sukabumiheadline.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan perluasan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) ke Cikampek dan juga Sukabumi, sebagai bagian dari pengembangan kawasan aglomerasi Jakarta.
Namun dalam perkembangannya, pemerintah memprioritaskan jalur menuju Cikampek, ketimbang Sukabumi. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, meskipun sudah dilakukan groundbreaking, namun harapan masyarakat Sukabumi untuk segera menikmati layanan KRL tampaknya masih harus bersabar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah mengisyaratkan pengembangan jaringan KRL dalam waktu dekat akan lebih diprioritaskan ke Green Line Tangerang dan perpanjangan lintas Cikarang-Cikampek sebelum proyek elektrifikasi menuju Sukabumi.
Prioritas tersebut muncul di tengah pembahasan lanjutan mengenai pengembangan jaringan commuter line. Pemerintah mulai memetakan proyek yang akan didahulukan seiring perubahan skema pengelolaan infrastruktur perkeretaapian. Saat ini fokus pengembangan masih diarahkan pada dua koridor yang menjadi penyangga Jakarta.
“Masih fokus utamanya di Green Line, lalu Cikarang-Cikampek,” jelas Allan dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (19/8/2026).
Pernyataan itu sekaligus memberi gambaran bahwa rencana elektrifikasi lintas Bogor-Sukabumi yang sebelumnya sempat disampaikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) belum menjadi proyek yang diprioritaskan dalam waktu dekat. Sebelumnya, KAI membocorkan rencana menghadirkan layanan KRL hingga Sukabumi sebagai bagian dari perluasan jaringan Commuter Line Jabodetabek.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah juga menyiapkan perubahan dalam tata kelola pembangunan infrastruktur perkeretaapian. Nantinya, pembangunan prasarana tidak lagi menjadi domain utama Direktorat Jenderal Perkeretaapian, melainkan diserahkan kepada PT KAI sebagai operator.
“Nah ke depan kita itu akan menyerahkan itu kepada KAI sebagai operator. Kita nanti murni hanya sebagai regulator,” ujar Dudy.
Dengan skema tersebut, proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek, termasuk pengadaan maupun pelelangan pekerjaan, akan berada di tangan BUMN perkeretaapian. Pemerintah menegaskan perannya bergeser menjadi pengawas agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
“Iya, silakan KAI (untuk lelang). Biar kita hanya mengawasi, nggak campur aduk. Jadi tidak nanti seolah lempar-lemparan. Jadi pertimbangan bisnisnya ya pertimbangan di KAI,” kata Dudy.
Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin berharap, langkah tersebut dapat mempermudah mobilitas pekerja dari wilayah timur dan selatan Jabodetabek sekaligus mengurangi beban perjalanan komuter yang selama ini masih bergantung pada kereta lokal.
Dia mengatakan, perluasan layanan tersebut menjadi salah satu prioritas untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang bekerja di Jakarta namun tinggal di kawasan Cikampek.
“Makanya aglomerasi Jakarta ini kami mau panjangkan sampai ke Cikampek. Prioritas nomor satu. Kemudian di Selatan juga,” kata Bobby.
Bobby menjelaskan, rencana tersebut lahir dari pengamatannya terhadap pola perjalanan masyarakat di Cikampek. Dia mengaku bahwa dirinya sempat ‘riset’ dengan mendatangi Stasiun Cikampek pada tengah malam untuk melihat langsung kondisi penumpang.
“Saya sengaja jam 12 malam, jam 1 malam ke Stasiun Cikampek. Saya tanya kenapa mereka menginap. Jawabannya, ada yang pulang dari pabrik sudah tidak ada kereta lagi, ada juga yang menunggu kereta pagi-pagi,” ujarnya.
Menurut Bobby, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perluasan jaringan KRL agar masyarakat memiliki akses transportasi massal yang lebih baik menuju Jakarta.
Selain memperpanjang layanan hingga Cikampek, KAI juga menyiapkan penguatan konektivitas di koridor selatan. Menurut Bobby, saat ini belum terdapat integrasi yang optimal antara jalur menuju Sukabumi dengan layanan KRL meski telah tersedia Stasiun Paledang.
“Artinya apa? Ini perlu juga kita integrasikan yang selatan,” katanya. Ia menilai peningkatan akses transportasi akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jawa Barat.
Bobby bahkan menyinggung rencana pembangunan destinasi wisata berskala besar yang pernah batal karena terbatasnya akses transportasi.
“Dulu pernah dengar yang namanya Disneyland itu mau dibangun di Lido. Kenapa nggak jadi? Accessibility nggak ada,” ujar Bobby.
Menurut dia, pengembangan jaringan KRL tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas angkutan penumpang, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan kawasan aglomerasi dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di sekitar Jakarta.
“Waktu itu, kalau KRL sampai sana aja. Itu Disneyland sudah sampai ke sini. Artinya apa? Artinya kan tumbuh ekonominya di daerah selatan. Itu kami perkuat juga,” tegas dia.
Prioritas Jakarta-Cikampek
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan mempercepat proyek elektrifikasi jalur kereta api Cikarang–Cikampek, sehingga ke depan warga Cikampek berpeluang menikmati layanan KRL langsung menuju Jakarta.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, mengatakan bahwa rencana perpanjangan layanan KRL hingga Cikampek telah dibahas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Mengenai perpanjangan KRL Jabodetabek Cikarang menuju Cikampek, elektrifikasi ini kami sudah diskusi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI),” ujar Allan.
Menurut Allan, pemerintah kini tengah menyiapkan langkah percepatan bersama PT KAI, PT PLN, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.
“Dan kita akan percepat segala sesuatu,” katanya.
Ia menjelaskan, percepatan proyek dilakukan sebagai respons atas tingginya permintaan masyarakat agar layanan KRL dapat menjangkau Cikampek sehingga perjalanan menuju pusat Kota Jakarta menjadi lebih praktis dan efisien.
Selain proyek elektrifikasi, pembangunan jalur Double-Double Track (DDT) juga terus dipercepat. Jalur ini nantinya akan memisahkan lintasan kereta antarkota dengan KRL sehingga operasional keduanya dapat berjalan lebih lancar, tepat waktu, serta mendukung pengembangan layanan KRL hingga Cikampek tanpa mengganggu perjalanan kereta jarak jauh.
Menurut Allan, tingkat keterisian KRL pada lintas tersebut bahkan telah mencapai sekitar 161 persen pada jam sibuk, sehingga peningkatan kapasitas layanan dinilai sangat dibutuhkan.









