sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi merupakan darah terluas se-Jawa Barat. Penduduk kabupaten ini nyaris 3 juta jiwa, yakni 2.899.139 jiwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Desember 2025.
Dari jumlah tersebut, mayoritas memeluk agama Islam dan agama resmi lainnya, serta keyakinan lain yang diakui pemerintah Indonesia dan dijamin Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965.
Perbandingan jumlah Muslim dan non-muslim di Kabupaten Sukabumi 2026
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi yang mencapai 2.89 juta jiwa lebih, menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sukabumi, mayoritas memeluk agama Islam, yakni mencapai hampir 97 persen. Sedangkan, sekira 3 persen sisanya sisanya memeluk non Islam.
Berikut jumlah penduduk Sukabumi menurut agama yang dianutnya, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (8/5/2026).
- Muslim: 2.890.089 jiwa
- Kristen Protestan: 6.341 jiwa
- Kristen Katolik: 1.873 jiwa
- Hindu: 53 jiwa
- Budha: 759 jiwa
- Konghucu: 11 jiwa
- Pemeluk Agama Lainnya: 13 jiwa.
Agama resmi diakui pemerintah

Indonesia mengakui enam agama resmi secara hukum, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Agama-agama ini dijamin perlindungannya oleh negara berdasarkan Pancasila dan undang-undang yang berlaku.
Semua agama resmi di Indonesia memiliki tempat ibadah, hari besar, dan kitab suci masing-masing yang diakui.
Berikut adalah rincian 6 agama yang diakui di Indonesia:
- Islam: Agama mayoritas dengan tempat ibadah di Masjid. Hari besar: Idul Fitri, Idul Adha.
- Kristen Protestan: Tempat ibadah di Gereja. Hari besar: Natal.
- Katolik: Tempat ibadah di Gereja. Hari besar: Natal.
- Hindu: Tempat ibadah di Pura. Hari besar: Hari Raya Nyepi, Galungan.
- Buddha: Tempat ibadah di Vihara. Hari besar: Waisak.
- Konghucu: Tempat ibadah di Klenteng/Litang. Hari besar: Tahun Baru Imlek.
Di luar keenam agama resmi di atas, pemerintah juga menjamin kebebasan penduduk yang memeluk keyakinan dan aliran kepercayaan leluhur bangsa Indonesia, seperti Sunda Wiwitan, Kejawen hinga atheis, dan lainnya.









