Curhat Warga, Berharap Perbaikan Jalan Rusak di Cidahu-Cicurug Sukabumi

- Redaksi

Senin, 26 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak di ruas Cidahu-Cicurug. I Muhammad Salman

Kondisi jalan rusak di ruas Cidahu-Cicurug. I Muhammad Salman

sukabumiheadline.com l Jalanan berlubang seringkali menjadi cerita tersendiri bagi masyarakat. Selain mengganggu kelancaran perjalanan, lubang di jalan tersebut juga membahayakan para pengguna.

Seperti halnya Jalan Raya Cicurug-Cidahu yang berada di wilayah Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi. Jalan tersebut memiliki banyak titik yang rusak dan berlubang cukup dalam.

Jalan yang menjadi jalur utama aktivitas warga tersebut tidak hanya dilalui oleh kendaraan pribadi, tapi juga kendaraan besar milik pabrik-pabrik yang berada di wilayah Cidahu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karenanya, warga pun mengeluhkan kondisi tersebut di media sosial Facebook, seperti diunggah akun Muhammad Salman.

“Izin min, kumaha Baraya anu sok lewat die keluh kesah na? (Izin, admin. Bagaimana saudaraku yang suka melewati jalan ini, keluh kesahnya?” tulis Salman dikutip, Senin (236/4/2024) dini hari.

Tak ayal unggahan tersebut segera direspons netizen. “Lalieur da geus nyaho tikamari duit pajak orang cidahu teh ngan dipake jang ngababangun diwilayah lain… Tapi lobaaaa we milih si “lanjutkan (Pusing juga, udah tahu dari kemarin uang pajak orang Cidahu itu cuma dipakai membangun wilayah (Sukabumi) yang lain, tapi tetap saja memimilih ‘lanjutkan’),” tulis akun Ahmad Sujanan di kolom komentar.

Untuk informasi, diksi “lanjutan” yang dipilih Sujana, ditujukan kepada tagline calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi terpilih, Marwan Hamami dan Iyos Somantri.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, kondisi serupa dikeluhkan salah seorang warga, Dede Khoer, pada sekira dua tahun lalu.

“Di beberapa titik di wilayah Cidahu jalannya sudah rusak parah, padahal jalan tersebut adalah jalan utama bagi masyarakat untuk beraktivitas,” ungkap Dede Khoer (30) salah satu warga setempat kepada sukabumiheadline.com, Senin (26/2/2024) dini hari.

Berita Terkait:

Jalan Rusak di Cidahu Sukabumi Bikin Kesal, Aspal Cuma Bertahan Seminggu

Curhat Panjang Warga, Minta Perbaikan Jalan Cidahu-Cicurug Sukabumi Tidak Asal-asalan

Dede menambahkan, selain jalan rusak dan berlubang, Jalan Cidahu-Cicurug selalu macet di waktu-waktu tertentu. Tentunya kemacetan sendiri menjadi masalah lain. Baca lengkap: Begini Penampakan Macet Pagi dan Sore Jalan Cidahu-Cicurug Sukabumi

“Kemacetan mulai terlihat kalau sudah waktunya masuk dan pulang pekerja pabrik. Volume kendaraan yang meningkat dan jalan yang berlubang menjadi pemicunya, ” tambahnya.

Berita Terkait

Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar
Kronologi pemuda Cicantayan Sukabumi pelaku pelecehan seksual dibekuk polisi
Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi
Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki
Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Kronologi pemuda Cicantayan Sukabumi pelaku pelecehan seksual dibekuk polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Berita Terbaru

Ilustrasi lulusan kuliah menganggur - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China

Jumat, 9 Okt 2026 - 05:24 WIB