sukabumiheadline.com – Imbas dari bencana longsor yang terjadi di jalur tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) KM 64, PT Trans Jabar Tol (JTT) melakukan rekayasa lalu lintas, mulai skema penutupan jalan, one way hingga pembatasan golongan kendaraan yang boleh melintas di Tol Bocimi.
Hal tersebut setelah kondisi longsor sepanjang 25 meter lobang akibat longsor dengan kedalaman 20 meter, terjadi di bahu dan setengah badan Jalan Tol Bocimi di KM 64 arah Sukabumi.
“Dengan kondisi seperti sekarang jalur Jakarta menuju Sukabumi ditutup sementara, akibat longsor yang mengakibatkan lobang sepanjang 25 meter akibat longsor dengan kedalaman 20 meter,” ungkap Staf Operasi Pelayanan Lalu Lintas PT JTT, Endang Juwani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pada Kamis (4/4/2024) jalur tersebut akan ditutup total, kendaraan akan dialihkan ke GT Cigombong. Jalur dari Sukabumi arah Jakarta, dikhususkan untuk kendaraan Golongan I saja yang dapat melintasinya.
“Pemberlakuan Golongan I tersebut, lanjut Endang, yang dapat melintas berupa kendaraan sedan dan minibus yang berlaku mulai pukul 10.00 WIB. Lalu esok harinya Hari Jumat (5/4/2024) pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB, akan diberlakukan one way dari arah Ciawi ke exit toll Parungkuda,” tambahnya.
Lanjut Endang, pemberlakukan tersebut melewati jalur B arah Jakarta (contra flow). Awal masuk one way dari jalur A (arah Sukabumi) dari KM 62 (dan berpindah) ke jalur B (arah Jakarta) dan kembali masuk ke jalur A di KM 65.
“Dan kendaraan yang akan masuk (tol Bocimi) dari GT Parungkuda dialihkan ke Jalan Nasional dan bisa masuk di GT Cigombong,” lanjutnya.
Saat ditanya estimasi pengerjaan perbaikan jalan yang longsor, Endang menjawab, belum ada kepastian untuk waktu perbaikannya, karena masih ada kunjungan dari Kementerian PUPR untuk memastikan perbaikannya jalan yang longsor tersebut.
“Sementara di lokasi longsor tersebut kita tutup dengan terpal untuk mengurangi air, kita pun masih melakukan data penyebab terjadinya longsor, untuk sementara dugaan kuat akibat oleh curah hujan yang tinggi,” pungkasnya.