Nestapa Abah Uloh, lansia korban bencana alam Sukabumi huni gubuk reyot

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nestapa Abah Uloh, lansia korban bencana alam Sukabumi huni gubuk reyot - Wulan

Nestapa Abah Uloh, lansia korban bencana alam Sukabumi huni gubuk reyot - Wulan

sukabumiheadline.com – Nestapa dialami Abah Uloh, seorang lansia korban bencana alam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia terpaksa harus menghuni gubuk reyot di tengah kebun, karena rumahnya rusak diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Abah Uloh tercatat sebagai warga Kampung Babakan Cisarua RT 002/015 Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. Ia merupakan salah satu dari puluhan korban banjir yang berharap segera ada solusi dari pemerintah.

Diketahui, istri dari Abah Uloh menjadi korban tewas dalam salah satu dari tiga peristiwa bencana yang menerjang kampungnya. Baca selengkapnya: Batu numpuk dalam rumah, warga korban bencana Sukabumi nangis tak ada perhatian

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau harapan Abah, ya ingin tempat tinggal yang layak,” kata dia kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (10/1/226).

Senada Abah Uloh, Wulan yang juga warga Desa Cidadap, mengaku sedih melihat puluhan korban bencana yang belum juga mendapatkan solusi ke depannya.

“Karna gubuk Abah Uloh pun sudah sangat rapuh reyot takut keburu ambruk. Kalau hujan, ya kehujanan. Kalau malam juga was-was,” jelas Wulan menambahkan.

Wulan sendiri mengaku sebagai pengurus RT terdekat dengan Abah Uloh.

“Saya RT sebelah, di Kampung Cibarengkok, tapi saya ingin menyuarakan aja. Ingin meminta keadilan untuk para korban bencana, karna mereka masih terisolir selama satu tahun,” sesal Wulan.

“Dalam satu tahun itu di Kampung Babakan Cisarua teh sudah tiga kali bencana,” imbuhnya.

Adapun bencana alam yang pertama, terjadi pada Desember 2024, berupa longsor. Sehingga, ada beberapa rumah yang tertimbun.

“Kejadian kedua, bulan Maret 2025 itu kena banjir dan mengakibatkan beberapa rumah habis disapu banjir,” papar Wulan.

“Terakhir, kemarin kang, Desember 2025, dan kejadian kemarin mah selain Kampung Babakan, ada juga Kampung Sawah Tengah. Tetangga sebelah sama juga kena banjir dan rumah pada habis,” jelasnya.

Wulan juga bersyukur beberapa waktu lalu ada tanggapan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memberi bantuan per KK Rp10 juta untuk kontrak rumah sementara. Dedi juga menjanjikan akan merelokasi korban banjir.

“Alhamdulillah untuk kemarin ada tanggapan langsung dari KDM (Dedi Mulyadi) akan merelokasi dan dikasih uang kontrakan 10 juta per KK,” ungkap Wulan.

“Nah ternyata, kang, yang disayangkan, dari keseluruhan korban yang rumahnya rusak, bahkan hilang itu kurang lebih 70 KK, tapi yang mendapatkan uang pengontrakan sama relokasi justru warga Kampung Sawah Tengah aja. Itu pun yang baru terkena bencana nya 28 KK,” katanya.

Untuk itu, Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya menyampaikan, bantuan untuk korban bencana di Sukabumi memang belum semua mendapatkan. Hal itu karena pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengirimkan data korban bencana ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Untuk itu, KDM meminta Pemkab Sukabumi untuk segera mengirimkan data serupa ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berita Terkait

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Niat cek air, pria Nagrak Sukabumi tewas dalam sumur
Polisi selidiki penemuan tengkorak wanita di Sungai Cikole Sukabumi
4 kecamatan di Kabupaten Sukabumi punya kapolsek baru

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Rabu, 30 September 2026 - 15:00 WIB

Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil

Berita Terbaru

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB