Mulai 14 Juli 2025, ini rincian jam masuk sekolah di Jabar untuk PAUD, SD, SMP dan SMA

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SMA - Bagea Awi Dan Heni

Pelajar SMA - Bagea Awi Dan Heni

sukabumiheadline.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan mulai 14 Juli 2025 diterapkan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB.

Kebijakan lainnya yang akan diterapkan adalah keterlibatan instansi TNI dan Polri dalam Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) atau Ospek untuk siswa SMA sederajat di Jawa Barat pada tahun ajaran 2025/2026.

Dijelaskan Herman, jam masuk sekolah pukul 6.30 perlu mulai diterapkan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) seperti arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sementara itu, untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMP, Herman menyebut akan berkoordinasi dengan Sekda dan Dinas Pendidikan tingkat kabupaten/kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk yang jadi kewenangan provinsi SMA, SMK, jelas dan tak ada persoalan, yang jadi kewenangan kabupaten/kota PAUD, SD, SMP, kami akan konsolidasikan dengan sekda dan kepala dinas setempat,” kata Herman seperti dikutip dari Antara, Ahad (13/7/2025).

Aturan Masuk Sekolah Pukul 06.30
Kebijakan mulai sekolah lebih dini ini tertuang dalam surat edaran yang diteribitkan Gubernur Jawa Barat pada 28 Mei 2025 dengan Nomor 58/PK.03/Disdik. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah.

Ketentuan masuk sekolah lebih dini bertujuan untuk mendukung pembentukan generasi dengan nilai-nilai Panca Waluya, yaitu Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil).

“Perlu diatur jam belajar efektif yang mengoptimalkan kemampuan menyerap pembelajaran di pagi hari disesuaikan dengan potensi usia peserta didik,” demikian bunyi dalam surat edaran tersebut.

Berikut ketentuan lengkap soal pengaturan jam efektif di Jawa Barat:

  • Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatul Athfal (RA), dan Taman Kanak-kanak Luar Biasa (TKLB): Senin-Kamis: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 195 menit per hari. Jumat: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 120 menit per hari.
  • Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB): Senin-Kamis: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 7 jam pelajaran (JP) per hari. Jumat: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar kelas I minimal 4 JP dan kelas II 6 JP. Ketentuan 1 JP: 35 menit untuk SD/MI, dan 30 menit untuk SDLB.
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs): Senin-Kamis: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 8,75 JP per hari. Jumat: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 6 JP. Ketentuan 1 JP = 40 menit.
  • Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB): Senin-Kamis: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 8,5 JP per hari. Jumat: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 6 JP. Ketentuan 1 JP: 35 menit
  • Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB): Senin-Kamis: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 10 JP per hari. Jumat: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 6 JP. Ketentuan 1 JP: 45 menit untuk SMA/MA, dan 40 menit untuk SMLB.
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK): Senin-Kamis: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 10,5 JP per hari. Jumat: mulai pukul 06.30 WIB, durasi belajar minimal 6 JP. Ketentuan 1 JP: 45 menit.

Berita Terkait

Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Nyerah, DPRD dan Pemprov Jawa Barat akhirnya sepakat ngutang Rp3,4 triliun
Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN
Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km
“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:55 WIB

Nyerah, DPRD dan Pemprov Jawa Barat akhirnya sepakat ngutang Rp3,4 triliun

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km

Kamis, 24 September 2026 - 12:00 WIB

“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Berita Terbaru