Investasi ratusan triliun Rupiah melayang, Wamenaker akan laporkan ormas ganggu pabrik ke Kapolri

- Redaksi

Sabtu, 15 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar menyebut gangguan dari ormas telah menyebabkan kerugian ratusan triliun rupiah. Selain biaya yang dikeluarkan investor, juga investasi yang batal masuk menyebabkan kerugian bagi Indonesia.

“Kalau dihitung semuanya, bukan hanya dana yang keluar, tapi juga investasi yang batal masuk, itu bisa ratusan triliun,” kata Sanny saat Dialog Industri Nasional di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (6/2/2024) lalu.

Menurutnya, gangguan ormas menjadi tantangan besar bagi industri, meski jarang disorot. Pemerintah terus mempromosikan Indonesia sebagai destinasi investasi, tetapi situasi di lapangan sering berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kementerian Luar Negeri, BKPM, semua promosi di luar negeri, tapi begitu investor masuk ke daerah, habis-habisan dikerjain,” ujarnya.

Baca Juga :  Libatkan BIN dan Kejagung, pemerintah resmi bentuk Satgas Premanisme dan Ormas meresahkan

Untuk itu, ia berharap kepolisian turun tangan agar kepastian hukum bagi investor lebih terjamin.

Merespons keluhan HKI, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Emanuel Ebenezer (Noel) berencana melaporkan organisasi masyarakat (ormas) yang mengganggu kawasan industri ke polisi. Menurutnya, aktivitas ormas yang menghambat operasional pabrik bisa berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan berkoordinasi dengan Polri. Masalah ini harus menjadi perhatian semua pihak,” kata Noel, Kamis (13/2/2025).

Jika gangguan terhadap pabrik terus terjadi, kata dia, investasi bisa terhambat. Akibatnya, lapangan kerja yang seharusnya tercipta justru batal. Baca berita tanpa iklan.

Baca Juga :  Berantas preman berkedok ormas, TNI turunkan satuan intelijen

“Kalau sampai ada rencana investasi yang gagal hanya karena ulah preman, tentu ini menghambat penyerapan tenaga kerja. Kalau lapangan kerja gagal tercipta, kan kita semua yang rugi,” ujarnya.

Noel berencana menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membahas masalah ini secara khusus.

“Bagaimana Bisa Negara Memberi Makan Anak-anak, Sementara Orangtuanya Kehilangan Pekerjaan? Saya yakin Polri akan merespons cepat keluhan para investor dan pekerja di kawasan industri. Ini soal kepentingan nasional,” katanya.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan lingkungan investasi tetap aman.

“Jika ada yang mengganggu penyerapan tenaga kerja, itu musuh rakyat, musuh bersama,” tegasnya.

Berita Terkait

Terungkap pemicu ledakan di kawasan IUP PT Antam UPBE Pongkor Bogor
Ngeri! Puluhan penambang emas ilegal di Pongkor Bogor keracunan gas
Tidak boleh dirahasiakan, KIP putuskan ijazah Jokowi sebagai informasi terbuka
Anak jalanan yang tak sekolah, lansia dan guru dapat makan bergizi gratis
500 korban bencana minta kepastian, KDM ingin Pemkab Sukabumi ajukan ke pemprov
Istri Dirdik KPK, Kombes Sumarni: Dari Polres Sukabumi Kota jadi Kapolres Metro Bekasi
Jangan kira Gedung Sate hanya ada di Bandung, di sini juga ada tapi jadi kantor kades
KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung bakal lewati jalur baru

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 01:39 WIB

Terungkap pemicu ledakan di kawasan IUP PT Antam UPBE Pongkor Bogor

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:06 WIB

Ngeri! Puluhan penambang emas ilegal di Pongkor Bogor keracunan gas

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:31 WIB

Tidak boleh dirahasiakan, KIP putuskan ijazah Jokowi sebagai informasi terbuka

Senin, 12 Januari 2026 - 18:50 WIB

Anak jalanan yang tak sekolah, lansia dan guru dapat makan bergizi gratis

Senin, 12 Januari 2026 - 13:10 WIB

500 korban bencana minta kepastian, KDM ingin Pemkab Sukabumi ajukan ke pemprov

Berita Terbaru

Ilustrasi sebaran hoaks di dunia digital - sukabumiheadline.com

Tekno & Sains

2025 Sukabumi tertinggi, JSH: Hoaks di Jawa Barat naik signifikan

Kamis, 15 Jan 2026 - 16:55 WIB