sukabumiheadline.com – Kebijakan konversi kompor elpiji ke kompor listrik terus berlanjut. Kebijakan yang sempat tertunda itu kembali digulirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Kekinian, Bahlil mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp815,56 miliar kepada Komisi XII DPR RI untuk program kompor listrik pada 2027. Program tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.
“Kompor listrik karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain. Jadi energi yang kita dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat itu sebesar Rp815,56 miliar,” ujar Bahlil, dikutip Kamis (18/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program tersebut termasuk dalam pagu indikatif untuk program strategis infrastruktur oleh Direktorat Jenderal Energi baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) sebesar Rp1.509 miliar.
Bahlil menyampaikan dalam pelaksanaannya nanti anggota DPR diharapkan dapat membantu memetakan daerah-daerah yang berpotensi menjadi sasaran program tersebut.
“Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari Bapak Ibu Anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya bisa kita melakukan kerjasama dan sinkronisasi,” ungkapnya.









