sukabumiheadline.com – Nasib baik menghampiri seorang pria asal Sukabumi, Jawa Barat. Berbeda dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) lainnya yang bekerja di kawasan Timur Tengah, kerap mengalami nasib tak mengenakan. Dari mulai gaji tak dibayar, sakit tak ada yang urus hingga disiksa majikan. Baca lengkap: Kaki TKW Asal Sukabumi bengkak sebab kecelakaan kerja, Sri diduga korban TPPO
Demikian pula dengan sejumlah kasus yang dialami para TKI di Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong. Namun, seorang TKI asal Sukabumi di Australia bernasib mujur. Padahal, Negeri Kangguru itu bukan negara favorit tujuan para TKI asal Sukabumi. Baca lengkap: Arab Saudi, Taiwan dan Malaysia favorit, dalam 5 tahun jumlah TKW asal Sukabumi meningkat
Bukan karena gajinya yang sedikit, tetapi Australia memang negara yang tidak terbuka untuk menerima pekerja dari luar termasuk TKI. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti para TKI tidak memiliki peluang untuk mengadu nasib di Australia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Bukan dari Keluarga Kaya, TKW asal Sukabumi Cerita Nasibnya Usai Dinikahi Bule Jerman
Ada beberapa cara atau solusinya, sepertinya halnya yang dilakukan oleh Derry TKI asal daerah Sukabumi. Ia mengakali untuk bisa bekerja di Negeri Kangguru tersebut, dengan menggunakan atau memegang Visa Student.
Baca Juga:
- Sukabumi Cerita Nasibnya Usai Dinikahi Bule Jerman
- Jadi TKW ilegal di Abu Dhabi pulang hamil, wanita Jampang Tengah Sukabumi buang bayinya di kebun
- TKW Disetrika Majikan Disebut Berasal dari Sagaranten Sukabumi
“Saya di sini baru sekitar dua bulan, dan di sini saya memegang visa student,” tuturnya di kanal YouTube Sahabat Rantau Australia dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (10/7/2024).
“Perlu kalian ketahui juga bahwa untuk bekerja di Australia itu harus ada visanya dulu nih teman-teman,” kata pemilik kanal tersebut.
Rekomendasi Redaksi: Kisah Kasim, buruh migran asal Sukabumi mengadu nasib di Benua Amerika awal abad ke-19
Terkait pekerjaan yang dilakukan Derry, ia mengaku bekerja di salah satu pabrik atau manufaktur yang ada di sana.
“Terus aku sekarang kerja di salah satu manufacturing di Australia di daerah Melbourne, aku bekerja sebagai production worker,” tuturnya.
Baca Juga:
- Bukan Sukabumi, Ini 5 Daerah Pencetak Janda di Jabar dengan Tingkat Perceraian Tertinggi
- Berita Duka Wanita asal Sukabumi Tewas Mengenaskan di Dubai
- Duh, Ribuan Suami di Indramayu Gugat Cerai Istri, Bagaimana di Sukabumi?
Terkait jam kerja sama seperti yang diterapkan di Indonesia, ia bekerja selama delapan jam dalam sehari.
“Di mana satu hari delapan jam, aku kerja hari senin hingga hari Jumat,” ujar pria asal Sukabumi tersebut.
“Aku kerja di sini beberapa macam kerjaan ya, aku merangkap beberapa peran sebagai preparation, mixing, dan packing dan peeling juga,” ucapnya menambahkan.
Baca Juga:
- 4 Tahun Jadi Tukang Pijat di Arab Saudi, Pria Sukabumi Ini Bisa Wujudkan Impian
- Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Nasib Wanita Cicurug Sukabumi di Arab Saudi
- Kabar Terkini Wanita Cicurug Hamil Ektopik di Arab Saudi
Sementara untuk urusan gaji, Derry mengaku mendapatkan bayaran sangat besar untuk satu jam bekerjanya di pabrik tersebut. Bahkan, dalam sebulan gajinya mencapai puluhan juta Rupiah.
“Untuk gaji aku dapat sekitar 30 Dollar (Australia) per jam,” katanya.
Dengan delapan jam kerja selama satu hari dan lima hari kerja dalam seminggu, maka Derry mendapat bayaran sebesar 1200 Dollar per pekan atau sekira 4.800 Dollar per bulan.
Baca Juga:
- Oknum Pegawai Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Terlibat Perdagangan Dua ABG Perempuan
- Niat Mulia Wanita asal Cikakak Sukabumi, Rela Terdampar di Luar Negeri
Artinya, dalam sebulan Derry bisa mendapatkan gaji sebesar Rp12,8 juta dikali 4 pekan, yakni mencapai Rp50 juta. Sebuah angka yang fantastis untuk ukuran seorang buruh pabrik, terlebih jika dibandingkan dengan di Sukabumi.
Baca Juga:
- Sukabumi Berapa? Daftar UMK 2024 Jawa Barat Jika Naik 7,09%, Tertinggi Rp5,5 Juta
- Ini Besaran UMR Sukabumi dan 26 Kota Kabupaten di Jawa Barat
- Warga Sukabumi Mau Merantau? Cek Top 5 UMK Terbesar di Jawa Barat Ini
Untuk perbandingan, upah buruh di Jawa Barat berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5,5 juta. Sedangkan untuk UMR Jakarta terbaru tahun 2024 ini, berada di angka Rp5.067.381.