sukabumiheadline.com – Satu anggota TNI dikabarkan gugur dan dua prajurit lain terluka akibat serangan artileri Israel yang menghantam pangkalan yang menampung pasukan Indonesia di distrik Marjayoun di Lebanon Selatan.
Dari informasi, Senin (30/3/2026), anggota TNI yang gugur berasal dari Kulonprogo, Yogyakarta, yakni Praka FR. Dia menjadi anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Dia berasal dari Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM.
Informasi dihimpun, Praka FR gugur pada Ahad (29/3/2026) pukul 20.44 waktu Lebanon. Atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB. Dia gugur di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan. Praka FR gugur terkena serangan Altileri Israel Defence Forces (IDF).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan penembakan tersebut menghantam markas yang digunakan oleh kontingen Indonesia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di kota Adshit al-Qusayr.
Dikutip dari Yeni Safak pada Senin (30/3/2026), Juru bicara pasukan PBB Candice Ardiel, mengatakan sebuah proyektil meledak semalam di lokasi PBB dekat Adshit al-Qusayr, menyebabkan beberapa pasukan penjaga perdamaian terluka.
“Sebuah proyektil meledak di posisi PBB, melukai sejumlah personel,” katanya, tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang kondisi para korban luka.
Daerah tersebut terletak dekat dengan zona perbatasan yang rawan konflik antara Lebanon dan Israel. Baku tembak telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Insiden tersebut menggarisbawahi meningkatnya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di Lebanon selatan, sebuah wilayah yang telah berulang kali mengalami peningkatan ketegangan antara pasukan Israel dan kelompok-kelompok bersenjata.
UNIFIL, yang dibentuk untuk memantau gencatan senjata di sepanjang Garis Biru, mencakup kontingen dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dan memainkan peran kunci dalam menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan.
Pihak berwenang Israel belum memberikan komentar langsung mengenai serangan tersebut, dan rincian lebih lanjut tentang keadaan insiden tersebut masih belum jelas karena investigasi masih berlangsung.
Penjelasan TNI
TNI membenarkan satu prajuritnya gugur dalam tugas di Lebanon Selatan. Satu prajurit TNI lainnya mengalami luka berat dan 2 lainnya luka ringan. Namun, pihak TNI belum memberikan penjelasan identitas anggota yang gugur dan luka.
TNI yang gugur tersebut sedang bertugas sebagai penjaga perdamaian di pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Ahad (29/3/2026). Pos jaga yang berada di dekat Adchit Al Qusayr itu terkena serangan artileri di tengah konflik Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
“Kami mengonfirmasi adanya terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Senin (30/3/2026).









