Bey ingatkan ormas jangan ganggu pabrik di Jawa Barat

- Redaksi

Selasa, 11 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin - Istimewa

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin - Istimewa

sukabumiheadline.com – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, meminta organisasi masyarakat (ormas) tidak mengganggu iklim investasi, khususnya di kawasan industri. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan forum diskusi pengelola kawasan industri dan pelaku usaha di aula SMK Mitra Industri MM 2100 Kabupaten Bekasi, Senin (10/2/2025) kemarin.

Dia juga mengatakan, pihaknya mendapatkan banyak keluhan dari pelaku industri yang terganggu dengan aksi oknum sekelompok ormas yang meresahkan, bahkan sampai mengganggu operasional pabrik.

Untuk itu, ia meminta agar tidak ada lagi ormas yang mengganggu keamanan dan menghalangi aktivitas produksi di kawasan industri. Bahkan, pihaknya membuka pintu dialog apabila ada ormas yang ingin menyampaikan aspirasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nanti kita bisa berdiskusi, berdialog seperti apa yang diperlukan, yang pasti iklim investasi ini harus tetap kondusif,” ujar Bey dalam keterangan resminya, Selasa (11/2/2025).

Lebih lanjut, dia pun mengajak semua pihak untuk menjaga iklim investasi di Jabar agar tetap kondusif. Mengingat, sejauh ini investasi di Jabar masih yang tertinggi se-Indonesia dengan nilai Rp251 triliun pada 2024. Baca berita tanpa iklan.

Meski demikian, diharapkan nilai investasi di Jabar bisa terus meningkat di 2025 sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan serapan tenaga kerja. Menurut Bey, salah satu kunci agar tujuan tersebut bisa tercapai adalah kondusifitas.

Dengan demikian, investor pun merasa aman saat akan menanamkan modalnya di Jabar.

“Kita jaga bersama agar investor tetap berinvestasi di sini, kalau bisa bertambah terus. Jadi kita jaga agar iklim investasi tetap kondusif,” katanya.

Dia menambahkan, sangat terbuka dengan masukan dari sejumlah pelaku industri agar makin banyak investor yang masuk ke Jabar.

“Tadi banyak masukan dari mereka dan kita akan akselerasi,” pungkas Bey.

Berita Terkait

Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum
Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar
Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili
BNN minta semua jenis vape dilarang
Diklaim lebih adil, pemerintah bakal beri bansos digital untuk desil 1 hingga 5 awal 2027
Rekening demonstran di DPR diblokir, Bank Mandiri atas perintah APH
BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi

Rabu, 30 September 2026 - 12:05 WIB

Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Senin, 28 September 2026 - 10:00 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili

Sabtu, 12 September 2026 - 22:21 WIB

BNN minta semua jenis vape dilarang

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB