sukabumiheadline.com – Beberapa jenis bunga hias yang ditanam petani bunga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mampu menembus pasar dalam dan luar negeri khususnya Jepang, salah satunya adalah jenis serunai atau biasa disebut seruni, teluki dan krisan.
Krisan atau nama latinnya Chrysanthemum sp adalah bunga dalam kelompok Plantae dari famili Asteraceae, spesies Chrysanthemum indicum L. Menurut catatan dihimpun sukabumiheadline.com, bunga ini diambil di Malino, Sulawesi Selatan.
Krisan adalah sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. Tumbuhan berbunga ini mulai muncul pada zaman Kapur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga:
- Kemiri Sunan, Beracun Tapi Bikin Pejabat Argentina Terpukau Saat Datang ke Parungkuda Sukabumi
- Pria Asal Karanganyar Merantau ke Sukabumi untuk Jualan Tanaman Hias
- Cabai dan Bawang Merah Sukabumi Siap Penuhi Pasokan Jabodetabek
Diterima pasar Jepang
Bunga seruni yang merupakan bagian dari tumbuhan suku kenikir-kenikiran atau Asteraceae yang mencakup bermacam-macam jenis Chrysanthemum.
Tanaman ini diterima pasar Jepang, karena merupakan bunga nasional Negeri Matahari Terbit tersebut. Karenanya, dalam bahasa Jepang disebut sebagai キク (kiku). Karena aromanya yang wangi, bunga ini sering ditambahkan ke dalam teh agar lebih wangi dan nikmat.
Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa bunga ini kerap dijadikan bunga potong ataupun bunga hiasan pot di dalam rumah-rumah.
Baca Juga:
- Kebun Balcon Sukabumi, Nursery Garden yang Berawal dari Hobi Kemudian Cuan
- Warga Sukabumi Jangan Anggap Sepele, Ada Peluang Cuan dari Tanaman Kumis Kucing
- Pria di Gunungguruh Sukabumi Meraup Uang Jutaan Rupiah per Bulan dari Kebun Strawberry

Adapun yang menjadi andalan dari bunga ini adalah bibitnya yang sudah menembus ekspor ke Jepang. Hal ini menjadi peluang bagi para petani bunga, mengingat Kabupaten Sukabumi memiliki kawasan bunga dan daun potong yang memproduksi florikultura atau tanaman hias.
Tanaman hias seperti krisan, anggrek, dracena, sedap malam, philodendron, dan anthurium berpeluang untuk memenuhi pasar domestik dan internasional.
Produksi bunga krisan di Sukabumi, setiap tahun rata-rata mencapai 15 juta tangkai yang ditunjang dengan luas lahan mencapai 20 hektare atau sekitar 400 unit “green house” (GH) dengan luas rata-rata setiap GH mencapai 500 meter persegi yang tersebar di Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, Cicurug dan Cidahu.
Baca Juga:
- Peluang di Masa Pandemi, Permintaan Ekspor Dracaena dari Sukabumi Tinggi
- Petani Girijaya Sukabumi Budidaya Jeruk Dekopon, Buah Manis Tanpa Biji dari Jepang

Budi daya bunga krisan ini cukup mudah yakni dengan cara stek dan tanah di Kabupaten Sukabumi memang cocok sebagai penghasil komoditas florikultura.
Untuk mendongkrak produksi bunga hias tersebut, hingga kini pihaknya sudah membina sebanyak 22 kelompok tani yang anggotanya antara 15-20 orang. Tingginya permintaan untuk ekspor ini tentunya menjadi peluang bagi peningkatan pendapatan petani.
Omzet yang didapatkan petani dari memproduksi bunga hias khususnya jenis krisan ini cukup menjanjikan. Bahkan, pada waktu tertentu seperti Idul Fitri dan Natal omsztnya berlipat ganda.