Bisnis baru di China, sewakan kantor agar pengangguran bisa pura-pura kerja

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana kerj di kantor - sukabumiheadline.com

Ilustrasi suasana kerj di kantor - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Di tengah perlambatan ekonomi dan ketatnya persaingan kerja, anak muda di China yang masih menganggur bisa berpura-pura bekerja untuk menjaga ritme hidupnya. Lebih dari itu, beberapa dari mereka juga rutin mengirim foto mereka yang tampak sibu bekerja kepada orangtuanya.

Fenomena sosial yang tidak biasa ini mengundang perhatian banyak kalangan, karena semakin banyak anak muda rela membayar agar bisa “berpura-pura bekerja” di kantor yang lengkap dengan meja, komputer, ruang rapat, hingga jam kerja layaknya perusahaan sungguhan.

Fenomena ini dikenal sebagai pretend to work, berkembang di berbagai kota besar seperti Hangzhou, Shanghai, Shenzhen, dan Chengdu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, biaya sewa dibanderol 30 hingga 50 yuan (sekira US$4–7) per hari. Penyewa dapat menggunakan berbagai fasilitas kantor. Bahkan, sejumlah penyedia jasa juga menyediakan makan siang, kopi, hingga paket foto duduk di kursi direktur agar terlihat bak seorang eksekutif.

Fenomena tersebut muncul di tengah tingginya angka pengangguran muda. Pada paruh pertama 2025, tingkat pengangguran penduduk perkotaan usia 16–24 tahun di China mencapai 15,8 persen, sedangkan tingkat pengangguran perkotaan secara keseluruhan berada di angka 5,2 persen.

Banyak lulusan baru mengaku kesulitan memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang layak, bahkan pekerjaan yang menawarkan dua hari libur dalam sepekan.

Salah satu pelaku usaha yang membuka kantor pretend to work adalah Chen Yingjian di Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Gagasan itu bermula ketika seorang teman meminta izin agar anaknya yang menganggur dapat menjalani simulasi wawancara kerja di kantornya.

Konsep tersebut menarik perhatian publik, dalam waktu kurang dari sebulan, Chen menerima ribuan pertanyaan dari calon penyewa.

Ia kemudian membuka ruang kerja bersama dengan aturan layaknya perusahaan pada umumnya, mulai dari jam kerja pukul 09.00 hingga 18.00, larangan tidur, bermain gim, hingga membuat keributan.

”Berpura-pura berarti meniru. Dan meniru berarti berusaha. Jika seseorang bersedia berpura-pura, itu menunjukkan bahwa mereka ingin melakukan sesuatu, bahwa mereka termotivasi,” kata Chen Yingjian kepada Channel News Asia (CNA).

Menurut Chen, orang yang benar-benar ingin menyerah tidak akan datang ke tempatnya. Mereka yang memilih menyewa meja kerja justru masih memiliki keinginan untuk mencari peluang dan memperbaiki keadaan.

Cara pengangguran menjaga rutinitas

Fenomena ini sempat ramai karena dianggap sebagai cara anak muda menyembunyikan status pengangguran dari keluarga. Namun, alasan para penyewa ternyata jauh lebih beragam.

Ryan, lulusan berusia 25 tahun dari Provinsi Jiangsu, mengaku telah menggunakan kantor pretend to work selama enam bulan setelah gagal memperoleh pekerjaan selama sekitar satu setengah tahun sejak lulus kuliah.

Ia memang rutin mengirim foto sedang bekerja kepada kedua orang tuanya. Namun, menurutnya, berada di kantor setiap hari membantu menjaga ritme hidup sekaligus memberikan rasa aman di tengah ketidakpastian. Kisah Ryan pertama kali diangkat oleh South China Morning Post (SCMP).

Mahasiswa tingkat akhir asal Yunnan bernama Yue juga memiliki alasan serupa. Ia bekerja paruh waktu di salah satu kantor tersebut sambil mempersiapkan masa depannya.

”Jika saya tinggal di rumah sepanjang hari hanya untuk syuting atau mengedit video, keluarga saya mungkin tidak menganggap itu sebagai pekerjaan sungguhan. Mereka lebih suka saya keluar rumah dan memiliki tempat kerja tetap,” ujar Yue kepada CNA.

Sementara itu, Yuan yang baru berusia 19 tahun memanfaatkan ruang kerja tersebut untuk mengembangkan bisnis penjualan hewan peliharaan secara daring. Menurutnya, suasana kantor membuat dirinya lebih disiplin dibandingkan bekerja sendirian di rumah.

Banyak penyewa datang bukan untuk berpura-pura sibuk. Mereka menggunakan fasilitas itu untuk melamar pekerjaan, mengembangkan usaha, belajar menghadapi ujian, hingga bekerja sebagai pekerja lepas.

Lingkungan yang dipenuhi orang-orang dengan tujuan serupa membuat mereka lebih mudah menjaga konsistensi dibandingkan jika hanya berdiam diri di rumah.

Berita Terkait

Facebook, Instagram dan WhatsApp Web kompak error
Viral, video haru sekelompok pria sambut teman masa kecil bebas dari Lapas Sukabumi
Sony Sonjaya posting pesan ke Kepala BGN baru, netizen: Sempat-sempatnya drama
Twit Gubernur DKI Jakarta yang ikut senang Persib juara diungkit Bobotoh
Gunawan Sadbor Sukabumi beraksi di trotoar, netizen: Bikin malu Jabar dan Sunda
Bocah Sukabumi derita kanker darah dipuji KDM, tetap hidup karena tak henti bernafas
Bintang Borneo FC tanya kesediaan KDM jadi Gubernur Kaltim
Kisah sedih Sri Apriliani: Yatim piatu di Sukabumi DO sekolah, diejek teman, huni rutilahu

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 22:57 WIB

Bisnis baru di China, sewakan kantor agar pengangguran bisa pura-pura kerja

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:49 WIB

Facebook, Instagram dan WhatsApp Web kompak error

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:09 WIB

Viral, video haru sekelompok pria sambut teman masa kecil bebas dari Lapas Sukabumi

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:20 WIB

Sony Sonjaya posting pesan ke Kepala BGN baru, netizen: Sempat-sempatnya drama

Sabtu, 9 Mei 2026 - 04:45 WIB

Twit Gubernur DKI Jakarta yang ikut senang Persib juara diungkit Bobotoh

Berita Terbaru

Ilustrasi kemacetan lalu lintas menuju ke pantai - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Warga Sukabumi masuk Top 10 pemilik mobil terbanyak

Senin, 13 Jul 2026 - 23:38 WIB