Profil Ono Surono, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat yang rumahnya digeledah KPK

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ono Surono di Jalan Jati Indah V, Bandung, digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Rabu (1/4/2026).

Diketahui, Ono yang ikut menyaksikan penggeledahan oleh KPK tersebut, terkait kasus dugaan suap proyek yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang.

“Dalam proses penggeledahan tentu ada pihak-pihak dari saudara ONS yang ikut menyaksikan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Budi, kehadiran dari pihak Ono penting. Sebab, salah satunya untuk menyaksikan terkait penyitaan yang dilakukan dalam penggeledahan tersebut.

“Tentu nanti dalam rangkaian kegiatan penggeledahan ketika ada barang bukti yang diamankan dan disita tentu juga atas pengetahuan dari pihak ONS,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap proyek yang menjerat Ade Kuswara Kunang. Kali ini, lokasi yang disasar merupakan kediaman Ono Surono (ONS) yang berlokasi di Bandung pada Rabu (1/4/2026).

“Hari ini Rabu (1/4), Penyidik melakukan penggeledahan di rumah saudara ONS, yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat,” kata Budi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya.

Budi belum mengungkapkan apa saja yang diangkut timnya dari penggeledahan tersebut. Sebab, proses penggeledahan masih berjalan.

“Kegiatan masih berlangsung. Kami akan update perkembangannya,” ujarnya.

Profil Ono Surono

Sosok Ono Surono sempat menjadi perbincangan hangat publik Jawa Barat setelah sempat berseberangan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pada awal Dedi Mulyadi menjabat gubernur, kedua politikus ini terlihat selalu kompak. Terlebih setelah Dedi meluncurkan program pembebasan ijazah pelajar yang ditahan sekolah karena masih menunggak biaya pendidikan.

Namun, Ono yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu pernah menyebut jika Dedi Mulyadi terancam diberhentikan karena kasus vasektomi yang menjadi syarat bagi warga penerima bantuan sosial (bansos).

Menurut, Ono kebijakan yang akan diterapkan Dedi itu memunculkan banyak penolakan. Di samping itu, dia menganggap wacana vasektomi hanyalah gimik dari pria yang biasa dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut.

Lantas, bagaimana kiprah pria kelahiran lahir 24 Agustus 1974 itu di Jawa Barat?

Ia dikenal sebagai tokoh nelayan pantura. Ono pernah menjabat sebagai Ketua Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra, sebuah koperasi perikanan yang terbesar di Jawa Barat dari segi produksi ikan laut. Baca selengkapnya: Biodata dan profil Ono Surono: Politikus PDIP, teman yang kini berseberangan dengan KDM

Berita Terkait

Korupsi MBG, Dadan Hindayana dan dua eks petinggi BGN jadi tersangka
Respons polisi soal perintah PN Jaksel usut kasus alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi
Kades di Cimanggu Sukabumi jadi tersangka kasus proyek jalan dan PAUD
Konstitusi tidak mengatur TNI sebagai aktor pembangunan
Pakar hukum UI dan praktisi: Peradilan Militer sisakan masalah
Berebut lahan garapan, pria di Cikidang Sukabumi dibacok
Pria ini gugat pasal suami cari nafkah dan istri urus rumah dalam UU Perkawinan ke MK
Ketika Said gugat status PKWT: Perjuangan satpam uji materiil UU Cipta Kerja
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:17 WIB

Korupsi MBG, Dadan Hindayana dan dua eks petinggi BGN jadi tersangka

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:52 WIB

Respons polisi soal perintah PN Jaksel usut kasus alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:49 WIB

Kades di Cimanggu Sukabumi jadi tersangka kasus proyek jalan dan PAUD

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00 WIB

Konstitusi tidak mengatur TNI sebagai aktor pembangunan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:29 WIB

Pakar hukum UI dan praktisi: Peradilan Militer sisakan masalah

Berita Terbaru

Ilustrasi Dolar AS dan Rupiah - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Rupiah jeblok ke Rp18.000 per Dolar hari ini

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:42 WIB