelusuran, video di akun Facebook Dika Eka sudah tak ditemukan. Namun, video itu sudah beredar dan di-share netizen lain yang mengecam aksi pelaku. Selain di Facebook, video itu juga sudah beredar di TikTok.

Dalam video berdurasi 14 detik itu tampak terlihat seorang remaja menggunakan baju dan celana berwana biru. Dia menginjak benda mirip buku tebal. Lalu, benda itu diperlihatkan yang ternyata adalah AlQuran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria itu pun kemudian menyampaikan pernyataan. “Saya atas nama Dika Eka dengan sadar, saya tantang semua yang beragama Muslim,” demikian dikutip sukabumiheadlines.com dari video tersebut pada Kamis (5/5/2022).

Aparat kepolisian dari Polres Sukabumi Kota langsung diterjunkan ke rumah pria yang diduga melakukan aksi tersebut di Wilayah Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Dalam keterangannya, Kepala Satuan (Kasat) Intelejen dan Keamanan (Intelkam) Polres Sukabumi Kota AKP Sonson Sudarsono mengaku sudah berkoordinasi dengan orang tua pelaku. Kasus ini juga sudah ditangani Polres Sukabumi Kota.

“Terkait ada video viral di media sosial, saat ini kami sudah komunikasi dengan orang tuanya dan permasalahan ini sudah ditangani oleh Polres Sukabumi kota,” kata Sonson Sudarsono.

Dia menjelaskan, pihaknya akan mendalami terlebih dahulu terkait video tersebut.

“Yang bersangkutan dan videonya itu apakah betul dia yang membuatnya atau diedit atau seperti apa karena medsos ini bisa direkayasa,” tuturnya.

Karenanya, dia meminta umat Islam di Sukabumi bisa bersikap tenang dan tak terpancing dengan video viral tersebut. Apalagi saat ini masih momen Idul Fitri.

“Kami mohon kepada seluruh warga masyarakat baik ormas Islam dan seluruh tokoh agama yang ada di sini dan masih dalam kondisi lebaran,” harap dia.

Ditambahkannya, saat mendatangi rumahnya, pelaku sedang tak ada di rumah karena sedang silaturahmi di Pelabuhanratu.

“Jadi, kami sudah komunikasi dan kami nanti akan undang yang bersangkutan dengan orang tuanya ke Polres Sukabumi Kota,” tuturnya.

Berita Terkait

Semedi di Petilasan Eyang Sembah Dalem Sukabumi, Koko bandar narkoba dibekuk Bareskrim
Profil Ono Surono, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat yang rumahnya digeledah KPK
Usai hina Suku Sunda dan VPC, Resbob mau kuliah di Bandung sekalian belajar budaya Sunda
Pacari Lina, pria Singapura dibunuh di Perum BMI Sukabumi, mayat dicor semen
Kasus siram air keras ke eks Ketua OSIS SMAN 1 Cicurug Sukabumi, Kabais mundur, PSHK: Pidana umum
PDIP tolak peradilan militer adili penyiram air keras ke alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi
Pemerintah: Pasal Penghinaan Presiden bukan untuk bungkam kritik
Sempat dikira ke Sukabumi, wanita 56 tahun dibunuh suami siri yang diusir sebab nganggur

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 13:06 WIB

Semedi di Petilasan Eyang Sembah Dalem Sukabumi, Koko bandar narkoba dibekuk Bareskrim

Rabu, 1 April 2026 - 21:46 WIB

Profil Ono Surono, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat yang rumahnya digeledah KPK

Senin, 30 Maret 2026 - 19:49 WIB

Usai hina Suku Sunda dan VPC, Resbob mau kuliah di Bandung sekalian belajar budaya Sunda

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:11 WIB

Pacari Lina, pria Singapura dibunuh di Perum BMI Sukabumi, mayat dicor semen

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:33 WIB

Kasus siram air keras ke eks Ketua OSIS SMAN 1 Cicurug Sukabumi, Kabais mundur, PSHK: Pidana umum

Berita Terbaru

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - sukabumiheadline.com

Internasional

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:06 WIB