sukabumiheadline.com – Minyak atsiri umumnya diolah dari tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus). Minyak beraroma wangi khas ini semakin menunjukkan potensinya sebagai komoditas unggulan yang mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.
Salah satu daerah yang menjadi pusat perhatian dalam pengembangan minyak atsiri ini adalah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Selain itu, minyak atsiri juga dikembangkan Cibadak Integrated Farm (CIF), salah satu program konversi lahan eks tambang batu kapur menjadi salah satunya kebun sereh wangi atau citronella di Cibadak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk informasi, salah satu program pengolahan minyak ini dinisiasi PT Solusi Bangun Indonesia (Semen Indonesia Group) yg diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekitar lahan eks tambang melalui hilirisasi minyak sereh wangi atau citronella oil menjadi produk sederhana seperti minyak gosok maupun sabun batang.
Pembuatan produk turunan citronella oil
tentunya tidak hanya dibutuhkan minyak ini saja yang memang sudah diproduksi mandiri oleh kelompok tani (Poktan) dalam lingkup CIF, tetapi juga jenis essential oil lainnya yang tentunya diperoleh dari Pavettia Essential Oil.

Selain itu, minyak atsiri dari jeruk lemon dan laja gowah, seperti yang dikembangkan oleh Tefa Minyak Atsiri dan pelajar SMKN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hasil inovasi ini mereka kemas dan dilabeli MAKUJEON (Atsiri Lemon).
Minyak atsiri ini diklaim sebagai aromaterapi hasil penyulingan kulit
jeruk lemon dengan aroma lemon yang khas dan menyegarkan. Baca selengkapnya: Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi
Menari perhatian peneliti
Dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan Universitas Malaysia Sabah, yang terdiri dari Tulus Sukreni, Timorora, Sandha Perdhana, Dhian Tyas Untari, Fata Nidaul Khasanah dan Budi Satria, dijelaskan bahwa minyak atsiri serai wangi memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan, baik secara lokal maupun internasional.
Kandungan aromatik dan manfaat terapeutik dari minyak ini membuatnya banyak diminati di industri kesehatan, kosmetik, aromaterapi, hingga makanan dan minuman.
Pengembangan Potensi Lokal
Cibadak, yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian, dinilai sangat cocok untuk pengembangan tanaman serai wangi karena kondisi geografis dan iklimnya yang mendukung.
“Tanaman ini mudah tumbuh dan memiliki siklus panen yang cepat, sehingga memungkinkan produksi minyak atsiri secara berkelanjutan. Namun, meski potensinya besar, pemanfaatannya masih belum optimal,” katanya, dikutip sukabumiheadline.com dari Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (JGPP), Sabtu (27/6/2026).
Penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan petani dalam proses penyulingan, kurangnya akses pasar, serta rendahnya kapasitas produksi menjadi tantangan utama.
“Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri ini,” ungkap mereka.
Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat
Berdasarkan hasil observasi lapangan tim peneliti, pengembangan usaha minyak atsiri di Cibadak telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Beberapa manfaat yang dirasakan antara lain peningkatan pendapatan petani, terciptanya lapangan kerja baru, serta penguatan ekonomi lokal,” katanya.
“Minyak atsiri dari serai wangi juga berpotensi menjadi produk ekspor unggulan yang dapat memperkenalkan Sukabumi di pasar global,” imbuh.
Para peneliti dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan Universitas Malaysia menyebut studi ini menekankan pentingnya strategi pemasaran yang tepat dan pengembangan produk yang inovatif agar daya saing minyak atsiri Indonesia, khususnya dari Sukabumi, dapat terus meningkat.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses dalam mengembangkan potensi ini,” katanya.
Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan jika minyak atsiri serai wangi adalah peluang emas bagi Kecamatan Cibadak untuk bangkit secara ekonomi. Dengan sinergi antara petani, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah, potensi pasar yang besar ini dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
“Pengembangan minyak atsiri bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga jalan menuju kemandirian desa berbasis potensi lokal,” jelas Tulus Sukreni, Timorora, Sandha Perdhana, Dhian Tyas Untari, Fata Nidaul Khasanah dan Budi Satria dalam jurnalnya.









