KDM: September ojol, kuli hingga petani di Jawa Barat dapat asuransi, cek caranya di sini

- Redaksi

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyambangi masa aksi di sekitar Gedung DPRD Jabar, pada Jumat malam WIB - Ist

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyambangi masa aksi di sekitar Gedung DPRD Jabar, pada Jumat malam WIB - Ist

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluncurkan program perlindungan asuransi bagi pengemudi ojek online (ojol), kuli bangunan, petani, asisten rumah tangga (ART) dan pekerja informal lainnya, yang mulai berlaku September 2025.

Dijelaskan pria yang biasa disebut Kang Dedi Mulyadi atau KDM, program ini bertujuan untuk memberikan jaminan perlindungan kerja bagi mereka yang sering terabaikan.

Selain ojol, kelompok pekerja informal yang akan mendapatkan perlindungan asuransi tersebut adalah ojol sopir angkot, sopir truk, petani, nelayan, dan kuli cangkul, kuli bangunan hingga ART.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja di sektor informal, yang selama ini tidak memiliki jaminan yang memadai.

“Seluruh warga yang bekerjanya pada sektor informal bukan pada sektor formal,” ujar Dedi didampingi sejumlah pimpinan DPRD Jawa Barat, Ahad (31/8/2025).

Menggandeng BPJS Ketenagakerjaan

Untuk merealisasikan program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan guna memastikan semua pekerja informal mendapatkan perlindungan yang layak.

Bentuk perlindungan yang akan diberikan meliputi santunan kematian, beasiswa untuk anak, serta jaminan perawatan rumah sakit bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.

“Kalau dia meninggal ada santunan, saya nggak tahu besarannya berapa. Tapi minimal kan santunannya di atas Rp40 juta. Anak-anaknya bisa dapat beasiswa, kalau ada kecelakaan yang tidak ter-cover Jasa Raharja itu nanti sudah dijamin layanan rumah sakitnya,” jelas Dedi.

Dedi juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada warganya yang bekerja tanpa adanya jaring pengaman.

“Ini adalah bagian komitmen kita untuk menyelesaikan itu,” ujarnya.

Pada tahap awal, program ini ditargetkan untuk menjangkau sekitar 3 juta pekerja informal, dengan rencana peningkatan jumlah tersebut menjadi 5 juta orang di masa mendatang.

“Saya berencana untuk tahap pertama untuk mendata 3 juta orang. Nah berikutnya nanti kita naikan menjadi 5 juta bahkan nanti berapa sih jumlah tenaga informal itu nanti kita bagi dua dengan kabupaten dan kota,” tutur dia.

Cara Dapat Bantuan Asuransi Bagi mitra Ojol yang ingin mendapatkan bantuan asuransi dari Pemprov Jabar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendaftar sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Pendaftaran bisa melalui aplikasi Jaminan Sosial Mobile (JMO) atau laman resmi BPJS Ketenagakerjaan. Setelah itu, mengisi data diri, dan memilih program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kemudian melanjutkan dengan pembayaran iuran bulanan sesuai ketentuan.

Berita Terkait

KDM siapkan dua skenario ini perbaiki jalan desa yang rusak
Dedi Mulyadi: Gedung di Jabar dilarang lebih tinggi dari kantor pemerintah
Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL
Membanding 9 kota di Jawa Barat, Sukabumi 1/4 Bekasi, terluas bukan Bandung
Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang
Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak
5 prioritas Jabar di Musrenbang RKPD 2027: Sekolah gratis hingga konektivitas wilayah
KDM ajak Gen Z Jawa Barat nikah sederhana, uang mending buat beli rumah

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:56 WIB

KDM siapkan dua skenario ini perbaiki jalan desa yang rusak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:51 WIB

Dedi Mulyadi: Gedung di Jabar dilarang lebih tinggi dari kantor pemerintah

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:42 WIB

Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL

Kamis, 30 April 2026 - 03:04 WIB

Membanding 9 kota di Jawa Barat, Sukabumi 1/4 Bekasi, terluas bukan Bandung

Sabtu, 25 April 2026 - 01:35 WIB

Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang

Berita Terbaru

Ilustrasi perdamaian dua pihak yang bertikai - sikabumiheadline.com

Internasional

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Senin, 15 Jun 2026 - 19:50 WIB

Ilustrasi penumpang pesawat di bandara - sukabumiheadline.com

Internasional

Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu

Minggu, 14 Jun 2026 - 11:30 WIB