Ini dia 4 pengeroyok yang menewaskan pengamen jalanan asal Cibadak Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 8 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Empat pelaku dugaan pengeroyokan dan penganiayaan hingga menyebabkan seorang pengamen jalanan, LFH (37) tewas mengenaskan diciduk Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota.

Pengamen jalanan asal Kecamatan Cibadak itu ditemukan tergeletak dalam kondisi luka-luka memar di sekujur tubuhnya di depan sebuah toko Jalan Cikiray, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (5/8/2024) dini hari.

Keempat tersangka tercatat sebagai warga Kota Sukabumi, masing-masing MJY (30), HS (33), JA (36) dan ES (68). Keempatnya ditangkap di lokasi terpisah dan dalam waktu berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi menjelaskan pengungkapan perkara dugaan pengeroyokan dan penganiayaan hingga tewasnya seorang pengamen ini berawal dari informasi penemuan mayat di tempat kejadian perkara.

“Hasil penyelidikan, korban tewas ini merupakan korban dugaan tindakan kekerasan pengeroyokan dan penganiayaan,” kata Rita saat konferensi pers di Kantor Polres Sukabumi Kota, Kamis (8/8/2024).

Menurut dia hasil dari pengembangan akhirnya para pelaku yang jumlahnya empat orang berhasil diamankan. Tiga pelaku diringkus kurang 24 jam dari penemuan mayat pada Senin, 5 Agustus pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Pelaku MJY ditangkap di wilayah Kecamatan Baros, HS diciduk di wilayah Kecamatan Cikole dan JA diringkus di wilayah Kecamatan Citamiang.

“Sedangkan pelaku ES yang sempat buron akhirnya diamankan di wilayah Kecamatan Cikole, Selasa, 6 Agustus pukul 19:00 WIB,” ujar Rita yang belum sebulan menjabat Kepala Polres Sukabumi Kota.

Dipicu pencurian handphone

Pengakuan dari para pelaku, lanjut Rita, dugaan pengeroyokan dan penganiayaan hingga menewaskan pengamen dipicu dari peristiwa dugaan pencurian handphone di Jalan Ahmad Yani pada Sabtu, 20 Juli 2024 pukul 17.00 WIB.

Saat itu handphone milik pelaku JA yang bekerja sebagai juru parkir sedang di-charger di salah satu toko. Namun saat JA akan mengambil handphone merek Oppo F9 ternyata sudah tidak ada.

“Saat itu korban diduga mengambil handphone milik pelaku, yang mana perbuatan tersebut terekam CCTV,” ujar Rita.

Setelah itu, kata Rita, pelaku mencari keberadaan pencuri handphone miliknya. Hingga akhirnya korban LFH terlihat di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan City Mall, Ahad 4 Agustus 2024 pukul 16.00 WIB.

Saat itu terjadilah penganiayaan yang dilakukan pelaku JA kepada korban (LFH). Namun korban tidak mengakui perbuatannya. Selanjutnya, korban yang masih dalam keadaan sadar di bawa ke tempat kejadian perkara (TKP) oleh pelaku JA.

“Pelaku JA ini memanggil pelaku lainnya dan terjadilah pengeroyokan dan penganiayaan. Korban terus dibiarkan ditinggalkan oleh para pelaku,” kata dia.

Kendati demikian, Rita menuturkan terkait peristiwa dugaan pencurian handphone yang diduga dilakukan oleh korban, pihak Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota masih melakukan pendalaman.

“Masih pendalaman apakah (korban) betul sebagai pelaku (pencurian handphone) atau tidak. Karena CCTV gak jelas terkait pencuriannya, juga dia (korban) tidak mengakui,” tutur dia.

Dalam perkara ini, Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota telah mengamankan barang bukti, di antaranya satu buah flashdisk yang berisi rekaman CCTV saat para pelaku melakukan tindakan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan menyebabkan meninggal dunia dengan pidana penjara 12 tahun. Kemudian, Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan menyebabkan meninggal dunia dengan pidana penjara 7 tahun.

Berita Terkait

5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar
Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia
Pria Gunungpuyuh dan Cikole Sukabumi jadi TO, terancam 20 tahun penjara
Program Genting: PT Astra International – BKKBN kolaborasi cegah stunting di Sukabumi
Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar
Kronologi pemuda Cicantayan Sukabumi pelaku pelecehan seksual dibekuk polisi
Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Pria Gunungpuyuh dan Cikole Sukabumi jadi TO, terancam 20 tahun penjara

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Program Genting: PT Astra International – BKKBN kolaborasi cegah stunting di Sukabumi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar

Berita Terbaru