SUKABUMIHEADLINES.COM – Awalnya, Suhendi merasa miris menyaksikan ibu-ibu ketika anak-anaknya minta jajan sambil menangis.
Dari situ, Suhendi berpikir, andai ibu-ibu di kampungnya memiliki kegiatan yang produktif, mungkin tidak akan susah untuk sekadar memberi jajan anak-anaknya.
Pria kelahiran 27 Oktober 1977, itu kemudian mensosialisasikan idenya untuk memproduksi opak singkong bersama ibu-ibu di Kampung/Desa/Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Allhamdulilah, dengan praktek dan pemberdayaan, hasilnya kelihatan sampai sekarang,“ kata Suhendi kepada sukabumiheadlines.com, Kamis (26/8/2021).
Dengan modal hanya semangat dan uang Rp3 juta, Suhendi mulai menjual opak singkongnya 2-3 dus. Kemudian, dari 5 kg menjadi 10 kg. Hingga kini ia bisa menjualnya hingga 2 ribu bungkus, dengan omset sekira Rp20 juta.
Suhendi memproduksi opak singkongnya dengan rasa original dan pedas. Untuk pemasaran, biasanya ia titip di toko dengan sistem konsinyasi.