Mau gaji Rp55 juta per bulan? Jepang butuh 40 ribu naker asal RI

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pekerja di Jepang - Ist

Para pekerja di Jepang - Ist

sukabumiheadline.com – Kementerian Transmigrasi melaporkan, Jepang membutuhkan sebanyak 40 ribu tenaga kerja dari Indonesia. Saat ini setidaknya sudah ada sebanyak 100 pekerja asal RI di Jepang, dengan gaji sekitar Rp25 juta s.d Rp55 juta per bulan.

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, dari jumlah kebutuhan 40 ribu itu, Indonesia baru menyanggupi untuk memenuhi sebanyak 25 ribu. Para pekerja ini dapat bekerja di berbagai sektor seperti pertanian, kelautan, konstruksi dan perawatan.

“Dan yang lebih menarik dan membahagiakan kita saat ini adalah bahwa ternyata mereka, masyarakat Jepang sangat nge-value (menilai) tenaga kerja di Indonesia karena keramah tamahannya, hospitality-nya,” kata Iftitah dalam keterangan tertulis dikutip Ahad (5/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, menurutnya, Jepang menganggap Indonesia sebagai tenaga kerja nomor satu yang hadir di Negara Sakura itu, di antara bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, kebutuhan tenaga kerja dari Indonesia cukup besar.

Selain itu, Iftitah juga bilang, Jepang membutuhkan banyak lahan untuk pertanian dan hasil laut. Karena itulah, Jepang pun memberikan penawaran agar para transmigran magang selama 3-5 tahun, sehingga bisa diperkenalkan terlebih dulu dengan teknologi di bidang-bidang tersebut.

“Kemudian tenaga kerja ini nanti bekerja untuk perusahaan Jepang yang akan investasi di Indonesia. Nah ini juga yang akan cukup menarik sehingga mereka katakan bahwa nanti sudah terbiasa dengan sistem dan mekanisasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini akan mendatangkan manfaat berlipat bagi Indonesia. Manfaat itu antara lain skill atau kemampuan yang terlatih dari teknologi dan sistem kerja budaya Jepang. Lalu yang kedua, investor akan berinvestasi di Indonesia di kawasan transmigrasi.

Selaras dengan hal ini, Kementerian Transmigrasi akan memperluas kesempatan bagi warga transmigran di Indonesia untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang. Dukungan penuh akan diberikan untuk para transmigran lainnya yang ingin belajar dan magang ke Jepang.

“Kami ingin para transmigran itu nanti belajar ke Jepang, melakukan pemagangan, ada beberapa skema, ada yang 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau bahkan 10 tahun untuk kemudian mereka nanti diberdayakan, balik lagi ke kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah.

“Sehingga ketika dunia industri sudah settle masuk ke kawasan transmigrasi, mereka juga bisa terserap oleh lapangan kerja yang disediakan oleh industri karena sudah memiliki pengalaman tambahan, wawasan. Kemudian networking-nya juga sudah lebih luas, skill dan pengetahuannya juga sudah cukup tinggi,” sambungnya.

Sebagai langkah konkret dari rencana-rencana tersebut, pada bulan Oktober ini perwakilan dari pemerintahan Jepang akan datang ke Indonesia untuk kita melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Berita Terkait

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar
Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi
Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili
PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara
Ke Jakarta cuma butuh Rp14 ribu! Kapan warga Cicurug Sukabumi berangkat kerja naik KRL?
Mindshift 5: Kreasi Wargi: IPB University bekali eks TKI Sukabumi hilirisasi budidaya lele
Profil Purbaya Yudhi Sadewa: Koboy Sunda suka ceplas-ceplos dicopot Prabowo dari Menkeu

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi

Rabu, 30 September 2026 - 12:05 WIB

Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Selasa, 29 September 2026 - 04:56 WIB

Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi

Senin, 28 September 2026 - 10:00 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili

Kamis, 24 September 2026 - 05:21 WIB

PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB