sukabumiheadline.com – Hingga Q1 2026 sudah 289,7 juta unit handphone terjual di pasar global. Data tersebut diungkap Firma riset IDC dalam laporan terbaru tentang pengiriman smartphone global kurun Januari-Maret 20026.
Dalam laporan yang sama, IDC juga menyebut bahwa pasar ponsel dunia pada kuartal I-2026, anjlok 4,1% dibanding periode yang sama 2025. Selama periode itu sekitar 289,7 juta perangkat dikapalkan (shipment). Jumlahnya menurun dibandingkan kuartal I-2025 dengan volume 302 juta unit.
IDC menyabut krisis memori hingga kenaikan harga smartphone menjadi faktor utama lesunya pasar ponsel awal tahun 2026. Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal menjelaskan bahwa krisis memori langsung berdampak pada pengiriman dan permintaan ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketersediaan memori yang terbatas memaksa pemangkasan pengiriman, sementara harga memori yang jauh lebih tinggi mendorong kenaikan biaya bahan baku dan mendesak kenaikan harga oleh banyak merek ternama,” kata Popal dikutip dari situs IDC.
“Di beberapa pasar negara berkembang, harga naik hingga 40-50 persen yang berdampak signifikan terhadap permintaan di wilayah yang sensitif pada harga,” imbuhnya.
Di Indonesia, kata Popal, hampir semua vendor smartphone telah menaikkan harga. Kenaikan harga tidak berlaku untuk semua model. Namun, setiap segmen, mulai dari entry-level, mid-range, hingga flagship sebagian mengalami kenaikan.
Tren premiumisasi diperkirakan akan terus berlanjut, bahkan ketika harga memori mulai stabil pada paruh kedua 2027. Artinya, pasar smartphone ke depan akan semakin didominasi oleh perangkat dengan harga lebih tinggi, sementara segmen entry-level berpotensi semakin terpinggirkan.
5 brand smartphone terlaris di dunia
Dalam laporan IDC, vendor asal Korea Selatan, Samsung, memimpin pasar ponsel dunia dengan pangsa pasar 21,7%. Angka itu lebih tinggi dibanding kuartal I-2025 sebesar 20,1%. Pada triwulan pertama 2026, Samsung mengirimkan sekira 62,8 juta unit smartphone ke berbagai negara.
Kinerja positif Samsung periode ini didukung oleh permintaan yang kuat dari Galaxy S26 Ultra. Selain itu, peluncuran Gaalxy A series yang lebih dini juga dinilai membantu mengisi kesenjangan Galaxy S26 yang rilis lebih lama ketimbang model sebelumnya.
Sementara itu, Apple menempati peringkat kedua dengan total unit terkirim sebanyak 61,1 juta dan pangsa pasar 19,6%. Pertumbuhan pengiriman vendor asal Amerika Serikat ini mencapai 3,3%, didorong oleh kinerja yang kuat dari iPhone 17 series, terutama di China.
Berikut rincian lima besar vendor smartphone dunia kuartal I-2026.
- Samsung: Vendor Pengiriman Q1-2026 62,8 juta unit – Pangsa pasar Q1-2026) 21,7%
- Apple: Vendor Pengiriman Q1-2026 61,6 juta unit – Pangsa pasar Q1-2026) 21,1%
- Xiaomi: Vendor Pengiriman Q1-2026 33,8 juta unit – Pangsa pasar Q1-2026) 11,7%
- Oppo: Vendor Pengiriman Q1-2026 30,7 juta unit – Pangsa pasar Q1-2026) 10,6%
- Vivo: Vendor Pengiriman Q1-2026 21,2 juta unit – Pangsa pasar Q1-2026) 7,3%
- Lainnya: Vendor Pengiriman Q1-2026 80,1 juta unit – Pangsa pasar Q1-2026) 27,6%
- Total: Vendor Pengiriman Q1-2026 289,7 juta unit – Pangsa pasar Q1-2026) 100%
Dari data di atas, Samsung dan Apple juga menjadi dua vendor terbesar yang membukukan pertumbuhan positf dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara tiga vendor lainnya mencatatkan pertumbuhan minus.
Xiaomi misalnya yang menempati peringkat ketiga, hanya mengirimkan 33,8 juta unit, turun 19,1% dibanding 41,8 juta pada kuartal I-2025. Xiaomi dikabarkan memangkas pengiriman ponsel model lama, guna menghindari kenaikan harga.
Demikian dengan vendor Oppo yang juga menurun 9,9% menjadi 30,7 juta unit dari kuartal I-2025 sebanyak 34,1 juta unit. Vendor smartphone ini disebut IDC punya kinerja positif di China, sehingga membantu mendongkrak pertumbuhan global tidak merosot tajam. Pertumbuhan Oppo di China juga tak lepas dari integrasi perusahaan dengan Realme.
Sementara itu Vivo menempati peringkat kelima dalam daftar, karena mengapalkan 21,2 juta unit ponsel. Pertumbuhannya turun 6,8% dibanding periode yang sama tahun lalu alias year-over-year (YoY), karena pada tahun lalu mengapalkan 22,7 juta unit.
Pertumbuhan Vivo juga didorong kinerja positif di China sebagai pasar terbesarnya, serta performa yang stabil di India.
Honor catat pertumbuhan tertinggi
Di luar 5 besar, vendor seperti Honor, Lenovo (Motorola), dan Huawei juga dilaporkan IDC membukukan pertumbuhan positif. Honor jadi vendor dengan pertumbuhan tertinggi di antara 10 besar, yaitu 24% YoY, karena mengalihkan fokus ke ekspansi luar negeri.









