sukabumiheadline.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal meliburkan tukang ojek pangkalan (opang), becak hingga delman dua pekan jelang Lebaran 1447 H/2026. Kebijakan itu dilakukan untuk meminimalisasi potensi kemacetan selama arus mudik lebaran berlangsung.
“Tadi pak kapolda memberikan masukan beberapa titik untuk diakomodir agar sopir angkot, tukang becak, tukang ojek tidak beroperasi sepekan menjelang hari raya dan kemudian sepekan setelah hari raya,” ucap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di laman resmi pemprov, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Pria yang akrab dipanggil KDM itu mengaku sudah mengingatkan kepada Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat terkait potensi kemacetan selama arus mudik Lebaran tahun ini. Dedi menyebut titik rawan kemacetan dan keberadaan tukang ojek, angkot, tukang becak, delman dan lainnya harus segera diidentifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kemarin titiknya baru terbatas di wilayah Garut, Subang, Indramayu, Cirebon, kemudian Lembang, kemudian Puncak,” kata KDM.
Dedi mengatakan pihak pemprov akan melibatkan sopir maupun tukang ojek itu dan memberikan kompensasi selama 14 hari tidak mencari nafkah. Sementara itu, para pemudik dapat mudik dengan selamat sampai tujuan.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah meliburkan para sopir angkot saat malam pergantian tahun 2025 ke tahun 2026. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengajak masyarakat untuk mengisi kegiatan Ramadhan dengan tolong menolong serta melakukan hal baik. Ia pun meminta masyarakat tidak menggangu orang lain.
“Bulan kita beramal, bulan kita jaga ketertiban, semuanya kita sama-sama lakukan hal-hal baik di bulan Ramadhan, jangan menganggu orang lain. Mesti tolong menolong, salam semuanya, selamat berpuasa,” kata dia.









