Mendagri: Anggaran pemda habis untuk gaji, bonus dan timses jadi honorer, bagaimana di Sukabumi?

- Redaksi

Senin, 30 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian - Istimewa

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian - Istimewa

sukabumiheadline.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali menyampaikan kekesalannya kepada pemerintah daerah (pemda) yang doyan menghabiskan anggarannya untuk membayar gaji dan bonus pegawai.

Terlebih, kata Tito, anggaran yang digunakan merupakan hasil pemberian pemerintah pusat melalui transfer ke daerah (TKD).

Padahal, kata Tito, kekuatan fiskal di daerah ada tiga yakni kuat, sedang dan lemah. Kategori lemah inilah yang paling boros menggunakan dananya untuk pegawai, mulai dari gaji, bonus hingga operasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Daerah yang fiskalnya tidak kuat ini, itu uangnya sudah dapat dari pusat, transfer (TKD), uangnya habis sebagian besar untuk belanja pegawai, untuk gaji pegawai ditambah bonus, dan operasional pegawai,” ujar mantan Kapolri tersebut dalam Seminar Internasional Desentralisasi Fiskal 2024, pada Selasa (24/9/2024) pekan lalu.

Rekomendasi Redaksi: 5 penyakit birokrasi, menimbang dua Cabup Sukabumi 2024 dari birokrat

5 tahun Jalan Kabupaten ruas Parungkuda - Bojonggenteng Sukabumi masih hancur - sukabumiheadline.com
5 tahun Jalan Kabupaten ruas Parungkuda – Bojonggenteng Sukabumi masih hancur – sukabumiheadline.com

Menurutnya, pemerintah pusat menyalurkan TKD sekira 26-47 persen untuk wilayah yang fiskal atau pendapatan asli daerah (PAD) nya kuat, 52-60 persen kepada pemda yang fiskalnya sedang, dan 63-90 persen untuk wilayah yang fiskalnya lemah.

Berdasarkan data Tito, wilayah yang menerima TKD sebesar 90 persen ini lah paling boros menggunakan dana untuk bonus pegawai. Tak tanggung-tanggung, mencapai 60 persen dari anggaran yang diterima.

Akibatnya, jelas dia, pemanfaatan anggaran untuk masyarakat menjadi berkurang.

“Kekuatan fiskalnya lemah ini ditandai dengan ketergantungan sangat tinggi terhadap transfer dari pemerintah pusat sampai 90 persen. Ini yang jadi problem,” tegasnya.

Baca Juga:

Baca Juga :  Kronologis Anak Gadis Asal Cicantayan Sukabumi 3 Pekan Menghilang

Padahal, TKD bertujuan untuk membuat pendapatan asli meningkat, karena kalau PAD-nya meningkat, otomatis fiskal Pemda juga menjadi kuat. Sehingga, jika terjadi goncangan di pusat, daerah akan tetap bisa membangun.

Tito juga meminta pemda untuk mengurangi belanja operasional yang tak penting seperti perjalanan dinas, rapat di hotel hingga rekrutmen pegawai, terutama honorer.

Rekomendasi Redaksi: Akhirnya rumah Icah ambruk, janda tua cerai mati di Cibadak Sukabumi hanya bisa berdoa

Pelajar SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com
Pelajar SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi – sukabumiheadline.com

“Kemudian rapat-rapat dikurangi. Rekrutmen pegawai termasuk honorer juga dikurangi. Ganti digitalisasi, dorong masyarakatnya jangan jadi pegawai negeri saja, tapi menjadi wirausahawan, UMKM,” harapnya.

Di sisi lain, rekrutmen pegawai honorer dilakukan bukan karena keahlian atau kebutuhan, namun berdasarkan rekomendasi pejabat terpilih.

“Honorer ini banyak, ada 3 ya, ada yang skill itu pendidikan, kesehatan, terutama ya, dokter, bidan, final. Tapi yang tenaga umum itu tim sukses. Mereka begitu menang yang didukung, dijadikan tenaga honorer. Jam 8 datang, jam 10 sudah pulang,” imbuhnya.

Baca Juga:

Rumah Icah di Pamuruyan, Cibadak, ambruk - sukabumiheadline.com
Rumah Icah di Pamuruyan, Cibadak, ambruk – sukabumiheadline.com

Baca Juga: Defisit, ini rincian APBD Kota Sukabumi

Namun, saat pejabat yang membawa timses berakhir masa kerjanya, pegawainya tidak dibawa. Lalu, pejabat baru akan membawa gerombolannya juga, sehingga terjadi penumpukan.

“Kalau ganti kepala daerah, terpilih lagi, yang tim sukses yang lama honorer masih tetap ada, diberhentikan mereka marah, demo,” ungkap Tito.

Baca Juga :  Puluhan Pekerja Terancam, Upaya Pabrik Kerupuk di Nagrak Bertahan Saat Pandemi

Baca Juga:

Bagaimana di Sukabumi?

Ilustrasi APBD dan jalan rusak - sukabumiheadline.com
Ilustrasi APBD dan jalan rusak – sukabumiheadline.com

Kekhawatiran Tito Karnavian cukup beralasan, untuk Kabupaten Sukabumi, jika melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, bagian APBD Kabupaten Sukabumi 2020-2023, terdapat sejumlah catatan menarik untuk disimak.

Pertama, Dana Hibah pada APBD Kabupaten Sukabumi 2020 sebesar Rp217.970.788,100, namun pada 2023 turun menjadi Rp189.566.938,676 atau berkurang sekira Rp28,4 miliar. Sejumlah pihak menilai, hibah identik dengan kegiatan politik.

Baca Juga:

Karenanya, di sejumlah daerah besaran anggaran hibah bisa tiba-tiba melonjak menjelang tahun politik seperti pilkada kabupaten dan atau provinsi. Di Sukabumi, 2020 digelar Pemilihan Bupati, demikian pada 2024. Namun demikian, data tahun ini belum tersedia.

Baca Juga:

Kedua, Belanja Pegawai atau untuk gaji pegawai mencapai Rp1.431.782.997,609 atau Rp1,4 triliun lebih. Angka tersebut nyaris sama dengan besaran anggaran untuk pembangunan pada poin Belanja Barang dan Jasa, yakni sebesar Rp1.477.032.712,983, atau anggaran untuk gaji dan belanja barang nyari 50:50. Baca selengkapnya: Rp4,2 triliun, kemana larinya APBD Kabupaten Sukabumi?

Berita Terkait

Daftar program, syarat dan cara Mudik Gratis Lebaran 2026 dari pemerintah dan swasta
Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA
Prabowo mau kumpulkan semua video yang hina MBG
Mendagri wajibkan ASN kerja bakti tiap Selasa dan Jumat
Pemerintah bakal hapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan
Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak
Prabowo siapkan lahan 4 ribu m2 depan Bundaran HI untuk lembaga dan badan umat Islam
Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:16 WIB

Daftar program, syarat dan cara Mudik Gratis Lebaran 2026 dari pemerintah dan swasta

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:42 WIB

Prabowo mau kumpulkan semua video yang hina MBG

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:00 WIB

Mendagri wajibkan ASN kerja bakti tiap Selasa dan Jumat

Selasa, 10 Februari 2026 - 00:38 WIB

Pemerintah bakal hapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan

Berita Terbaru

Aksi Marinir kepung rumah di Sukabumi hingga operasi udara - Dok. Pasmar 1

Sukabumi

Aksi Marinir kepung rumah di Sukabumi hingga operasi udara

Senin, 16 Feb 2026 - 19:14 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131