sukabumiheadline.com – Merasa dirugikan secara materi, warga Kecamatan Nyalindung protes Jalan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang hancur di hampir semua ruas jalan sepanjang 11 km tersebut.
Andriansyah, salah seorang pemilik toko sembako di Nyalindung menyebut selama bertahun-tahun jalan tersebut dibiarkan rusak. Ia kemudian mengunggah video jalan rusak di akun TikTok dengan narasi kekecewaan yang meluap terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.
Padahal, jalan tersebut tergolong ramai pengguna setiap harinya, seperti ke sekolah, bekerja, hingga ke pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ruas jalan Sukamaju – Cijangkar Kecamatan Nyalindung. Sudah bertahun-tahun rusak. Sebagai pengguna jalan yang setiap hari melintasi ke pasar untuk belanja, saya merasa dirugikan,” kata dia kepada sukabumiheadline.com, Kamis (16/4/2026) malam.
“Belum pengguna lainnya, karena mayoritas warga di sini bekerja sebagai petani. Mereka harus menjual hasil pertanian mereka ke pasar. Ongkosnya mau gak mau jadi mahal,” imbuh Andriansyah.
Andriansyah pun merinci kerugian yang dideritanya akibat jalan rusak tersebut. Karenanya, ia berharap segera dilakukan perbaikan, karena jalan merupakan akses utama warga.
“Dampak ekonomi, biaya perawatan kendaraan karena cepat rusak, dari mulai ban, shockbreaker, sampai rantai motor. Ongkos angkut hasil tani jadi lebih mahal,” jelas pria 30 tahun itu.
“Anak sekolah jadi terlambat berangkat, dan risiko jatuh saat musim hujan karena lebih banyak jalan bebatuan
Andriansyah menyebut, ia dan pengguna jalan akan semakin dirugikan jika jalan penghubung Desa Cijangkar, Bojongkalong, Bojongsari, hingga Sukamaju itu tak kunjung diperbaiki.
“Besar harapan warga untuk segera adanya perhatian dan perbaikan jalan penghubung antar desa ini, karena akses ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Sampai kapan kami harus menanggung kerugian akibat jalan ini?,” pungkasnya.









