Mengenal Nasibah binti Ka’ab, pelindung Nabi SAW saat Perang Uhud

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pejuang muslimah di medan perang - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pejuang muslimah di medan perang - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Tidak sedikit sahabat perempuan Nabi Muhammad SAW. yang ikut terlibat langsung dalam perang Uhud. Tugas mereka tidak hanya melulu menyediakan suplai air dan mengobati tentara umat Islam yang terluka, tetapi ada dari mereka yang juga ikut memanggul senjata melawan tentara musyrik Makkah.

Salah satu sahabat perempuan Nabi Muhammad SAW yang terlibat langsung dalam perang Uhud adalah Nasibah binti Ka’ab. Ada juga yang menyebutnya Nusaibah.

Nasibah merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW dari kalangan Anshar. Dia dari Bani Mazim an-Najar. Wanita bergelar Ummu Imarah ini menyatakan diri masuk Islam sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat Baiat Aqabah kedua, Nasibah termasuk satu dari dua perempuan dan 70 laki-laki dari Yatsrib yang berbaiat kepada Nabi Muhammad SAW ketika itu, dia berbaiat bersama dengan suaminya, Zaid bin Ashim, dan dua orang putranya, Habib dan Abdullah.

Nasibah dikenal sebagai sahabat perempuan yang pemberani. Tercatat, dia beberapa kali ikut dalam peperangan bersama dengan pasukan umat Islam lainnya.

Di antara kiprahnya yang heroik adalah ketika terjadi perang Uhud. Sama seperti sahabat perempuan lainnya, semula Nasibah bertugas untuk menyuplai logistik dan merawat pasukan Muslim yang terluka.

Namun ketika melihat Nabi Muhammad saw. dan pasukan umat Islam mulai terpojok, Nasibah ikut angkat senjata.

Dikutip dari buku Membaca Sirah Nabi Muhammad saw. dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hdis-hadis Shahih (M. Quraish Shihab, 2018), Nasibah berhasil melukai 12 orang musuh dengan pedang dan tombaknya.

Pada saat yang sama, dia melindungi Nabi Muhammad SAW dari serangan musuh hingga dirinya terluka. Akibat dari aksinya itu, Nasibah menderita luka-luka di sekujur tubuhnya.

“Wahai Abdullah (putra Nasibah), balutlah luka ibumu! Ya Allah, jadikanlah Nusaibah dan anaknya sebagai sahabatku di dalam surga,” kata Nabi Muhammad SAW kepada Abdullah, putra Nasibah.

Mendengar doa seperti itu, Nasibah malah semakin semangat untuk memberikan perlindungan kepada Nabi Muhammad saw. Kiprah dan peran Nasibah dalam perang Uhud juga diakui Umar bin Khattab.

Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khattab mengatakan bahwa pada saat perang Uhud ‘Nasibah ada di mana-mana.’ Ke manapun Sayyidna Umar menoleh, di situ pasti ada Nasibah yang sedang bertempur.

Nasibah juga terlibat dalam perang Yamamah pada zaman Khalifah Abu Bakar as-Ssiddiq. Sebuah pertempuran melawan kaum murtad di bawah komandi nabi palsu Musailamah al-Kadzab.

Dalam perang ini, Nasibah menderita 12 luka. Meski demikian, dia sangat bersyukur karena anaknya, Abdullah, berhasil membunuh Musailamah. Nasibah juga terlibat dalam perang Khaibar dan perang Hunain.

Di samping pemberani, Nasibah adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang penyabar dan mendahulukan kepentingan orang lain dan Islam. Hal itu terbukti ketika salah seorang anaknya, Habib, meninggal dalam sebuah peperangan.

Dia tidak bersedih dan malah bangga karena dia yakin bahwa anaknya mati syahid dan akan dimuliakan Allah di akhirat nanti. Nasibah wafat pada tahun ke-13 H atau pada masa kekhalifahan Sayyidina Umar bin Khattab.

Nasibah menjadi teladan bagi umat Islam bahwa tugas wanita tidak melulu ‘di belakang’. Dia memberikan teladan bahwa wanita juga bisa tampil ke depan dan bahkan ikut memanggul senjata bersama dengan pasukan Muslim memerangi musuh-musuh Islam.

Berita Terkait

Tinjauan fiqih memungut uang untuk peringatan HUT RI setiap 17 Agustus
Mengenal penguasa Kesultanan Cirebon keturunan Prabu Siliwangi
8 Agustus Hari Kucing Sedunia, kapan tingkat nasional?
Penyakit ain dalam Islam: Dalil, ciri-ciri dan tips mencegah sakit tak kasat mata
Sederet karya Otto Suastika, Komikus kesayangan Bung Karno menetap di Cicurug Sukabumi
Mengenal 6 bidadari hafidzah AlQuran putri Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov
Jurnalis disindir Prabowo “londo ireng”, 4 pejuang RI dari wartawan dan penulis dibuang ke Sukabumi
Artis asal Sukabumi diselimuti duka

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tinjauan fiqih memungut uang untuk peringatan HUT RI setiap 17 Agustus

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Mengenal penguasa Kesultanan Cirebon keturunan Prabu Siliwangi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:05 WIB

8 Agustus Hari Kucing Sedunia, kapan tingkat nasional?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 03:41 WIB

Penyakit ain dalam Islam: Dalil, ciri-ciri dan tips mencegah sakit tak kasat mata

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Sederet karya Otto Suastika, Komikus kesayangan Bung Karno menetap di Cicurug Sukabumi

Berita Terbaru

Warga Cidolog Sukabumi gantung diri di jembatan - Ist

Sukabumi

Pria Sukabumi gandir di jembatan, keluarga ikhlas

Rabu, 12 Agu 2026 - 18:58 WIB

Ilustrasi hujan deras disertai petir - sukabumiheadline.com

Sains

Kapan mulai musim hujan di Sukabumi?

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:13 WIB