sukabumiheadline.com – Penduduk Palestina di Tepi Barat, terus dirugikan dengan kebijakan bengis pasukan Israel. Terbaru, pasukan Zionis melarang keluarga Palestina di Tepi Barat menggunakan kamar mandi sendiri.
Diketahui, kebijakan tersebut sudah berlangsung selama tiga pekan. Larangan itu muncul usai pemukim ilegal Israel berselisih dengan warga Palestina hingga melibatkan campur tangan pasukan Zionis. Militer Israel lantas mengeluarkan perintah zona militer untuk melerai konflik itu, tetapi aturan ini merugikan warga Palestina.
Menurut salah seorang penduduk Desa Umm Al Kheir di Tepi Barat, Ikhlas Al Hathlain, mengatakan sebelum aturan keluar, pemukim ilegal Israel kerap mengganggu mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Para pemukim akan datang ke kamar mandi dan mengetuk pintu, ingin kami pergi,” kata Al Hathlain, dikutip Asharq Awsat, Rabu (22/7/2026).

Kamar mandi Al Hathlain terletak di antara rumah dan karavan yang dipasang pemukim ilegal Israel kurang dari 100 meter. Dia tinggal bersama 14 orang di rumahnya.
Saat ini, Hathlain dan keluarganya harus ke kamar mandi pusat komunitas atau ke rumah tetangga karena ulah pasukan dan pemukim ilegal Israel.
“Rasa malu dan kesulitan saat pergi ke toilet sungguh di luar bayangan,” kata Al Hathlain.
Hathlain juga mengatakan perintah militer Israel mencegah keluarganya mengakses kandang domba di dekatnya. Pasukan Zionis ada di daerah itu tiap tiga hingga empat hari.

Perselisihan warga Palestina dan pemukim ilegal Israel muncul usai ketika para pemukim memasang kursi ayunan di antara rumah keluarga dan kakus.
Militer Israel mengeklaim aturan itu bersifat sementara tanpa menyebut tanggal pasti waktu berakhir. Mereka juga sesumbar keluarga tersebut bisa mengakses kandang domba dan kamar mandi.
Israel terus menganeksasi Tepi Barat dan menempatkan penduduknya di sana. Tercatat lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di Tepi Barat usai Israel mendudukinya sejak 1967.









