Perusahaan milik warga Korea Selatan diduga kelola tambang ilegal di Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Sebuah perusahaan milik warga negara Korea Selatan diduga mengelola tambang ilegal di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk mendalami dugaan itu, petugas Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi kembali mendatangi lokasi perusahaan PT Howon Giyobon Giyobo. Namun, saat disambangi warga Korea tersebut tak mau bertemu dengan petugas.

Namun, warga negara asing (WNA) itu tidak bersikap kooperatif dengan menjelaskan kegiatan yang dilakukan. Sehingga, pihaknya belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang bersangkutan sudah kita panggil-panggil tapi tidak mau keluar,” kata Kepala Subseksi Penindakan Kantor Imigrasi Sukabumi Muhammad Teguh Santoso, Selasa (15/7/2025).

Menurutnya, dalam tahap pengawasan pihaknya belum punya kewenangan untuk melakukan upaya lain. Upaya selanjutnya harus didasarkan pada surat perintah penyidikan.

“Saat ini kami masih di tahap pengawasan, belum masuk proses penyidikan. Jadi belum bisa lakukan tindakan paksa,” jelas Teguh.

Dalam menangani kegiatan investasi asing yang diduga ilegal itu, Imigrasi Sukabumi sudah mendeportasi satu orang asal Korea Selatan yang juga berada dalam satu perusahaan.

“Terkait dugaan aktivitas ilegal, kami fokus pada aspek keimigrasiannya terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Citepus Koswara membenarkan, saat petugas imigrasi datang WNA asal Korea tersebut tetap berada di dalam kantor.

“Sudah dipanggil, digedor pintunya, diteriakin juga enggak keluar-keluar. Petugas akhirnya pulang karena tidak ada respon sama sekali,” ungkap Koswara.

Kedatangan petugas, kata Koswara, dipicu oleh laporan masyarakat soal aktivitas pembangunan tanpa izin yang dilakukan oleh orang asing.

“Kalau bisa, minimal paspornya dipegang dulu sama Imigrasi supaya ada tindak lanjut. Tapi ya itu, dia tidak kooperatif. Sampai sekarang pun katanya masih mengurung diri,” katanya.

Meski demikian, warga setempat masih sempat melihat keberadaan WNA tersebut sebelumnya.

“Biasanya pagi-pagi suka bersih-bersih halaman, nyapu. Tapi tadi waktu Imigrasi datang, enggak kelihatan sama sekali,” jelas Koswara.

Berita Terkait

Pria asal Cibadak Sukabumi ditemukan tak bernyawa di Dermaga Poumako
Rifaldi, biker Sukabumi terjungkal akibat kabel menjuntai ke jalan
Terlibat kejar-kejaran bak film, maling motor asal Sukabumi akhirnya dibekuk warga
Baru dua pekan kerja, buruh proyek Hotel Sayan Terrace asal Sukabumi ditemukan tak bernyawa
Teganya si Robi, pria asal Sukabumi mau tagih utang malah dicuri motornya
Pria asal Sukabumi ditemukan tewas di Mulyosari
Dipicu gempa berulang di Sukabumi rumah warga Cianjur dan Bandung Barat rusak, 1 korban luka
Nekad nyeberang jalan tol, mahasiswa asal Sukabumi ini langsung tewas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:17 WIB

Pria asal Cibadak Sukabumi ditemukan tak bernyawa di Dermaga Poumako

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:03 WIB

Rifaldi, biker Sukabumi terjungkal akibat kabel menjuntai ke jalan

Rabu, 22 April 2026 - 16:23 WIB

Terlibat kejar-kejaran bak film, maling motor asal Sukabumi akhirnya dibekuk warga

Senin, 20 April 2026 - 16:32 WIB

Baru dua pekan kerja, buruh proyek Hotel Sayan Terrace asal Sukabumi ditemukan tak bernyawa

Kamis, 16 April 2026 - 20:35 WIB

Teganya si Robi, pria asal Sukabumi mau tagih utang malah dicuri motornya

Berita Terbaru