SUKABUMIHEADLINE.com l Wacana pemindahan Ibu Kota Jawa Barat ke Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, telah dibantah Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Ia menegaskan Ibu Kota Jabar tetap di Bandung.
Menurutnya, yang berpindah bukanlah ibu kota provinsi, melainkan pusat pemerintahan yang akan disatukan dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Tegalluar, Kabupaten Bandung. Namun itupun baru pada tahap wacana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi Ibu Kota Jabar tetap Bandung, tapi pusat pemerintahan kantornya berkumpul di tiga kawasan potensial, yaitu Tegalluar karena pusat pertumbuhan, Walini dan Kertajati,” jelasnya.

Adapun Tegalluar disebut paling potensial menjadi lokasi wacana pemindahan pusat pemerintahan Jabar.
Hal itu disampaikannya Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi sebelumnya usai acara peninjauan di Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dihadiri Presiden Joko Widodo bersama jajaran menterinya, sempat menyampaikan kabar pemindahan ibu kota Jabar ke Tegalluar.
BERITA TERKAIT: Ibu Kota Jawa Barat Akan Pindah, Ini Calon Kota Barunya

“Dengan adanya rencana Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi bahkan pak Gubernur Jabar (Ridwan Kamil) menyampaikan ini (Tegalluar) menjadi satu opsi yang besar kemungkinannya untuk menjadi ibu kota provinsi Jawa Barat. Tinggal mendorong dukungan politik,” katanya kepada wartawan, Kamis (13/10/2022).
Harga Tanah Melonjak
Harga tanah di Desa Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung yang kabarnya jadi calon ibu kota baru Jawa Barat mengalami lonjakan. Terlebih wilayah ini mendapatkan akses langsung Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB), dengan hadirnya stasiun dan depo kereta.

Dilansir cnbcindonesia.com, Head of Advisory Colliers Indonesia, Monica Koesnovagril menjelaskan harga tanah di wilayah ini memang mengalami peningkatan. Terutama setelah ada rencana penempatan stasiun kereta cepat.

“Rencana KCJB kan sudah lama bergaung, begitu pula konstruksinya yang berjalan lambat. Nah sementara dalam proses ini harga sudah naik apalagi pengembang yang sudah riil adalah Summarecon sudah set-up pengembangan mereka di situ (Gedebage). Harga sudah naik dalam proses ini,” kata Monica, Jumat (14/10/2022).