Diprediksi melonjak, waspada titik kemacetan Sukabumi dan pusat konsentrasi wisatawan

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kemacetan lalu lintas menuju ke pantai - sukabumiheadline.com

Ilustrasi kemacetan lalu lintas menuju ke pantai - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kunjungan wisatawan ke wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diproyeksi mengalami lonjakan signifikan. Sebagai gambaran, hingga Agustus 2025, total kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi tembus 5,5 juta orang.

Rekomendasi artikel: Kereta wisata KA Jaka Lalana mulai 14 Desember, Kabupaten Sukabumi tidak siap

Mengingat sejumlah peristiwa, dari mulai kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, bencana alam hingga kenyamanan wisatawan, maka penting memerhatikan 4 poin ulasan berikut untuk meminimalisir kejadian serupa terulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: 5 Fakta Wisatawan Bogor Tenggelam di Pantai Citepus Palabuhanratu Sukabumi

Berikut adalah poin-poin utama terkait prediksi berdasarkan catatan sukabumiheadline.com, pada persiapan libur Nataru 2026:

1. Pusat konsentrasi wisatawan

Wisatawan mengunjungi objek wisata pantai - sukabumiheadline.com
Wisatawan mengunjungi objek wisata pantai – sukabumiheadline.com

Kawasan pesisir pantai selatan, khususnya CPUGGp (Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark), diprediksi tetap menjadi destinasi favorit utama. Selain itu, objek wisata seperti Situ Gunung dan Pantai Karang Hawu diperkirakan akan padat pengunjung.

Baca Juga:

2. Titik rawan kemacetan

Kemacetan lalu lintas di gerbang tol - sukabumiheadline.com
Kemacetan lalu lintas di gerbang tol – sukabumiheadline.com

Pemerintah mewaspadai “macet horor” di titik kritis, terutama di jalur Ciawi hingga Parungkuda dan Exit Tol Parungkuda (Bocimi). Rekayasa lalu lintas sedang disiapkan untuk mengurai arus kendaraan yang keluar dari jalan tol.

Baca Juga: 14 destinasi wisata Sukabumi terpopuler versi agen perjalanan nasional

3. Mitigasi bencana dan keamanan

Ilustrasi naik mobil pribadi bersama keluarga melewati jalan rusak - sukabumiheadline.com
Ilustrasi naik mobil pribadi bersama keluarga melewati jalan rusak – sukabumiheadline.com

Karena periode Nataru bertepatan dengan musim hujan, maka perlu menjadi perhatian ekstra dari pihak berwenang, terutama di jalur wisata. Pengawasan di area pantai juga diperketat oleh Polairud dan Basarnas untuk mengantisipasi kecelakaan laut.

Baca Juga: Fikih rekreasi: Islam menganjurkan piknik

4. Kesiapan akomodasi

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan peningkatan hunian hotel menjelang akhir tahun, dengan tren kunjungan yang terus membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya pascabencana.

Hingga 2 Juni 2025, wisatawan yang tercatat datang ke Hotel Bintang dan Non Bintang di Kabupaten Sukabumi pada April 2025 sebanyak 23.107 kunjungan. Sedangkan, hotel gabungan Bintang dan Non Bintang berada pada angka 22,98 persen.

Untuk memastikan kenyamanan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menerbitkan Surat Edaran Wisata Aman dan Nyaman sebagai pedoman bagi para pengelola destinasi wisata.

Berita Terkait

Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi, Nusantara Explorer Sleeper Train meluncur
Syarat mendaki Gunung Gede-Pangrango: Wajib daftar daring tanpa kecuali
10 objek wisata alam di Sukabumi terpopuler 2026, lengkap harga tiket masuk, kelebihan dan lokasi
Bahas pendapatan, Perhutani KPH Sukabumi kumpulkan pelaku wisata kawasan hutan
Cerita pensiunan berwisata ke Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi naik Honda Supra X
5 foto ketika artis Titi Kamal terpesona keindahan alam: Sukabumi seindah itu
Kunjungan wisnus ke Jawa Barat tembus 19,52 juta, 48,17% terkonsentrasi di 6 daerah
5 daerah di Jawa Barat favorit wisatawan, tidak ada Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:13 WIB

Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi, Nusantara Explorer Sleeper Train meluncur

Senin, 20 Juli 2026 - 08:00 WIB

Syarat mendaki Gunung Gede-Pangrango: Wajib daftar daring tanpa kecuali

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:29 WIB

10 objek wisata alam di Sukabumi terpopuler 2026, lengkap harga tiket masuk, kelebihan dan lokasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:46 WIB

Bahas pendapatan, Perhutani KPH Sukabumi kumpulkan pelaku wisata kawasan hutan

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:26 WIB

Cerita pensiunan berwisata ke Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi naik Honda Supra X

Berita Terbaru

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB